13 April 2026
Beranda blog Halaman 42611

FIFA Beri Tenggat Waktu Pada NFF Untuk Selesaikan Masalah

Jakarta, Aktual.co — Federasi Sepakbola Dunia (FIFA), memberikan tenggat waktu hingga Jumat (30/10), kepada federasi sepak bola Nigeria (NFF), untuk menyelesaikan masalah hukumnya. Hal itu diberikan untuk memberikan kesempatan terakhir untuk menghindari sanksi panjang.

FIFA mengatakan bahwa jika perintah pengadilan federal, yang menggugurkan dan membatalkan pemilihan ketua NFF terkini tidak dicabut, maka Nigeria akan diskors dari sepak bola internasional, setidaknya sampai akhir Mei.

Seandainya hal itu terjadi, maka juara Afrika itu, yang mencapai fase 16 besar pada Piala Dunia tahun ini, tidak akan dapat mempertahankan gelar mereka pada Piala Dunia di Maroko yang akan dimainkan pada Januari dan Februari.

Pengadilan Tinggi Jos mengumumkan bahwa pengambilan suara NFF yang berlangsung pada September, yang memutuskan Amaju Pinnick sebagai presiden, dinyatakan batal dan gugur, sehingga mengembalikan otoritas sepak bola negeri itu kembali ke dalam krisis.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa FIFA telah diinformasikan oleh NFF mengenai perintah yang diberikan oleh Pengadilan Tinggi Federal, yang membatalkan pemilihan-pemilihan NFF… dan bahwa orang-orang yang sama mengklaim memiliki legitimasi pada pemilihan sebelumnya mengokupasi kantor-kantor NFF,” demikian pernyataan FIFA, Rabu (29/10).

“Kami juga diinformasikan bahwa kekuatan-kekuatan keamanan mencegah presiden NFF untuk pergi ke Namibia, di mana ia seharusnya mewakili NFF pada pertandingan final di Kejuaraan Putri Afrika,” tambah pernyataan itu.

FIFA mengatakan bahwa “untuk memberi kesempatan terakhir kepada sepak bola Nigeria untuk dapat menghindari sanksi panjang,” pihaknya akan memberi waktu sampai Jumat untuk membuktikan bahwa perintah pengadilan telah dicabut dan “bahwa dewan yang terpilih pada 30 September dapat melakukan aktivitas-aktivitasnya tanpa gangguan apapun.”

Artikel ini ditulis oleh:

Ketum The Jakmania: Tidak Ada Kata Damai dengan Viking

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum The Jakmania, Lariko Ranggamone, meminta pihak Persib Bandung, tidak menyertakan pendukung fanatiknya, Viking ke Jakarta. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Maung Bandung, sudah dipastikan lolos ke babak semifinal Indonesia Super League (ISL), setelah mengumpulkan poin yang tidak bisa dikejar oleh tim-tim lawannya di Grup N. Dan pertandingan tersebut, rencananya akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 4 November mendatang.

“Tidak ada kata damai dengan Viking dan Bobotoh. Jangan sampai kerusuhan antar suporter, menambah citra buruk sepakbola di Indonesia,” kata Lariko ketika dihubungi Aktual.co, Rabu (29/10).

Ditegaskan Lariko, saat ini sepakbola Indonesia telah dirundung masalah yang mencoreng sepakbola dalam negeri, karena praktek “sepakbola gajah” yang dilakukan oleh PSIS Semarang dengan PSS Sleman.

Oleh sebab itu, Lariko tidak ingin dunia sepakbola Indonesia kembali tercoreng dengan adanya kerusuhan antar suporter di Jakarta ketika pertandingan semifinal ISL nanti.

“Sudah ada ‘sepakbola gajah’, ‘sepakbola semut’, mau tambah perumpamaan apalagi. Yang jelek bukan hanya suporter, PSSI, PT Liga Indonesia, juga sepakbola Indonesia secara keseluruhan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Viking dengan The Jakmania memiliki sejarah yang kurang harmonis. Kedua pendukung sepakbola tersebut, kerap kali beradu fisik ketika kedua kesebelasan bertemu.

Namun pada saat pertandingan semifinal nanti, The Jakmania, akan menjadi tuan rumah, karena Persija Jakarta tidak lolos ke babak delapan besar ISL.

Dan pada babak semifinal nanti, Persib akan bertemu dengan Arema Cronus, yang juga masing-masing pendukungnya bermusuhan.

Artikel ini ditulis oleh:

Perjudian Marak di Tangerang dan Bekasi

Jakarta, Aktual.co —Wilayah penyangga Jakarta, yakni Tangerang dan Bekasi, ternyata merupakan daerah yang dianggap rawan kasus perjudian.
Hal itu terungkap dari hasil operasi yang dilakukan Polda Metro Jaya dengan melibatkan semua Polres dan Polsek di wilayah itu selama seminggu.
“Berdasarkan data selama operasi yang dilakukan dalam sepekan lalu kami melihat ada empat wilayah yang rawan kasus perjudian, antara lain Kabupaten dan Kota Tangerang kemudian Kabupaten dan Kota Bekasi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Heru Pranoto di Jakarta, Rabu (29/10).
Dari total 279 kasus yang berhasil diungkap, rinciannya 49 kasus di Kabupaten Tangerang, 29 kasus ada di Kota Tangerang, 39 kasus berada di Kabupaten Bekasi, dan 28 kasus di Kota Bekasi.
“Kasus perjudian yang terjadi rata-rata adalah jenis toto gelap (togel) dan bola karena judi jenis ini yang paling diminati warga di daerah tersebut,” ujar Heru.
Para tersangka kasus itu ternyata merupakan aktor lama yang telah berulang kali tersandung kasus yang sama.
Heru menampik adanya kemungkinan pemberian perlindungan dari oknum petugas kepada para pelaku. Sanksi tegas akan diberikan apabila ada anak buahnya yang kedapatan melakukan hal itu.
“Seperti diketahui para tersangka memang ditangkap di tempat yang biasa jadi target operasi yang telah kami petakan namun berkaitan tentang pemberian perlindungan yang membuat nyaman para pelaku perjudian itu, saya tegaskan tidak ada praktik kolusi di sini jika ada oknum yang melakukannya akan kami tindak tegas,” katanya.
Dari operasi yang dilakukan oleh semua tingkatan kepolisian dari polsek, polres dan polda sendiri selama lima hari sejak kamis (23/10) hingga Senin (27/10) tersebut berhasil dijaring 610 orang tersangka dan mengamankan 34 item barang bukti dengan nilai sekitar Rp91.7 juta lebih.
Dalam kasus tindakan perjudian tersebut para tersangka dikenakan pasal Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

PSIS Belum Terima Surat Keputusan dari Komdis

Jakarta, Aktual.co — Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, telah menjatuhkan hukuman diskualifikasi kepada PSIS Semarang dan PSS Sleman, Selasa (28/10). Hukuman ini terkait “sepakbola gajah” yang dipraktekkan kedua kesebelasan itu.

CEO PSIS Semarang, Yoyo Sukawi, mengaku belum menerima surat keputusan tersebut dari Komdis PSSI.

“Kita tunggu surat tersebut bagaiamana, tetapi kita tahunya setelah Pak Hinca (Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan) memberikan keterangan pers di Jakarta,” katanya di Semarang, Rabu (29/10).

Menurut Yoyok, langkah yang akan diambil pihaknya untuk menyikapi hukuman tersebut, tentu menunggu surat tersebut keluar dari Komdis PSSI dan timnya juga akan menyesuaikan dengan keputusan tersebut.

Namun, kata Yoyok, untuk saat ini, pihaknya hany menerima hukuman itu.

“Kami menerima dan menghormati keputusan itu, karena kami merupakan bagian dari PSSI,” katanya menegaskan.

Pertandingan babak delapan besar kompetisi sepak bola Divisi Utama antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman, Minggu (26/10), untuk menentukan juara grup yang maju ke babak empat besar ditandai dengan kejadian lima gol bunuh diri dan kedudukan akhir pertandingan itu adalah 3-2 untuk PSS Sleman.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Pengganti Sutan Sukarnotomo

Jakarta, Aktual.co — Peraih suara terbanyak nomor dua pada Pemilihan Umum Legislatif 2014 dari Partai Demokrat, Mukhniarty Basko, berpeluang besar menjadi anggota DPR RI menggatikan Sutan Sukarnotomo yang telah karena meninggal.
“Karena pemenang suara terbanyak Dapil I Riau meninggal dunia, secara kepartaian Ibu Eti (panggilan Mukhniarty Basko) memiliki peluang yang besar untuk duduk di Senayan,” kata Ketua tim sukses pemenangan, Dheni Kurnia di Pekanbaru, Rabu (29/10).
Menurut dia, pihaknya sudah mengetahui informasi kemalangan yang menimpa anggota Dapil I Riau tersebut dari media. Kejadian ini disikapi dengan baik oleh tim sukses pemenangan dengan mempersiapkan berkas kelengkapan milik Mukhniarty Basko untuk diajukan ke KPU Riau.
Menurut dia, secara undang-undang telah diatur jika seorang berhalangan melanjutkan tugasnya karena sesuatu hal, salah satunya meninggal dunia, maka dalam 14 hari berikutnya otomatis akan digantikan oleh pemenang suara nomor dua.
“Setelah beliau meninggal, secara mutlak Ibu Eti sebagai pengganti,” kata dia.
Meski demikian, menurut dia, masih perlu proses pelengkapan administrasi yang harus dilakukan dalam waktu yang ditentukan agar bisa dinyatakan resmi.
“Untuk itu hal menuju ke arah sana sudah di lakukan, kita berharap Ibu Eti bisa dilantik bersamaan dengan PAW yang berasal dari partai lain karena duduk sebagai menteri pada kabinet,” kata dia.
Menurut dia, pihaknya optimistis bahwa Mukhniarty Basko bersedia duduk di Senayan, kecuali dibatalkan oleh berbagai hal yang datangnya langsung dari diri pemenang nomor dua Dapil Riau I tersebut, seperti sakit parah, meninggal dunia dan sebagainya.
“Namun sejauh ini saya sudah berbincang dengan Ibu Eti beliau siap sebagai PAW,” katanya.
Berbicara kesiapan Mukhniarty Basko, menurut dia, pihaknya sudah mengajukan berkas persetujuan ke Partai Demokrat Riau. Selanjutnya akan diteruskan ke DPP Partai Demokrat. Setelah itu akan diajukan ke Komisi Pemilihan Umum Riau.
“Kita sudah memasukkan berkas dan berharap selesai semua dalam 5 hari,” kata dia.
Terkait persiapan yang dilakukan, kata dia, sejauh ini tidak ada hal khusus yang akan dilakukan, hanya tinggal menunggu persetujuan berkas.
Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Sutan Sukarnotomo meninggal dunia pada Selasa (28/10) dinihari sekitar pukul 00.15 WIB di rumah dinasnya Kalibata, Jakarta Selatan. Anggota dewan dari daerah pemilihan Riau I itu meninggal di usia 66 tahun karena sakit.

Artikel ini ditulis oleh:

CEO PSIS Semarang: Hukuman Komdis Terlalu Berat

Jakarta, Aktual.co — CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengaku hukuman yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada klubnya, itu terlalu berat. Hukuman itu adalah, diskualifikasi dari kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014.

Meski demikian, Yoyok mengaku, tetap menghormati apa yang telah diputuskan oleh Komdis PSSI buat klubnya itu.

“Hukuman itu memang terlalu berat, tetapi kami menerima dan menghormati keputusan tersebut, karena kita merupakan bagian dari PSSI,” kata Yoyok Sukawi di Semarang, Rabu (29/10).

Dalam pertandingan terakhir babak delapan besar DU, antara PSS Sleman kontra PSIS Semarang, yang diselenggarakan di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Minggu (26/10), diwarnai dengan gol bunuh diri dari masing-masing kesebelasan, dengan skor akhir 3-2 untuk PSS Sleman.

Dan banyak kalangan menilai, pertandingan tersebut sebagai pertandingan “sepakbola gajah” yang mencederai azas fair play dalam olahraga, khususnya sepakbola.

Dengan kejadian tersebut, Yoyok mengaku bersalah dalam kejadian tersebut. “Yang salah saya dan bukan pemain atau pelatih atau manajemen tim. Saya yang bertanggung jawab,” katanya.

Yoyok mengatakan, kalau melihat ke belakang, tidak ada rencana untuk melakukan hal itu (gol bunuh diri). “Keputusan sudah dijatuhkan dan tidak bisa banding, jadi kita mau menyelamatkan bagaimana lagi?,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain