12 April 2026
Beranda blog Halaman 43320

Anas Batal Datang ke KPK

Juru Bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Ma’mun Murod (kanan), didampingi mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cilacap, Tridianto (kiri), menjawab pertanyaan wartawan seputar tidak hadirnya Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (7/1/2014). Ma’mun Murod mengatakan Anas Urbaningrum enggan memenuhi panggilan pemeriksaan lantaran belum bisa memahami status tersangka yang ditetapkan KPK. Aktual/Tino Oktaviano

Setya Novanto Diperiksa KPK Sepuat Perkara Sengketa Pilkada Lebak

Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto duduk dilobi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (7/1/2014), saat memenuhi panggilan KPK. Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar yang menjadi tersangka di kasus suap penanganan perkara sengketa Pilkada Kabupaten Lebak dan Kabupaten Gunung Mas di MK. Aktual/Tino Oktaviano

PT Pertamina Revisi Harga Elpiji Non Subsidi 12 Kg menjadi Rp.1.000 per Kg

Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan (kedua kanan) bersama Komisaris Utama PT Pertamina Sugiharto (kanan) dan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya (kedua kiri) saat mengelar jumpa pers berkaitan dengan penyesuaian harga LPG 12 Kg Non Subsidi di Kantor Pusat PT Pertamina, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2014). PT Pertamina secara resmi merevesi kenaikan harga Elpiji Non Subsidi 12 Kg menjadi sebesar Rp.1.000 nett per Kg, sehingga kenaikan harga per tabung non subsidi 12 Kg rata-rata Rp.14.200 per tabung. Dengan demikian harga per tabung Elpiji non subsidi 12 Kg ditingkat agen menjadi berkisar antara Rp.89.000 hinga Rp.120.100 terhitung mulai 7 Januari 2014 pukul 00.00 WIB. Aktual/Tino Oktaviano

Muhammadiyah Akan Luruskan Kiblat Bangsa



Jakarta, Aktual.co —Visi Negara Indonesia sebenarnya sudah dituangkan para pendiri bangsa dalam Pembukaan UUD 45, Indonesia yang merdeka, bersatu, adil, makmur, maju dan berdaulat. Ide Indonesia yang maju setidaknya sudah disebutkan dalam Pembukaan UUD 45 dalam 2 frasa, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Alasan itulah yang menggerakan Muhammadiyah untuk meluruskan kiblat bangsa Indonesia ke depan, yang dikemas dalam pengajian bulanan dalam tema “Visi Indonesia Masa Depan”(3/1).
Kedaulatan Indonesia dalam bidang energi, telekomunikasi dan perbankan semakin menurun. Lebih dari 50 persen pihak asing menguasai ke tiga bidang tersebut. Muhammadiyah berharap calon pemimpin Indonesia kedepan mampu menjaga kedaulatan NKRI dalam segala bidang, serta mampu memanifestasikan visi yang ada dalam pembukaan UUD 45. 

Dua Istri LHI Kembali Jenguk Suami di Rutan KPK

Foto combo Istri ketiga Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) Darin Mumtazah (kiri) dan istri kedua LHI Lusi Tiarani Agustine (kanan), datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/1/2014), saat akan menjenguk LHI. Keduanya akan mengunjungi suaminya, terdakwa kasus korupsi dan pencucian uang, Lutfi Hasan Ishaaq (LHI) di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan. Aktual/Tino Oktaviano

Anggota Komwas Partai Demokrat Diperiksa KPK Terkait Kasus Anas

Anggota Komisi Pengawas Partai Demokrat Suaidi Marasabessy datang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2014). Suaidi mengatakan, dirinya diperiksa KPK seputar perannya yang telah memeriksa beberapa kader Demokrat terkait pelaksanaan kongres. Disinyalir, ada permainan uang di dalam kongres tersebut. Selain itu pemeriksaan sebagai saksi bagi mantan Ketum Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi proyek Hambalang.Selain Suaidi, KPK juga memeriksa Yosep Badoeda dan Ahmad Yahya. Aktual/Tino Oktaviano

Berita Lain