9 Januari 2026
Beranda blog Halaman 43151

Hercules Berganti Wajah

Jakarta, Aktual.co —

Siapayang tidak mengenal nama Hercules, mantan penguasa Tanah Abanglembah gelap tak bertuan. Hercules mulai menancapkan kekuasanya di pusat garmen terbesar di AsiaTenggara ini pada penghujung tahun 80an, bersama grupnya Hercules malang melintang di dunia gelap ibu kotasebagai preman yang sangat di segani.

Tapikini,  Hercules Rosario Marshal  tinggal menyisakan wajah sangarnya saja,  jauh didalam hati dan prilaku bertolakbelakang 180 derajat dengan kehidupan liarnya yang sudah di tinggalkan di akhirtahun 90an.  Sekarang mantan preman  ini hidup bersahaja  dan turun ke masyarakat untuk berbagi dengansesama.

Tidakseperti tokoh – tokoh lain yang menjadi malaikat dadakan,  atau orang yanglatah sebagai dermawan karena di ekspos media.  Bersama Gerakan RakyatIndonesia baru yang di dirikan pada tahun 2001, Hercules sudah  turun denganberbagai bantuan sejak tsunami Aceh. Hampir di setiap musibah kebakaran, GRIB  selalu ada untukpendampingan dan pemberi bantuan.

Tidakhanya bantuan korban bencana,  Herculesbersama GRIB nya mempunyai misi yang lebih mulia,  yaitu dunia pendidikan.  Beberapa sekolah yang di miliki Herculesmempunyai program gratis bagi siswa yang kurang mampu,  serta berbagai beasiswa untuk program lanjutan.

Politik Dan Kekuatan Media Sosial

Jakarta, Aktual.co — Pada akhir-akhir ini penggunamedia sosial berkembangsangat pesat,  media sosialterbukti berhasil merebut hati masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya dalammendapatkan informasi danberkomunikasi.

Indonesia menduduki peringkat ke 5 pengguna sosial media  di dunia, penggunaan media sosial bukan lagihanya sekedar percakapan pertemanan namun sudah membahas tentang isu-isu politik,  kebijakan pemerintah, prilaku para public figure yang positif maupun yang negatif.  Fenomena ini terjadi diawali kesuksesan Barrack Obama dalammelancarkan kampanyepolitiknya,  dan dari  dalam negeri ada calon Hakim Agung,  Daning Sanusiyang karena komentarnya di hujat sedemikian rupa sehingga bisa mempengaruhiputusan fraksi – fraksi di DPR untuk menolaknya menjadi Hakim Agung.

Pengguna media sosial di Indonesi berjumlah 50 juta account lebih, atau sekitar 20 % dari total jumlah penduduk Indonesia . Karena begitu besarnya jumlah pengguna mediasocial di Indonesia ,maka berbagai tokoh politik,partai, public figure memanfaatkannya untuk menyampaikan berbagai informasi danberbagai isu untuk mendongkrak elektabilitasnya. Persaingan isu antar partai dan antar tokohpolitik juga sudah di manage  dan di desain oleh tim masing-masing untuk keperluan dankepentinganya.

Media sosial diyakini mampu mempengaruhi para pemilihsecara umum,  ini bisa dibuktikan dengan Pilkada DKI,  walaupunberbagai lembaga survey menyatakan Foke-Nara secaraelektabilitas diatas Jokowi-Ahok,  akan tetapi trending topic di media socialposisi Jokowi-Ahok lebih tinggi di banding kandidatlainya dan akhirnya Jokowi  lah yang mampu menduduki kursi DKI 1, fenomena ini juga sekaligus meninggalkanpertanyaan di masyarakat  tentangakurasi lembaga survey.

Hariman Siregar : “Ini Revolusi Yang Kita Inginkan”.

Jakarta, Aktual.co —

Empat belas tahunsudah perjalanan reformasi indonesia, namun apa yang dihasilkan, kekacauanpolitik dan ekonomi nasional yang kian parah. Rakyat tenggelam dalam kemiskinandan penderitaan lahir batin. Sementara elite politik sibuk berpesta poramerampok kekayaan dan uang negara. Pada saat yang sama modal asing denganleluasa menguasai seluruh sendi-sendi kehidupan ekonomi dan sosial.

Alhasil bangsa initerseret jalannya, terombang ambing tanpa tujuan dan menjadi embel-embel bangsalain. Pada saat yang sama elite politik parpol mabuk dalam pesta pora korupsi,tenggelam dalam kerusakan moral yang kian parah. Jika keadaan ini terusberkelanjutan maka niscaya bangsa Indonesia lama kelamaan akan tenggelam lenyapditelan sejarah.

Rapat Pleno KPU Pengambilan Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2014

Jakarta, Aktual.co —

Walaupun di tengah rencana gugatan partai – partai yang tidak lolosverivikasi, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia akhirnya tetap menggelarrapat pleno pengambilan nomor urut partai peserta pemilu 2014 . 

Rapat pleno di ikuti 10 partai nasionaldan 3 partai lokal ,  setelah Ketua KPU Husni Kamil Malik membuka dan mengetuk palu tanda rapatpleno pengambilan nomor urut partai peserta pemilu 2014 dinyatakan dibuka untukumum,  maka secara bergantian setiap Ketua dan Sekjen partai kontestan maju kedepan mengambil no urut partai secarabergantian.  Dan akhirnya nomor urut partai peserta pemilu 2014 akhirnya punditetapkan,  no.urut 1 Partai Nasional Demokrat ,  no.2 Partai Kebangkitan Bangsa,  no.3 Partai Keadilan Sejahtera,  no.4 PDIP,  no.urut 5 Partai Golkar,  no. 6 Gerindra,  no 7. PartaiDemokrat,  no. 8 PAN,  no. 9 Partai Persatuan Pembangunan,  dan no. urut 10 Partai Hanura . 

Sedangkan 3 partai lokal Aceh mendapat giliran pengambilan  no. urut  di sesion kedua,  no. urut 11 Partai Damai Aceh,  no. urut 12 Partai Nasional Aceh, dan yangterakhir no. urut 13 Partai Aceh . Semua partisipan partai peserta pemilu 2014 nampak bersuka citamenyambut no urut masing-masing yang mereka dapatkan .

Kudeta Putih

Jakarta, Aktual.co —

Setiap detik bumi ibu pertiwi dikeruk, dihisap kekayaanya, tapi bukan oleh putra-putranya, melainkan olehtangan-tangan asing yang dengan cerdasnya mencengkram kekayaan bumi pertiwitanpa disadari oleh para pewarisnya. Di awali dengan dalih meningkatkanpertumbuhan ekonomi, pemerintah dengan giatnya mencari investor keluar negeri,berbagai peraturan di buat untuk memikat para investor supaya berinvestasi diindonesia tanpa mempertimbangkan efek jangka panjangnya, yang lebih memprihatinkanlewat tangan IMF dan Bank Dunia mereka ikut membuat dan mengawal draf peraturanyang mereka susun untuk disahkan menjadi undang-undang.

Museum Batik dan Tekstil: Rumah Adibusana Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Museum batik dan tekstil pada awalnya adalah rumah pribadi seorang warga negara Perancis, yang kemudian dijual kepada seorang konsul Turki. Kepemilikan selanjutnya beralih kepada Karel Christian Crucq. Di masa Revolusi gedung ini digunakan sebagai markas BKR. Departemen Sosial akhirnya membelinya untuk dijadikan sebagai cagar budaya, sebelum akhirnya  pada 28 Juni 1976, gedung ini diresmikan sebagai Museum Tekstil oleh Ibu Tien Soeharto dengan disaksikan oleh Ali Sadikin selaku Gubernur DKI Jakarta.

 

Berita Lain