11 April 2026
Beranda blog Halaman 43326

Libur Panjang Jalan tol Jakarta-Cikampek Padat

Kondisi Ruas jalan tol km 8 Jakarta-Cikampek, Kamis 26 Desember 2013 dipadati kendaraan yang hendak menuju luar kota. Memasuki musim liburan Natal dan libur sekolah, cukup banyak warga Jakarta dan sekitarnya yang mengisi waktu liburan di kampung halaman, seperti di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Aktual/Bagas Triputro

Banjir di Kawasan Bekasi Timur, Underpass Terputus

Beberapa anak bermain digenangan air yang merendam underpass pasar baru kota Bekasi, Kamis 26 Desember 2013. Hingga pagi ini, underpass Pasar Baru, Bekasi Timur, terputus. Air masih menggenangi jalan hingga setinggi satu meter. Jalan ini merupakan akses menuju Duren Jaya-Pasar Baru dan sebaliknya. Aktual/Bagas Triputro

“Refleksi Akhir Tahun 2013 dan Perspekstif 2014” DPD

Ketua DPD Irman Gusman menyampaikan Pidato pada “Refleksi Akhir Tahun 2013 dan Perspekstif 2014” di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/12/2013). Dalam Pidatonya Irman Gusman menyampaikan beberapa hal yang dinilai sebagai keberhasilan DPD seperti amandmen lanjutan UUD 1945 yang tidak hanya mengembalikan fungsi optimal DPD sebagai bagian Legislatif yang memiliki kewenangan setara dengan DPR namun juga mengajukan konsep amandemen yang komprehensif untuk penyempurnaan sistem ketatanegaran, serta upaya mendorong terbentuknya Daerah Otonomi Khusus dan Daerah Otonomi Baru sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan pensejahteraan ekonomi rakyat. Aktual/Tino Oktaviano

Bank BNI Tetap Beroperasi di 111 Outlet

Petugas teller PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk menggunakan aksesoris natal saat melayani nasabah yang melakukan transaksi di kantor Pusat BNI Jakarta, Selasa (24/12/2013). Bank BNI tetap beroperasi secara terbatas di 111 outlet yang tersebar di 14 wilayah BNI guna melayani nasabah saat cuti bersama natal pada 26 Desember. Aktual/Tino Oktaviano

Misa Natal Katedral

Ribuan jemaat padati gereja katredal untuk mengikuti Misa Natal malam hadir juga Gubernur Joko Widodo untuk memberikan ucapan selamat Natal dan memberikan sumbangan di Gereja Katedral, Jakarta (24/12/2013). Ratusan pengamanan gabunngan TNI-POLRI juga mengaman kan kegiatan misa natal agar berjalan hikmat dan aman. Aktual/Roni Kuncoro

PPI Nilai Pemerintah



Jakarta, Aktual.co —Sudah menjadi kelaziman menjelang akhir tahun, berbagai Ormas, Instansi dan LSM menggelar acara yang bertema refleksi akhir tahun. Wacana introspeksi dan menilai pemerintahan setahun kebelakang sudah menjadi sajian utama setiap acara refleksi akhir tahun dengan berbagai perspektif. Pun demikian dengan Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).
PPI yang selama ini rutin mengadakan diskusi setiap hari jum’at, menggelar diskusi terakhirnya di tahun 2013 dengan tema Pandangan Akhir Tahun (20/12). Berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara diberi catatan oleh para fungsionaris PPI.
Hukum di Indonesia mengalami turbolensi yang di akibatkan oleh maraknya impor produk hukum asing yang ditransplantasi ke dalam sistem hukum di Indonesia tanpa ada penyesuaian dengan karakter masyarakat Indonesia. Moralitas penegakan hukum bergerak ke arah berlawanan dengan kehendak dasar konstitusi. Praktek tebang pilih, rekayasa bukti, naluri menghukum tanpa nurani telah melumpuhkan fungsi hukum sebagai sarana keadilan.
Dalam bidang politik, PPI juga memberikan pandanganya. Indonesia menjadi Negara demokrasi dengan tingkat kebebasan yang sangat tinggi tapi tidak diikuti dengan kultur politik demokrasi. Kultur politik feodalistik masih sangat kuat menjadi pola sikap dan prilaku para politisi. Kompetisi politik liberal yang padat modal lebih mementingkan pencitraan dan kekuatan suara telah mengeringkan roh demokrasi. Kompetisi demokrasi yang harusnya kontestasi gagasan dan pemikiran telah diberhangus oleh kontestasi demokrasi liberal.
Ormas yang digawangi Anas Urbaningrum itu juga menyoroti bidang ekonomi selama setahun kebelakang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkisar 5,6 % memang mendapat pujian dari komunitas internasional. Ironisnya, pertumbuhan ekonomi yang membanggakan itu bukan ditopang investasi melainkan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi. Semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar bisa menjadikan badai krisis ekonomi, mengingat Indonesia mengalami devisit perdagangan setiap tahunnya. Kesenjangan ekonomi masyarakat semakin melebar, menandakan tidak berjalannya pemerataan ekonomi.

Berita Lain