17 April 2026
Beranda blog Halaman 43109

Menteri Energi Jokowi Mesti Nasionalistik!



Jakarta, Aktual.co —Perlunya satu gagasan yang terintegrasi dalam konteks ketahanan nasional menjadi pilihan terakhir yang diharapkan pada siapapun nanti  yang akan menempati posisi strategis pada pemerintahan baru. Selain perlunya kontra skema, memperjelas strategi kepemimpinan nasional juga menjadi hal yang penting. Hal itu dikatakan oleh Pengamat geopolitik ekonomi dari Global Future Institute (GFI) Hendrajit, pada agenda seminar bertema “Menuju Ketahanan Nasional NKRI di Bidang Pertahanan, Energi, dan Pangan.” yang diselenggsarakan oleh Global Future Institute (GFI)  di Wisma Dariah, Jakarta selatan, Kamis, 9 September 2014.
Kemudian Hendrajit, coba mencontohkan,dengan melihat dari sudut pandang perbandingan Undang-Undang Migas NO. 8 Tahun 1971 dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 2001. Hal itu membuat pandangan kita terhadap peran strategis Pertamina untuk melihat kembali profil para dirutnya. Dan menariknya, menurut Hendrajit,  nama-nama calon Dirut Pertamina maupun calon Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bermunculan adalah nama-nama yang  memiliki rekam jejak yang buruk serta memiliki kepentingan pada korporasi global, yang diantaranya adalah, seperti Darwin Silalahi, President Direktur PT. Shell Indonesia,  Taslim Z Yunus, kader dari Petrocina dan CNOOC, kemudian Triharyo Susilo yang akrab disapa Hengki, alumni Institute Teknologi  Bandung (ITB) yang dicopot oleh Dahlan Iskan dari jabatanya sebagai komisaris Pertamina karena memiliki persengkongkolan bisnis terkait  tender pembangunan RFCC Kilang Cilacap (Proyek Cilacap).
Ditempat yang sama Research Associate GFI, Agus Setiawan juga menegaskan, bahwa nama-nama yang muncul untuk dicalonkan sebagai Dirut Pertamina serta Menteri ESDM memiliki hubungan dengan kepentingan asing. Maka menurutnya, jika sejumlah nama itu memiliki posisi strategis pada sektor migas, tentunya akan sangat berbahaya, dan dapat dipastikan kebijakan yang akan dibuat akan selalu mengarah kepada kepentingan asing. 

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Usai Menang di Parlemen, Koalisi Merah Putih Syukuran

Tokoh Koalisi Merah Putih, Amien Rais (kiri), Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (dua kiri), Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (dua kanan) dan Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung saat menghadiri acara Syukuran Koalisi Merah Putih (KMP) di Jakarta, Jumat (10/10/2014). Syukuran Koalisi Merah Putih (KMP) tersebut dalam rangka menyapu bersih kemenangan di Parlemen. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Dolar AS Menguat Kembali terhadap Rupiah

Seorang pekerja menghitung uang dolar disebuah kantor penukaran uang di Jakarta, Jumat (10/10/2014). Hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Sementara mata uang negara-negara berkembang (emerging markets) cenderung menguat. Rupiah di posisi Rp 12.207 per dolar AS. Melemah dibandingkan kemarin yaitu Rp 12.190 per dolar AS. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Pembukaan Bali Democracy Forum (BDF)

Presiden SBY, Sultan Brunei, PM Timor Leste, dan Presiden Filipina, pada pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) VII, di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (10/10/2014). Forum bertukar pendapat dan pengalaman untuk mempromosikan perdamaian dan demokrasi itu dihadiri empat kepala negara/pemerintahan, sejumlah menteri atau wakil menteri luar negeri negara di Asia-Pasifik. AKTUAL/Abror/presidenri.go.id

Selama Tiga Hari Berturut-turut KPK Periksa Nazaruddin

Terpidana mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin akan menjalani pemeriksaan oleh penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Jumat (10/10/2014). Nazaruddin akan diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan sekaligus Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games Rizal Abdullah dalam sus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet Jakabaring. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Pilihan Ekonomi yang Dihadapi Presiden Baru

Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tandjung (kanan) didampingi penulis buku Raden Pardede memberikan penjelesan saat konferensi pers seusai peluncuran buku Double Digit Growth di Jakarta, Kamis (9/10/2014). Pusat Transformasi Kebijakan Publik meluncurkan buku yang berjudul “ pilihan ekonomi yang dihadapi presiden baru “ menjadi hal yang prioritas pemerintahan baru dengan menggenjot pertumbuhan ekonomi. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain