Sejumlah mahasiswa mengecat badanya dengan tulisan "Anti Militerisme" berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (21/5/2014). Mereka menyerukan kepada masyarakat untuk menolak capres dari militer maupun pro terhadap militer. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah mahasiswa mengecat badanya dengan tulisan "Anti Militerisme" berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (21/5/2014). Mereka menyerukan kepada masyarakat untuk menolak capres dari militer maupun pro terhadap militer. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah mahasiswa mengecat badanya dengan tulisan "Anti Militerisme" berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (21/5/2014). Mereka menyerukan kepada masyarakat untuk menolak capres dari militer maupun pro terhadap militer. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah mahasiswa mengecat badanya dengan tulisan "Anti Militerisme" berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (21/5/2014). Mereka menyerukan kepada masyarakat untuk menolak capres dari militer maupun pro terhadap militer. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah mahasiswa mengecat badanya dengan tulisan “Anti Militerisme” berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (21/5/2014). Mereka menyerukan kepada masyarakat untuk menolak capres dari militer maupun pro terhadap militer. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anak berseragam pramuka melintas baliho kesederhanaan Capres Jokowi yang menghiasi Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014). Baliho tersebut menunjukkan harga kemeja, celana, dan sepatu yang biasa dikenakan Jokowi. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anak berseragam pramuka melintas baliho kesederhanaan Capres Jokowi yang menghiasi Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014). Baliho tersebut menunjukkan harga kemeja, celana, dan sepatu yang biasa dikenakan Jokowi. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anak berseragam pramuka melintas baliho kesederhanaan Capres Jokowi yang menghiasi Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014). Baliho tersebut menunjukkan harga kemeja, celana, dan sepatu yang biasa dikenakan Jokowi. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anak berseragam pramuka melintas baliho kesederhanaan Capres Jokowi yang menghiasi Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014). Baliho tersebut menunjukkan harga kemeja, celana, dan sepatu yang biasa dikenakan Jokowi. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anak berseragam pramuka melintas baliho kesederhanaan Capres Jokowi yang menghiasi Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014). Baliho tersebut menunjukkan harga kemeja, celana, dan sepatu yang biasa dikenakan Jokowi. Aktual/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.co —20 Mei 1908 adalah hari yang bersejarah bagi dunia pergerakan. Karena pada tanggal itu, terlahir sebuah organisasi pemuda “Budi Utomo” yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji, yang digagas oleh oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Berangkat dari sejarah itulah Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menggelar acara untuk memperingati Hari Kebangkitan nasional dengan tema, “Jalan Kebangkitan” bertempat di Bhirawa Ballrooom, Bidakara Hotel, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selasa (20/5)
Pada sambutan pertama, Ian Zulfikar diberikan kesempatan mewakili Ketua Presidium PPI Anas Urbaningrum untuk membacakan surat yang ditulisnya.
Dalam suratnya mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan bahwa sejarah hanya bersama orang-orang yang berani dan mampu mengambil sikap karena sejarah yang sejati tidak bersama orang-orang yang berlindung dibalik ketakutan.
Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia, yang kemudian menjadi peristiwa bersejerah yang kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Cawapres Jusuf Kalla (JK), disambut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, (kedua kanan), Sekjen PKB Imam Nahrawi (kanan), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Juru Bicara Capres Jokowi, Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU Ida Fauziah (kiri), saat akan melakukan rapat konsiliasi di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (20/5/2014). PKB malam ini mengundang JK untuk memberikan pembekalan pada kader. PKB juga akan ajak JK blusukan ke pelosok daerah. Dan keliling bersama tokoh kiai dan ulama di bawah. Aktual/Tino Oktaviano
Cawapres Jusuf Kalla (JK), disambut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, (kedua kanan), Sekjen PKB Imam Nahrawi (kanan), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Juru Bicara Capres Jokowi, Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU Ida Fauziah (kiri), saat akan melakukan rapat konsiliasi di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (20/5/2014). PKB malam ini mengundang JK untuk memberikan pembekalan pada kader. PKB juga akan ajak JK blusukan ke pelosok daerah. Dan keliling bersama tokoh kiai dan ulama di bawah. Aktual/Tino Oktaviano
Cawapres Jusuf Kalla (JK), disambut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, (kedua kanan), Sekjen PKB Imam Nahrawi (kanan), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Juru Bicara Capres Jokowi, Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU Ida Fauziah (kiri), saat akan melakukan rapat konsiliasi di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (20/5/2014). PKB malam ini mengundang JK untuk memberikan pembekalan pada kader. PKB juga akan ajak JK blusukan ke pelosok daerah. Dan keliling bersama tokoh kiai dan ulama di bawah. Aktual/Tino Oktaviano
Cawapres Jusuf Kalla (JK), disambut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, (kedua kanan), Sekjen PKB Imam Nahrawi (kanan), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Juru Bicara Capres Jokowi, Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU Ida Fauziah (kiri), saat akan melakukan rapat konsiliasi di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (20/5/2014). PKB malam ini mengundang JK untuk memberikan pembekalan pada kader. PKB juga akan ajak JK blusukan ke pelosok daerah. Dan keliling bersama tokoh kiai dan ulama di bawah. Aktual/Tino Oktaviano
Cawapres Jusuf Kalla (JK), disambut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, (kedua kanan), Sekjen PKB Imam Nahrawi (kanan), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Juru Bicara Capres Jokowi, Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU Ida Fauziah (kiri), saat akan melakukan rapat konsiliasi di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (20/5/2014). PKB malam ini mengundang JK untuk memberikan pembekalan pada kader. PKB juga akan ajak JK blusukan ke pelosok daerah. Dan keliling bersama tokoh kiai dan ulama di bawah. Aktual/Tino Oktaviano
Cawapres Jusuf Kalla (JK), disambut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, (kedua kanan), Sekjen PKB Imam Nahrawi (kanan), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Juru Bicara Capres Jokowi, Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU Ida Fauziah (kiri), saat akan melakukan rapat konsiliasi di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (20/5/2014). PKB malam ini mengundang JK untuk memberikan pembekalan pada kader. PKB juga akan ajak JK blusukan ke pelosok daerah. Dan keliling bersama tokoh kiai dan ulama di bawah. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan (tengah) didampingi Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan Direktur Eksekutif Toto Riyanto (kanan) memberikan keterangan pers tentang sikap Partai di Jakarta, Selasa (20/5/2014). Partai Demokrat secara definitif memutuskan untuk bersikap netral dan tidak berkoalisi dengan Partai manapun. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan (tengah) didampingi Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan Direktur Eksekutif Toto Riyanto (kanan) memberikan keterangan pers tentang sikap Partai di Jakarta, Selasa (20/5/2014). Partai Demokrat secara definitif memutuskan untuk bersikap netral dan tidak berkoalisi dengan Partai manapun. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan (tengah) didampingi Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan Direktur Eksekutif Toto Riyanto (kanan) memberikan keterangan pers tentang sikap Partai di Jakarta, Selasa (20/5/2014). Partai Demokrat secara definitif memutuskan untuk bersikap netral dan tidak berkoalisi dengan Partai manapun. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan (tengah) didampingi Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan Direktur Eksekutif Toto Riyanto (kanan) memberikan keterangan pers tentang sikap Partai di Jakarta, Selasa (20/5/2014). Partai Demokrat secara definitif memutuskan untuk bersikap netral dan tidak berkoalisi dengan Partai manapun. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan (tengah) didampingi Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan Direktur Eksekutif Toto Riyanto (kanan) memberikan keterangan pers tentang sikap Partai di Jakarta, Selasa (20/5/2014). Partai Demokrat secara definitif memutuskan untuk bersikap netral dan tidak berkoalisi dengan Partai manapun. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan (tengah) didampingi Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan Direktur Eksekutif Toto Riyanto (kanan) memberikan keterangan pers tentang sikap Partai di Jakarta, Selasa (20/5/2014). Partai Demokrat secara definitif memutuskan untuk bersikap netral dan tidak berkoalisi dengan Partai manapun. Aktual/Tino Oktaviano
Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyapa kader dan simpatisan diatas mobil seusai mendaftar untuk mengikuti Pilpres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, dan PBB. Aktual/Tino Oktaviano
Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyapa kader dan simpatisan diatas mobil seusai mendaftar untuk mengikuti Pilpres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, dan PBB. Aktual/Tino Oktaviano
Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyapa kader dan simpatisan diatas mobil seusai mendaftar untuk mengikuti Pilpres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, dan PBB. Aktual/Tino Oktaviano
Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyapa kader dan simpatisan diatas mobil seusai mendaftar untuk mengikuti Pilpres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, dan PBB. Aktual/Tino Oktaviano
Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyapa kader dan simpatisan diatas mobil seusai mendaftar untuk mengikuti Pilpres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, dan PBB. Aktual/Tino Oktaviano
Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyapa kader dan simpatisan diatas mobil seusai mendaftar untuk mengikuti Pilpres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, dan PBB. Aktual/Tino Oktaviano
Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyapa kader dan simpatisan diatas mobil seusai mendaftar untuk mengikuti Pilpres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, dan PBB. Aktual/Tino Oktaviano
Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyapa kader dan simpatisan diatas mobil seusai mendaftar untuk mengikuti Pilpres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, dan PBB. Aktual/Tino Oktaviano
Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyapa kader dan simpatisan diatas mobil seusai mendaftar untuk mengikuti Pilpres 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, Golkar, dan PBB. Aktual/Tino Oktaviano