17 April 2026
Beranda blog Halaman 41875

Anggaran Miliaran, Tak Pantas Pompa Air DKI Banyak Rusak

Jakarta, Aktual.co —Keseriusan dan kesiapan Pemprov DKI  mengantisipasi banjir di Ibukota memasuki musim penghujan mulai diragukan oleh masyarakat.
Menyusul ditemukannya 141 pompa atau sekitar 25,41 persen dari pompa milik DKI yang rusak. Padahal hujan sudah mulai turun dan sebagian wilayah DKI juga sudah ada yang sudah terendam banjir. 
“Belum nanti jika hujan mengalami puncaknya,” ujar Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) Mohammad Syaiful Jihad, di Jakarta, Selasa (25/11).
Sedangkan, kata dia, JPS mencatat DKI sudah menyediakan  anggaran yang cukup besar untuk pemeliharaan pompa air. Yakni sebesar Rp132,15 miliar. 
Dana sebesar itu untuk pengadaan suku cadang pompa Rp20 miliar, pemeliharaan dan operasional pompa stasioner, pompa mobile, pintu air dan saringan sampah Rp15,5 miliar.
Lalu untuk pengadaan bahan untuk operasional pompa Rp1,65 miliar, penggantian dan peningkatan sistem pompa Rp80 miliar, dan pemeliharaan sarana di rumah pompa pengendali banjir Rp15 miliar.
“Dengan anggaran demikian besar, maka seharusnya tidak ada alasan untuk menunda perbaikan 141 pompa air. Pelayanan publik harus dilaksanakan secara cepat dan sebaik-sebaiknya,” tegasnya.
Lagipula, kata dia, dengan begitu banyaknya pompa air yang rusak, semakin menguatkan keraguan publik terhadap upaya penanggulangan banjir di Jakarta. Sebagaimana yang terekam dalam Jajak Pendapat Jakarta Public Service (JPS) pada 4-11 Oktober 2014 lalu.
Dari 300 orang disurvei JPS, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di bidang penanggulangan banjir: sangat puas 6,67 persen, puas 24,67 persen, tidak puas 51 persen, sangat tidak puas 11,33 persen, dan tidak tahu/tidak menjawab 6,33 persen. 
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum DKI menyebutkan dari 555 pompa air di DKI, sebanyak 141 pompa air yang terdiri dari pompa stasioner, pompa mobile, dan pompa underpass dalam kondisi rusak. 
Perinciannya, 45 pompa di Jakarta Barat, 20 pompa di Jakarta Pusat, 41 pompa di Jakarta Selatan, 7 pompa di Jakarta Timur, dan 28 pompa di Jakarta Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Tunggu Waktu yang Tepat Tahan Hadi Poernomo

Jakarta, Aktual.co — Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Hadi Poernomo yang merupakan bekas Direktur Jenderal Pajak tahun 2002-2004 ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, terkait permohonan keberatan Bank Central Asia pada 21 April 2014.
Penetapan Hadi oleh KPK pun bertepatan diujung karirnya sebagai Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan. KPK dalam hal ini menetapkan Hadi setelah melakukan kajian selama hampir setahun pada 13 Maret 2004, Direktorat PPh menerbitkan surat yang berisi hasil telaah mereka atas keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA. Surat tersebut berisi kesimpulan PPh bahwa pengajuan keberatan pajak BCA harus ditolak.
Namun, pada 18 Juli 2004, Hadi selaku Dirjen Pajak ketika itu justru memerintahkan Direktur PPh untuk mengubah kesimpulan. Melalui nota dinas tertanggal 18 Juli 2004, Hadi diduga meminta Direktur PPh untuk mengubah kesimpulannya sehingga keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA diterima seluruhnya.
Pada hari itu juga, Hadi diduga langsung mengeluarkan surat keputusan ketetapan wajib pajak nihil yang isinya menerima seluruh keberatan BCA selaku wajib pajak. Dengan demikian, tidak ada lagi waktu bagi Direktorat PPh untuk memberikan tanggapan yang berbeda atas putusan Dirjen Pajak tersebut.
Selain itu, Hadi diduga mengabaikan adanya fakta materi keberatan yang diajukan bank lain yang memiliki permasalahan sama dengan BCA. Pengajuan keberatan pajak yang diajukan bank lain tersebut ditolak. Namun, pengajuan yang diajukan BCA diterima, padahal kedua bank itu memiliki permasalahan yang sama.
Namun demikian, sekian fakta yang sudah dibeberkan oleh lembaga yang dipimpin oleh Abraham Samad cs itu, belum juga menindaklanjuti perkara tersebut. Alih-alih lembaga tersebut mengklaim terus melakukan penyidikan atas kasus tersebut.
Bahkan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas memastikan bakal segera melakukan penahanan terhadap Hadi Poernomo, namun Busyro mengaku sampai saat ini lembaganya masih menunggu waktu yang tepat untuk menjerat Hadi dalam kasus tersebut.
“Kemudian akan mengaitkan saksi-saksi itu sampai pada alasan untuk menentukan kapan akan menahan Hadi Poernomo pada saat yang tepat,” kata Busyro kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/11).
Busyro pun mengaku     , belum melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi lain untuk melengkapi berkas yang menguatkan status Hadi Poernomo sebagai tersangka dikasus tersebut. “Saksi masih ada yang belum dipanggil,” kata dia.
Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika BCA mengajukan keberatan pajak atas transaksi non performance loan (kredit bermasalah) sekitar 17 Juli 2003. Nilai transaksi bermasalah PT Bank BCA ketika itu sekitar Rp 5,7 triliun.
Setelah melakukan kajian selama hampir setahun, pada 13 Maret 2004, Direktorat PPh (pajak penghasilan) menerbitkan surat yang berisi hasil telaah mereka atas keberatan pembayaran pajak yang diajukan PT Bank BCA.
Surat tersebut berisi kesimpulan PPh bahwa pengajuan keberatan pajak BCA harus ditolak. Namun, pada 18 Juli 2004, Hadi selaku Dirjen Pajak ketika itu justru memerintahkan Direktur PPh untuk mengubah kesimpulan.
KPK menjerat Hadi dengan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Atas perbuatan Hadi ini, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp 375 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Meski Harga Naik, Kuota BBM Subsidi Tetap Jebol

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mengatakan, meski harga BBM Subsidi naik potensi jebolnya kuota BBM subsidi tetap masih besar. Pasalnya, harga minyak jenis ini baru dinaikkan jelang akhir tahun sehingga konsumsi BBM subsidi hanya dapat ditekan 300.000 kiloliter (KL).

“Sebelum ada kenaikan harga BBM atau sebelum 18 November kemarin, kita hitung-hitung jatah BBM subsidi akan defisit sebanyak 1,9 juta KL,” ujar  Hanung Budya di Jakarta Utara, Selasa (25/11).

Akan tetapi, lanjutnya, setelah ada kenaikan harga BBM Rp2.000 per liter, diperkirakan ada penurunan defisit jatah BBM subsidi sebanyak 1,6-1,7 juta KL.

“Setelah naik Rp2.000 per liter kita hitung-hitung prognosa over kuota sebesar 1,6-1,7 juta KL. Jadi dengan kenaikan harga BBM, ada penghematan atau penurunan konsumsi 200.000-300.000 KL sampai akhir tahun ini,” ungkapnya.

Hanung menegaskan bahwa pihaknya memperkirakan jatah BBM subsidi akan habis sekitar tanggal 20 Desember. Akan tetapi masyarakat diharapkan tidak panik karena Pertamina telah memastikan stok BBM cukup hingga akhir tahun.

“Awalnya di tanggal 20-an ya, mundur beberapa hari saja. Tapi nggak usah khawatir tentang kuota. Pertamina jamin pasokan BBM subsidi tetap ada. Nanti Kementerian Keuangan akan rapat dengan Pertamina untuk hitung-hitungan kuota, berapa dana subsidi yang diperlukan untuk tambahan kuota,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Melawan Lupa: Film ‘Aikomonikeye’ Kisahkan Keserakahan PT Freeport

Jakarta, Aktual.co — Sebuah film dokumenter ‘Aikomonikeye’ menceritakan tentang ketidakadilan yang didapat ribuan pegawai Freeport di Papua, ditayangkan di event ‘Documentary Days 2014’ di Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI), Depok, pada Selasa (25/11). Festival film yang mengusung tema ‘Voice of The Voiceless Speaking on Behalf of the Unheard’ tersebut disaksikan oleh puluhan mahasiswa dan masyarakat umum.

Di film dokumenter ini memperlihatkan, bahwa apa yang didapatkan oleh para buruh sangat tidak sebanding dengan pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari. Selain itu, disana resiko kecelakaan di lapangan sangatlah tinggi. Bahkan, hampir setiap hari laporan kecelakaan buruh terjadi, seperti beberapa buruh yang dibunuh saat bekerja dan mayatnya dibuang ke dalam gua, dan sebagainya.

Dalam film tersebut juga mengisahkan, bagaimana para buruh berusaha mendapatkan hak mereka. Ada beberapa buruh yang sudah pensiun tidak mendapatkan dana pensiun yang menjadi hak mereka di hari tua. Mirisnya, beberapa dari mereka adalah pekerja yang sudah mengabdi selama puluhan tahun, dan hanya dibayarkan uang pensiun dengan hitungan kerja di bawah sepuluh tahun.

Video amatir pada film itu juga menghadirkan kontak senjata antar buruh dan aparat keamanan hingga tewasnya seorang buruh, terkena peluru tajam. Sangat miris, bila Anda menyaksikan video amatir yang diambil oleh Aris Trismana seorang dokumenter maker yang membuat film ini.

Aris sengaja mengambil judul ‘‘Aikomonikeye’ untuk menghormati bahasa local Papua. “Itu salah satu suku di Papua. Kalau diartikan perjuangan tanpa lelah. Atau dapat berarti habis gelap terbitlah terang,” kata Aris di sela-sela diskusi.
Ia mengaku, memproduksi film ini tidak direncanakan dengan matang. “Kita kumpulkan dari berbagai sumber. Kita juga hanya berada di Timika dan Jayapura. Waktunya hanya 7-8 hari. Bagi seorang praktisi film itu merupakan waktu yang sangat singkat,” bebernya kepada penonton yang kebetulan hadir saat itu.

Untuk diketahui, PT Freeport berdiri pada tahun 1967 dan sudah banyak meraup keuntungan. Namun di Indonesia sebagai tempat maraup laba malah dirugikan terutama pegawai PT Freeport itu sendiri dan khususnya masyarakat Papua. Hal tersebut membuat seluruh pegawai PT Freeport tidak terima dan melakukan mogok kerja pada tahun 2011 tepatnya pada tanggal 15 September 2011. Ribuan buruh pekerja di Freeport mendapatkan gaji yang tidak sesuai dengan yang seharusnya mereka dapatkan, padahal Freeport sendiri sudah mendapatkan keuntungan selama puluhan tahun. Tapi, tidak sebanding saat manajemen Freeport memutuskan menaikkan gaji buruh di lapangan.

Sebelum para karyawan Freeport melakukan pemogokan kerja, mereka sempat mengambil foto keadaan terakhir sebelum mereka tinggalkan. Setelah itu pihak Freeport mengadakan diskusi untuk mengambil keputusan atas kesejahteraan para buruh Freeport. Namun, akhirnya pihak Freeport hanya bisa menaikan salary sekitar 25 persen untuk buruh kasarnya. Kemudian, kondisi di Papua memburuk karena penolakan Freeport terhadap tuntutan buruh.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina: Konsumsi Pertamax Meningkat 40 Persen

Jakarta, Aktual.co — Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya mengatakan bahwa pasca naiknya harga BBM bersubsidi, konsumsi pertamax dalam beberapa hari terakhir meningkat hingga 40 persen.

“Konsumsi pertamax dalam beberapa hari ini naik hingga 40 persen karena sebagian masyarakat beralih ke BBM non subsidi setelah kenaikan harga BBM,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta Utara, Selasa (25/11).

Akibat tingginya permintaan pertamax, lanjut dia, membuat Pertamina harus menambah stok impor BBM sebanyak 800.000 barel per hari pada Desember nanti.

“Desember kita impor pertamax tambahan sebanyak 3-4 kargo di mana satu kargonya 200.000 barel,” ujarnya.

Hanung menambahkan, Pertamina juga akan menambah tangki-tangki timbun BBM khusus pertamax di beberapa terminal BBM di Indonesia.

“Yang jelas pasokan BBM aman, Pertamax cukup hingga 40 hari lebih,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pelatih Filipina Gembira Kalahkan Indonesia 4-0

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Filipina, Thomas Dooley, mengaku sangat gembira karena timnya bisa lolos ke semifinal. Ini setelah mereka mengalahkan Indonesia dengan skor telak 4-0.

“Para pemain sejak babak pertama bisa mengendalikan permainan sehingga dapat melakukan serangan dengan baik,” kata Dooley usai pertandingan di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (25/11).

Dengan kemenangan tersebut, menurut Dooley, tentunya timnya lebih tenang untuk pertandingan melawan tuan rumah Vietnam.

Namun Dooley mengatakan timnya tetap akan tampil maksimal ketika bertanding melawan tuan rumah.

Meski demikian, pelatih asal Amerika Serikat itu, mengaku tidak akan menurunkan beberapa pemain intinya yang bertanding melawan Indonesia.

“Hanya beberapa pemain yang masih cedera setelah pertandingan hari ini yang kemungkinan tidak dipasang,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain