17 April 2026
Beranda blog Halaman 41942

Jaga Jakarta dan Damai Sepanjang Hari

Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pencegahan Teroris ( FKPT ) melakukan aksi damai saat Car Free Day, di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (23/11/2014). Dalam aksinya FKPT mengajak masyarakat untuk Jaga Jakarta dan Damai Sepanjang Hari. AKTUAL/MUNZIR

Aksi Melindungi Anak dari Tindak Kekerasan

Masyarakat dan Komnas Anak melakukan aksi Kampanye untuk melindungi anak saat acara memeriahkan Hari anak Internasional ke 25, di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Minggu (23/11/2014). Acara yang diusung oleh Parental Control Movement dan Komnas Anak, menghidupkan kembali permainan tradisional anak seperti Egrang, Galaksin, Congklak, Engklek (Tap Batu), Otok-Otok, dll di acara Car Free Day. AKTUAL/MUNZIR

Copet Tertangkap Tangan di Acara CFD

Polisi mengamankan seorang copet yang tertangkap saat beraksi di acara Car Free Day, di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Minggu (22/11/2014). Dalam aksinya copet ini mengambil sebuah Handphone milik seorang peserta Car Free Day dan tertangkap tangan oleh massa yang langsung menyerahkan ke Pospol Bunderan HI. AKTUAL/MUNZIR

Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa dan Batalkan Perpres No 51/2014

Masyarakat yang tergabung dalam For Bali melakukan aksi ” Bali Tolak Reklamasi “, di acara Car Free Day, Bunderan HI, Jakarta, Minggu (23/11/2014). Mereka menuntut pemerintah membatalkan Peraturan Presiden No 51/2014 yang dinilai akan dapat dijadikan dasar hukum reklamasi dan pemanfaatan Teluk Benoa oleh investor. AKTUAL/MUNZIR

Where is Our Access? Mempertanyakan Akses Bagi Penyandang Disabilitas

Jakarta, Aktual.co — Setelah sebelumnya membuat 4 film, Kampung Halaman kembali membuat film yang akan tampil di Documentary Days 2014 berjudul ‘Dimana Akses Kami’.
Documentary Days 2014 ini digelar Badan Otonom Economica Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI). Tema yang diusungnya adalah ‘Voice of Voiceless, Speaking on Behalf of The Unheard’. 
Bagaimana sinopsis film ‘Dimana Akses Kami’ atau Where is Our Access, ada baiknya menyimak sekelumit ceritanya berikut ini. 
Jakarta menjadi kota idaman bagi kebanyak orang dengan segala kemegahannya dan segala fasilitas umum seperti busway, jembatan penyeberangan hingga akses kendaraan umum yang mudah bagi sebagian banyak orang.
Tapi semua fasilitas tersebut belum dapat memberi akses bagi Mbak Ira ­seorang tuna runggu­ dan banyak disabilitas lainnya yang tinggal di Jakarta. Sebagai seorang arsitek freelance, Mbak Ira selalu memikirkan akses bagi disabilities di setiap rancangannya.
Singkatnya, Mbak Ira bersama teman-temannya yang juga menyandang disabilitas terketuk hatinya untuk melakukan kegiatan. Utamanya menyangkut solusi bagi penyandang disabilitas mendapatkan akses yang layak ditengah-tengah masyarakat.
Bagaimana kisahnya? Temukan jawabannya dalam film ini secara lebih lengkap.

Artikel ini ditulis oleh:

Reklamasi 17 Pulau di Utara Jakarta Segera Dimulai

Jakarta, Aktual.co — Direktur PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan, reklamasi di Utara Jakarta diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp 200 triliun dan ditangani oleh pihak swasta sebagai pengembang. Proyek ini masih dalam tahap penyelesaian kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
Beberapa pihak swasta yang akan menjalankan proyek tersebut adalah PT Pelindo, PT Manggala Krida Yuda, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Jakarta Propertindo, PT Muara Aisesa Samudra, PT Saladri Ekapaksi, dan PT Kapuk Naga Indah.
Reklamasi 17 pulau ini bertujuan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota pantai, menahan banjir rob, dan mencegah penurunan muka tanah serta mempertahankan sumber air baku.
“Rata-rata untuk penanganan satu meternya akan menelan Rp 3 sampai Rp 4 juta dengan las rata0rata satu pulau sekitar 350 hektar,” ucap Sumadi.
17 pulau tersebut akan dilangkapi kanal-kanal untuk menahan air laut dan juga sistem pengolahan air limbah agar tidak mencemari lingkungan. Reklamasi dibagi menjadi tiga zona, yaitu barat, tengah, dan timur.
Zona barat meliputi Pantai Mutiara, Pantai Hijau di Pluit serta Muara Angke dan Pantai Indah Kapuk. Zona tengah meliputi Muara Baru, Sunda Kelapa, Ancol, Tanjung Priuk. Sedangkan zona timur meliputi Tanjung Priuk hingga Marunda.
Proyek reklamasi 17 pulau di utara Jakarta merupakan bagian dari megaproyek Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Reklamasi ini membentang sepanjang garis pantai Jakarta pada areal sepanjang 32 km dengan lebar rata-rata 2 km sampai kedalaman 8 m dengan kebutuhan bahan urugan sebanyak 330 juta meter kubik.
Kawasan ini diperkirakan dapat menampung 1,7 juta jiwa. Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menolaj proyek tersebut dan mengajukan gugatan pada pihak pengembang. Namun, pada 2011 melalui keputusan Peninjauan Kembali, Mahkamah Agung menyatakan proyek ini legal dan dapat diteruskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain