3 April 2026
Beranda blog Halaman 41848

Pemerintah Batalkan Rencana Lelang Obligasi 2 Desember

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah membatalkan rencana lelang penerbitan obligasi atau surat utang negara (SUN) di pasar perdana yang akan diselenggarakan pada 2 Desember 2014 sebagaimana jadwal pelaksanaan lelang surat berharga negara (SBN) 2014.

“Sehubungan dengan rencana lelang penerbitan SUN di pasar perdana yang akan diselenggarakan pada Selasa, 2 Desember 2014, dengan ini Pemerintah mengumumkan pembatalan rencana lelang dimaksud,” sebut keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Senin (24/11).

Pembatalan rencana lelang penerbitan SUN di pasar perdana pada tanggal tersebut di atas diputuskan setelah mempertimbangkan target pembiayaan yang bersumber dari lelang penerbitan SBN 2014 sudah terpenuhi.

Terakhir pemerintah melaksanakan lelang tiga seri SUN pada Selasa (4/11) dimana dana yang diserap sebesar Rp6,92 triliun dari penawaran yang masuk sebesar Rp22,66 triliun.

Jumlah Rp6,92 triliun antara lain berasal dari seri SPN12150206 sebesar Rp1 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang seri itu sebesar 5,97 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan 6,0 persen. Obligasi ini jatuh tempo 6 Februari 2015.

Kemudian seri SPN12151105 sebesar Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,823 persen dan imbal hasil tertinggi dimenangkan sebesar 6,85 persen. Obligasi ini jatuh tempo 5 November 2015.

Selain itu dari seri FR0070 sebesar Rp3,92 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,89 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan 7,91 persen, tingkat kupon 8,375 persen. Obligasi ini jatuh tempo 15 Maret 2024.

Penawaran masuk untuk seri SPN12150206 sebesar Rp5,90 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 6,75 persen dan terendah 5,9 persen. Penawaran masuk untuk seri SPN12151105 sebesar Rp6,26 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 7,30 persen dan terendah 6,80 persen.

Sementara penawaran masuk untuk seri FR0070 sebesar hampir Rp10,5 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 8,10 persen dan terendah 7,86 persen.

Jumlah dana yang diserap dalam lelang itu sebesar Rp6,92 triliun, lebih besar dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp5 triliun.

Penjualan obligasi negara melalui lelang tersebut ditujukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN Perubahan 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Prasetyo: Surya Paloh Tidak ‘Backup’ Saya

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan bahwa dirinya sudah bukan lagi sebagai kader Partai NasDem. Dia pun mengatakan bahwa Surya Paloh bukan lagi Ketua Umum-nya. Sebab, dirinya sudah diberhentikan dari partai yang dikomandoi Surya Paloh itu lantaran ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Jaksa Agung.
“Dulu (Surya Paloh) ketum saya. Sekarang bukan lagi. Saya sudah diberhentikan dari partai saya,” kata Prasetyo saat menyambangi press room Kejagung, Senin (24/11).
Prasetyo pun mengaku, tidak ada intervensi maupun pesan khusus dari Paloh kepadanya ketika menjabat sebagai Jaksa Agung. Dia juga mengaku tak ada saling back up antara dirinya dengan Paloh.
“Tidak ada. Pak Surya Paloh tidak ingin di back up. Tidak  sediktpun kalimat dari Surya Paloh akan membackup karena saya di sini,” ungkapnya.
Prasetyo sebelum menjadi Jaksa Agung adalah Anggota DPR terpilih periode 2014-2019. Menurut Prasetyo, terjun ke politik saat itu merupakan pilihan. “Itu hak, tidak usah dipertentangkan. Anda pun bisa jadi Anggota DPR. Sudah banyak jurnalis menjadi Anggota DPR,” beber Prasetyo.
Dia pun mengaku, konstituen yang memilihnya saat pileg lalu tidak kecewa. Namun, malah mendukungnya karena menerima jabatan sebagai Jaksa Agung. “Saya sudah pamit ke konstituen dan mereka sangat mendukung, dan mereka bangga,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Massa AMPG Masuki Ruang Rapat Pleno Golkar

Jakarta, Aktual.co — Puluhan orang yang mengaku berasal dari Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) merangsek masuk ke dalam ruang rapat pleno DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (24/11) malam.

Mereka dipimpin oleh Ketua Umum AMPG yang juga politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai.

“Masuk, masuk, masuk,” kata beberapa orang sambil merangsek masuk pintu ruang rapat pleno.

Di dalam ruang rapat, massa berteriak-teriak, sementara rapat pleno sedang diskors untuk salat Maghrib.

Mereka baru mau keluar ruangan setelah ada instruksi dari Yorrys.

“Kita ingin selamatkan partai,” kata Yorrys.

Yorrys mengatakan, pihaknya hanya ingin DPP Partai Golkar menyelesaikan persoalan secara demokratis sesuai konstitusi. Namun faktanya, kata dia, ada gelagat sekelompok orang di DPP ingin menggiring Golkar demi kepentingan pragmatis mereka.

“Mereka memaksa munas melalui rapimnas, dan melalui pleno sebelumnya. Munas bukan milik perorangan atau kelompok, tapi milik seluruh kader,” kata Yorrys.

Yorrys menekankan kehadiran dirinya dan massa AMPG ke rapat pleno karena adanya desakan dari kader muda Golkar.

Yorrys mengatakan bahwa AMPG kecewa dengan adanya upaya memaksakan pelaksanaan munas pada 30 November di Bali, untuk memastikan Aburizal Bakrie terpilih kembali sebagai ketua umum secara aklamasi.

“Kami pesan ke pengurus, kalau masih dipaksakan munas pada 30 November, maka kita akan duduki kantor DPP dan minta pemerintah melalui kepolisian membatalkan munas itu,” kata dia.

Saat massa AMPG memasuki ruang rapat pleno, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak ada di dalam ruangan. Dia dikabarkan tengah menjalankan ibadah di ruang lain.

Setelah massa AMPG meninggalkan ruang rapat, suasana kembali tenang.

Artikel ini ditulis oleh:

Cekal Dua Tersangka Kasus Damkar, Kejagung Bidik Pihak Lain

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengeluarkan surat cekal untuk tidak bepergian keluar negeri terhadap dua orang tersangka, kasus korupsi pengadaan lima unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar), di lingkungan Bandara Angkasa Pura I senilai Rp 63 miliar.
Kasubdit Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Kejagung Sarjono Turin mengatakan surat pencekalan tersebut untuk dua tersangka yakni Direktur Utama AP I Tommy Soetomo dan Direktur PT Scientek Computindo Hendra Liem.
“Kedua tersangka sudah kita cekal,” katanya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (24/11).
Menurutnya, saat ini penyidik telah memfokuskan untuk perampungan berkas perkara kedua tersangka. Setelah itu penyidik baru akan mengembangkan penyidikan kepihak-pihak lain termasuk para jajaran direksi Angkasa Pura I.
“Kan jalan itu (penyidikannya), sudah mulai itu,  nanti pengembangannya setelah dua selesai, baru lanjut ke orang lain,” jelasnya.
Sementara Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) R Widyopramono menegaskan semua pihak yang terkait dan diduga terlibat akan dipanggil penyidik. Apalagi telah ada bukti yang mendukung keterlibatannya.
“Yang jelas manakala ada pihak-pihak yang terkait dan terlibat dan ada dukungan buktinya. Jangan harap dia akan lenggang kangkung,” katanya di Gedung Bundar.
Sementara saat dikonfirmasi terkait perkara tersebut, Sekretaris Perusahaan PT AP I Farid Indra Nugraha, mengatakan pihak Angkasa Pura I akan mengikuti proses hukum yang telah berjalan di Kejaksaan Agung. “Saya si ngikuti saja apa yang dijalankan oleh kejaksaan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.
Namun, Farid mengaku belum mengetahui adanya pernyataan Kejaksaan Agung yang akan mengembangkan penyidikan ke pihak lain termasuk jajaran direksi Angkasa Pura I dalam kasus korupsi itu. “Saya malah belum tahu, saya malah belum baca dikoran, Iya (itu aja tanggapannya),” tandasnya.
Diketahui, Direktur Utama AP I Tommy Soetomo dan Direktur PT Scientek Computindo Hendra Liem ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Juli 2014. Namun selama lima bulan lamanya tersangka Tommy tidak langsung dilakukan penyidikan dan pemeriksaan dan belum juga ditahan. Bahkan Dirut AP I Tommy Soetomo belum diperiksa oleh penyidik. Bahkan penetapan tersangka kedua ini dilakukan secara diam-diam
Dalam kasus ini, Hendra Liem diduga kuat melakukan pemalsuan dokumen dalam mengurus impor lima unit Damkar tersebut. PT Scientek Computindo sebagai pelaksana pengadaan memakai jasa pihak ketiga khususnya untuk memperoleh dokumen Pemberitaan Impor Barang. Salah satunya lewat PT Merah Delima.
Lima unit Damkar yang bermasalah ini rencananya akan ditempatkan di Bandara Yogyakarta, Semarang, Solo, Makassar dan Manado.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kalijodo Bakal Digusur, PSK Tak Dapat Rusun

Kalijodo Bakal Digusur, PSK Tak Dapat Rusun
(Sumber Foto: Jakarta100bars.com )

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI akan menggusur kawasan prostisusi Kali Jodoh Tambora Jakarta Barat awal tahun 2015. Setidaknya ada enam RT seluas empat hektar yang akan ditertibkan.
Saat ini Pemprov DKI sedang mendata dan melihat warga yang memiliki sertifikat atau girik maka akan diberikan ganti rugi. Sementara bagi warga yang menduduki lahan negara akan dipindahkan ke rumah susun (rusun). 
Namun warga yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) tidak akan mendapatkan fasilitas rusun. 
“Kalau yang prostitusi kan yang kontrakan-kontrakan. Yang dipindah ke rusun yang punya keluarga di situ bukan PSK. Kalau prostitusinya ditutup,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah di Jakarta, Senin (24/11).
Lanjut Saeful, lahan yang akan ditertibkan mencapai empat hektar. Rencananya, lahan tersebut akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan jalan inspeksi. Sebab, RTH di Jakarta masih kurang, yakni belum mencapai 10 persen. Padahal sebagai kota besar, harusnya Jakarta memiliki RTH mencapai 30 persen dari total luas lahan.
“Kami lagi giat-giatnya membuat jalan inspeksi di manapun kami terobos, kalau jalan inspeksi diduduki. Kami juga ingin menambah RTH karena RTH Jakarta masih berkisar 10 persen. Padahal, idealnya sebuah kota itu harusnya memiliki RTH seluas 30 persen dari total luas kota,” ungkapnya.
Lokasi yang akan ditertibkan menyebar di enam RT, yang terdiri dari satu RT di Jakarta Barat dan lima RT di Jakarta Utara.
“Sekarang kami lagi potret wilayahnya dulu. Mereka duduk di atas lahan siapa dulu,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Besok, Kenaikan Tarif Angkutan Umum Rp1.000 Diberlakukan

Jakarta, Aktual.co —Mulai besok, Selasa (25/11), tarif baru angkutan umum di DKI Jakarta yang naik Rp1.000, akan mulai diberlakukan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait perubahan tarif angkutan umum sudah disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Pergub itu sudah ditandatangani oleh Pak Gubernur. Kenaikan tarif hanya berlaku untuk kendaraan-kendaraan ekonomi saja,” kata Saefullah di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (25/11).
Kata dia, kenaikan tarif sesuai dengan usulan dari Dinas Perhubungan DKI, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), yaitu sebesar Rp1.000.
“Kenaikan tarif yang sudah disetujui adalah Rp1.000 atau menjadi Rp4.000 untuk semua jenis angkutan ekonomi. Di antaranya mikrolet, KWK, bus sedang dan bus besar. Sementara itu, tarif untuk pelajar juga ditetapkan Rp1.000,” ujar Saefullah.
Selanjutnya, dia menuturkan sampai dengan saat ini, untuk tarif angkutan umum non ekonomi yang baru masih belum ditetapkan karena pihak Organda DKI belum menyampaikan usulan.
“Kenaikan tarif angkutan non ekonomi, seperti Kopaja AC dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) masih menggunakan tarif lama, karena Organda DKI belum mengajukan besaran kenaikan,” tutur Saefullah.
Sementara itu, dia mengungkapkan didalam Pergub yang ditandatangani itu tidak dibahas mengenai kenaikan tarif angkutan massal bus Transjakarta.
“Karena bus Transjakarta sudah mendapatkan subsidi dari Pemprov DKI. Disamping itu, bus Transjakarta kan tidak pakai Bahan Bakar Minyak (BBM), tapi Bahan Bakar Gas (BBG), sehingga tidak terlalu berpengaruh,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain