6 April 2026
Beranda blog Halaman 43364

TNI, Budaya Demokrasi dan Pemilu 2014

Jakarta, Aktual.co — Bersamaan dengan momentum HUT TNI ke 68, ormas Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI) menyelenggarakan diskusi tentang “TNI, Budaya Demokrasi dan Pemilu 2014”.
Anas selaku motor dari Ormas PPI mengutarakan maksud dan tema diadakan diskusi tersebut, untuk memeriahkan HUT TNI ke 68  yang kalah popular dibanding isu kasus MK dan isu APEC. Selain itu Anas juga memberi ruang untuk mendiskusikan posisi TNI di alam demokrasi Indonesia.
Pada Pemilu 1955, TNI yang waktu itu masih bernama Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) diberikan hak politik untuk memilih, namun pada PEMILU berikutnya dan sampai sekarang hak  TNI untuk memilih dicabut.
Banyak kalangan, baik politisi maupun akademisi tidak merekomendasikan untuk memberikan hak memilih pada TNI, karena TNI sudah mempunyai hak istimewa.

Pengesahan Ketua Komisi III DPR

Dari kiri ke kanan, Anggota Komisi III Saan Mustopa, Wakil Ketua Komisi III Al Muzzammil Yusuf, Ketua Komisi III DPR terpilih Pieter C Zulkifli Simabuea dan Anggota Komisi III Ruhut Sitompul berbincang sebelum pengesahkan menjadi Ketua Komisi III, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (8/10/2013). Pieter diajukan oleh Fraksi Demokrat menggantikan Gede Pasek Suardika setelah Calon yang diajukan Fraksi Demokrat sebelumnya, Ruhut Sitompul mengundurkan diri. Aktual/Tino Oktaviano

BI Rate di Level 7,25 Persen

Gubenur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan) didampingi Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara (kiri) memberikan keterangan pers saat mengelar jumpa pers terkait hasil rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Selasa (8/10/2013). Hasil rapat Bank Indonesia (BI) hari ini menetapkan, suku bunga acuan pada Oktober tak berubah atau bertahan di level 7,25%. Pada bulan lalu dan BI mengumumkan kebijakan ekstrem dengan menaikkan suku bunga acuan dari sebelumnya 7% pada Agustus 2013 menjadi 7,25% pada September 2013. Aktual/Tino Oktaviano

Foto Ekslusif Bunda Putri Bersama Kolega

Bunda Putri tampak sedang didalam kendaraan. Foto:Aktual.co

Satya Yudha : Tata Kelola Migas Indonesia Rawan

Jakarta, Aktual.co —Tata kelola migas di Indonesia sudah sedemikian rumit untuk di optimalkan, para stake holder berjalan sendiri – sendiri tanpa mempunyai kesamaan tujuan. Pertamina sebagai perusahaan migas negara tidak mampu mengoptimalkan kepercayaan yang diberikan pemerintah, sehingga pemerintah berpaling ke KKKS multinasional.

Direct Negotiation yang dilakukan pemerintah dengan KKKS multinasional bukanya menjadi solusi tetapi menambah permasalahan di tata kelola migas nasional.

Simak Selengkapnya dalam Aktual Energi bersama Satya Widya Yudha, M.Sc

Barang Sitaan KPK

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurunkan barang sitaan berupa meja makan dan kursi kayu milik bendahara umum PDIP, Olly Dondokambey di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/10/2013). Sejumlah barang yang disita KPK dari kediaman Olly di Manado, Sumatera Utara diduga terkait dugaan korupsi proyek kasus Hambalang. Aktual/Oke Dwi Atmaja

Berita Lain