Dari kiri ke kanan, Istri Hoegeng, Merry Roeslan, Ketua KPK Abraham Samad, Kapolri Jenderal Pol Sutarman dan Ketua PMI yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla, memperlihatkan buku 'Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan' saat peluncuran buku di Gramedia, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2013). Buku yang ditulis oleh wartawan Kompas, Suhartono ini didedikasikan untuk Almarhum mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso yang bercerita tentang kejujuran dan kiprahnya yang patut diteladani. Aktual/Tino Oktaviano
Istri Hoegeng, Merry Roeslan, memperlihatkan buku 'Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan' saat peluncuran buku di Gramedia, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2013). Buku yang ditulis oleh wartawan Kompas, Suhartono ini didedikasikan untuk Almarhum mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso yang bercerita tentang kejujuran dan kiprahnya yang patut diteladani. Aktual/Tino Oktaviano
Dari kiri ke kanan, Ketua KPK Abraham Samad, Kapolri Jenderal Pol Sutarman dan Ketua PMI yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla, memperlihatkan buku 'Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan' saat peluncuran buku di Gramedia, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2013). Buku yang ditulis oleh wartawan Kompas, Suhartono ini didedikasikan untuk Almarhum mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso yang bercerita tentang kejujuran dan kiprahnya yang patut diteladani. Aktual/Tino Oktaviano
Kapolri Jenderal Pol Sutarman (kedua kiri), berbincang dengan Istri Hoegeng, Merry Roeslan, saat peluncuran buku 'Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan' di Gramedia, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2013). Buku yang ditulis oleh wartawan Kompas, Suhartono ini didedikasikan untuk Almarhum mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso yang bercerita tentang kejujuran dan kiprahnya yang patut diteladani. Aktual/Tino Oktaviano
Kapolri Jenderal Pol Sutarman (kedua kiri), menyalami Istri Hoegeng, Merry Roeslan, saat menghadiri peluncuran buku 'Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan' di Gramedia, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2013). Buku yang ditulis oleh wartawan Kompas, Suhartono ini didedikasikan untuk Almarhum mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso yang bercerita tentang kejujuran dan kiprahnya yang patut diteladani. Aktual/Tino Oktaviano
Dari kiri ke kanan, Istri Hoegeng, Merry Roeslan, Ketua KPK Abraham Samad, Kapolri Jenderal Pol Sutarman dan Ketua PMI yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla, memperlihatkan buku ‘Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan’ saat peluncuran buku di Gramedia, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/11/2013). Buku yang ditulis oleh wartawan Kompas, Suhartono ini didedikasikan untuk Almarhum mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso yang bercerita tentang kejujuran dan kiprahnya yang patut diteladani. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja menyelesaikan perbaikan gorong-gorong di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Perbaikan tersebut merupakan antisipasi genangan air saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja menyelesaikan perbaikan gorong-gorong di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Perbaikan tersebut merupakan antisipasi genangan air saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja menyelesaikan perbaikan gorong-gorong di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Perbaikan tersebut merupakan antisipasi genangan air saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja menyelesaikan perbaikan gorong-gorong di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Perbaikan tersebut merupakan antisipasi genangan air saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja menyelesaikan perbaikan gorong-gorong di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Perbaikan tersebut merupakan antisipasi genangan air saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Komunitas Pecinta Iguana Jabodetabek (KPIJ) ikut meramaikan car free day Jakarta, Minggu (17/11/2013). Kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi untuk memperkenalkan iguana kepada masyarakat. Selama ini banyak orang yang belum tau dan belum pernah melihat secara dekat akan hewan reptil tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Komunitas Pecinta Iguana Jabodetabek (KPIJ) ikut meramaikan car free day Jakarta, Minggu (17/11/2013). Kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi untuk memperkenalkan iguana kepada masyarakat. Selama ini banyak orang yang belum tau dan belum pernah melihat secara dekat akan hewan reptil tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Komunitas Pecinta Iguana Jabodetabek (KPIJ) ikut meramaikan car free day Jakarta, Minggu (17/11/2013). Kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi untuk memperkenalkan iguana kepada masyarakat. Selama ini banyak orang yang belum tau dan belum pernah melihat secara dekat akan hewan reptil tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Komunitas Pecinta Iguana Jabodetabek (KPIJ) ikut meramaikan car free day Jakarta, Minggu (17/11/2013). Kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi untuk memperkenalkan iguana kepada masyarakat. Selama ini banyak orang yang belum tau dan belum pernah melihat secara dekat akan hewan reptil tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Komunitas Pecinta Iguana Jabodetabek (KPIJ) ikut meramaikan car free day Jakarta, Minggu (17/11/2013). Kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi untuk memperkenalkan iguana kepada masyarakat. Selama ini banyak orang yang belum tau dan belum pernah melihat secara dekat akan hewan reptil tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Komunitas Pecinta Iguana Jabodetabek (KPIJ) ikut meramaikan car free day Jakarta, Minggu (17/11/2013). Kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi untuk memperkenalkan iguana kepada masyarakat. Selama ini banyak orang yang belum tau dan belum pernah melihat secara dekat akan hewan reptil tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Komunitas Pecinta Iguana Jabodetabek (KPIJ) ikut meramaikan car free day Jakarta, Minggu (17/11/2013). Kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi untuk memperkenalkan iguana kepada masyarakat. Selama ini banyak orang yang belum tau dan belum pernah melihat secara dekat akan hewan reptil tersebut. Aktual/Tino Oktaviano
Seorang anggota Komunitas Musang Lovers menunjukkan musang pandan "Luwak" (Paradoxurus hermaphroditus) miliknya kepada pengunjung di kawasan jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Komunitas tersebut mengedukasi masyarakat untuk menyayangi musang, karena selama ini masyarakat beranggapan hewan tersebut adalah binatang liar yang membahayakan dan patut untuk diburu. Harga musang usia 3-4 bulan mereka dapatkan sekitar Rp250 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung jenis musang. Aktual/Tino Oktaviano
Seorang anggota Komunitas Musang Lovers menunjukkan musang pandan "Luwak" (Paradoxurus hermaphroditus) miliknya kepada pengunjung di kawasan jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Komunitas tersebut mengedukasi masyarakat untuk menyayangi musang, karena selama ini masyarakat beranggapan hewan tersebut adalah binatang liar yang membahayakan dan patut untuk diburu. Harga musang usia 3-4 bulan mereka dapatkan sekitar Rp250 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung jenis musang. Aktual/Tino Oktaviano
Seorang anggota Komunitas Musang Lovers menunjukkan musang pandan "Luwak" (Paradoxurus hermaphroditus) miliknya kepada pengunjung di kawasan jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Komunitas tersebut mengedukasi masyarakat untuk menyayangi musang, karena selama ini masyarakat beranggapan hewan tersebut adalah binatang liar yang membahayakan dan patut untuk diburu. Harga musang usia 3-4 bulan mereka dapatkan sekitar Rp250 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung jenis musang. Aktual/Tino Oktaviano
Seorang anggota Komunitas Musang Lovers menunjukkan musang pandan "Luwak" (Paradoxurus hermaphroditus) miliknya kepada pengunjung di kawasan jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Komunitas tersebut mengedukasi masyarakat untuk menyayangi musang, karena selama ini masyarakat beranggapan hewan tersebut adalah binatang liar yang membahayakan dan patut untuk diburu. Harga musang usia 3-4 bulan mereka dapatkan sekitar Rp250 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung jenis musang. Aktual/Tino Oktaviano
Seorang anggota Komunitas Musang Lovers menunjukkan musang pandan “Luwak” (Paradoxurus hermaphroditus) miliknya kepada pengunjung di kawasan jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Komunitas tersebut mengedukasi masyarakat untuk menyayangi musang, karena selama ini masyarakat beranggapan hewan tersebut adalah binatang liar yang membahayakan dan patut untuk diburu. Harga musang usia 3-4 bulan mereka dapatkan sekitar Rp250 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung jenis musang. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah peserta memeriahkan funwalk Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) di Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013). Peserta menempuh rute Monas-Jalan Medan Merdeka Selatan-Thamrin-Bundaran HI dan kembali ke Monas. GRES! merupakan program kampanye ekonomi syariah di Indonesia. Tujuan dari GRES! ini adalah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai gaya hidup, agar masyarakat menerapkan prinsip-prinsip Islami dalam kehidupan sehari-hari. Aktual/Tino Oktaviano
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo melepas peserta memeriahkan funwalk Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) di Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013). Peserta menempuh rute Monas-Jalan Medan Merdeka Selatan-Thamrin-Bundaran HI dan kembali ke Monas. GRES! merupakan program kampanye ekonomi syariah di Indonesia. Tujuan dari GRES! ini adalah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai gaya hidup, agar masyarakat menerapkan prinsip-prinsip Islami dalam kehidupan sehari-hari. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah peserta memeriahkan funwalk Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) di Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013). Peserta menempuh rute Monas-Jalan Medan Merdeka Selatan-Thamrin-Bundaran HI dan kembali ke Monas. GRES! merupakan program kampanye ekonomi syariah di Indonesia. Tujuan dari GRES! ini adalah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai gaya hidup, agar masyarakat menerapkan prinsip-prinsip Islami dalam kehidupan sehari-hari. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah peserta memeriahkan funwalk Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) di Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013). Peserta menempuh rute Monas-Jalan Medan Merdeka Selatan-Thamrin-Bundaran HI dan kembali ke Monas. GRES! merupakan program kampanye ekonomi syariah di Indonesia. Tujuan dari GRES! ini adalah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai gaya hidup, agar masyarakat menerapkan prinsip-prinsip Islami dalam kehidupan sehari-hari. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah peserta memeriahkan funwalk Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) di Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013). Peserta menempuh rute Monas-Jalan Medan Merdeka Selatan-Thamrin-Bundaran HI dan kembali ke Monas. GRES! merupakan program kampanye ekonomi syariah di Indonesia. Tujuan dari GRES! ini adalah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai gaya hidup, agar masyarakat menerapkan prinsip-prinsip Islami dalam kehidupan sehari-hari. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah peserta memeriahkan funwalk Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) di Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013). Peserta menempuh rute Monas-Jalan Medan Merdeka Selatan-Thamrin-Bundaran HI dan kembali ke Monas. GRES! merupakan program kampanye ekonomi syariah di Indonesia. Tujuan dari GRES! ini adalah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai gaya hidup, agar masyarakat menerapkan prinsip-prinsip Islami dalam kehidupan sehari-hari. Aktual/Tino Oktaviano
Sejumlah peserta memeriahkan funwalk Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) di Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2013). Peserta menempuh rute Monas-Jalan Medan Merdeka Selatan-Thamrin-Bundaran HI dan kembali ke Monas. GRES! merupakan program kampanye ekonomi syariah di Indonesia. Tujuan dari GRES! ini adalah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai gaya hidup, agar masyarakat menerapkan prinsip-prinsip Islami dalam kehidupan sehari-hari. Aktual/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.co — Dalam sejarah, bulan muharram memiliki tradisi panjang sebagai salah satu bulan suci. Selain sebagai pertanda pergantian tahun pada sistem kalender islam atau hijriah, ada berbagai kejadian penting di bulan muharram. Pada hari asyura Allah telah menyelamatkan Nabi Musa dan menenggelamkan tentara Fir’aun di laut merah, oleh sebab itu Nabi Musa berpuasa sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Sebab sejarah itulah Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya untuk berpuasa asyura pada hari ke 9 dan ke 10 di bulan muharram. Pemindahan arah kiblat dari Yerusalem ke Mekkah terjadi pada 16 muharram, wafatnya Imam Hussein yang merupakan cucu Nabi Muhammad SAW juga terjadi pada tanggal 10 muharam. Yahudi juga sangat mensucikan bulan muharram atau asyura, pada hari ke 10 di bulan asyura penganut yahudi menyebutnya sebagai hari Yom Kippur atau hari penebusan dosa. Pada hari yang sakral ini penganut yahudi akan bersembahyang dan berpuasa untuk menghapus dosa-dosa selama setahun yang lewat. Dalam tradisi Jawa 1 suro atau 1 muharam merupakan hari yang sangat sakral. Sebagai tahun baru jawa tidak diperingati dengan hura-hura atau pesta kembang api, melainkan dengan tafakur, tirakat, merenung dan introspeksi diri selama setahun kebelakang. Sultan Agung merupakan tokoh yang mengubah kalender jawa, dari penanggalan saka ke penanggalan hijriah dan menetapkan 1 suro berbarengan dengan 1 muharam sebagai tahun baru jawa. Untuk mengenang wafatnya Hussein bin Ali bin Abu Thalib, masyarakat Bengkulu melakukan upacara tradisional yang sering disebut perayaan tabot. Tabot berasal dari bahasa arab tabut yang secara harfiah berarti kotak kayu. Pada awalnya inti dari perayaan tabot adalah untuk mengenang upaya pemimpin syiah dan kaumnya untuk mengumpulkan potongan tubuh Hussein dan memakamkanya di padang karbala. Budaya tabot masuk ke Bengkulu dibawa oleh para pekerja pembuat benteng Malborought yang didatangkan Inggris dari India Selatan.