18 April 2026
Beranda blog Halaman 43413

Independensi & Industrialisasi Media

Jakarta, Aktual.co —Menjelang PEMILU 2014, independensi media mulai dipertanyakan. Beberapa media sudah menjadikan dirinya sebagai media propaganda untuk kelompoknya masing – masing. Bagi insan media propaganda bukan sesuatu hal yang tabu, mengingat subyektifitas media juga sangat di pengaruhi oleh para profesional didalamnya dan misi dari media tersebut.
Jasa media dalam mengawal bangsa Indonesia juga sangat besar dalam satu dekade belakangan ini, tidak hanya dalam hal demokrasi, hukum, pembangunan, sosial bahkan untuk kasus penyimpangan dan korupsi, beberapa media menciumnya lebih cepat dari pada aparat penegak hukum.
Keberpihakan media di Indonesia ke kelompok tertentu sudah terjadi sejak  zaman pergerakan kemerdekaan, dimana para pemuda masa itu menerbitkan surat khabar untuk menggerakan dan membakar semangat rakyat guna melawan penindasan. Di era tahun 60an ada “Harian Rakyat” yang menjadi corong dari Partai Komunis Indonesia.
Di era reformasi, dimana media mendapat kebebasan yang sangat luas, tantangan bagi insan media juga bertambah besar. Independensi dan industrialisasi media harus jalan beriringan walaupun karakter tersebut saling bertolak belakang. Maka unsur keberimbangan antara advertorial dan pengungkapan kebenaran  menjadi keharusan bagi media untuk menjaga keberlangsungannya.
Keberimbangan media juga sudah menjadi perhatian masyarakat, media yang tidak berimbang dalam menyampaikan berita maupun advertorial lambat laun akan ditinggalkan oleh masyarakat, mengingat ada ribuan media baik online, cetak, televisi dan radio menawarkan berbagai macam informasi. Masyarakat Indonesia sudah cerdas menentukan informasi yang ingin diketahui.

Airin Jenguk Suami

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany memberi keterangan pers di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2013). Airin menjenguk suaminya, Tubagus Chaeri Wardana, tersangka dugaan suap sengketa Pilkada Lebak yang ditahan KPK.Aktual/Oke Dwi Atmaja

KPK Sita Mobil Akil Mochtar

Petugas melihat mobil-mobil mewah hasil sitaan KPK dari rumah Akil Mochtar di Komplek Liga Mas, Pancoran Jakarta Selatan yang diparkir di gedung KPK di Jakarta, Rabu (9/10/2013). Tiga mobil mewah itu adalah Audi Q5, Crown Athlete dan satu Mercedes Benz S 350 diatas namakan sopir Akil bernama Daryono. Aktual/Oke Dwi Atmaja

TNI, Budaya Demokrasi dan Pemilu 2014

Jakarta, Aktual.co — Bersamaan dengan momentum HUT TNI ke 68, ormas Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI) menyelenggarakan diskusi tentang “TNI, Budaya Demokrasi dan Pemilu 2014”.
Anas selaku motor dari Ormas PPI mengutarakan maksud dan tema diadakan diskusi tersebut, untuk memeriahkan HUT TNI ke 68  yang kalah popular dibanding isu kasus MK dan isu APEC. Selain itu Anas juga memberi ruang untuk mendiskusikan posisi TNI di alam demokrasi Indonesia.
Pada Pemilu 1955, TNI yang waktu itu masih bernama Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) diberikan hak politik untuk memilih, namun pada PEMILU berikutnya dan sampai sekarang hak  TNI untuk memilih dicabut.
Banyak kalangan, baik politisi maupun akademisi tidak merekomendasikan untuk memberikan hak memilih pada TNI, karena TNI sudah mempunyai hak istimewa.

Pengesahan Ketua Komisi III DPR

Dari kiri ke kanan, Anggota Komisi III Saan Mustopa, Wakil Ketua Komisi III Al Muzzammil Yusuf, Ketua Komisi III DPR terpilih Pieter C Zulkifli Simabuea dan Anggota Komisi III Ruhut Sitompul berbincang sebelum pengesahkan menjadi Ketua Komisi III, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (8/10/2013). Pieter diajukan oleh Fraksi Demokrat menggantikan Gede Pasek Suardika setelah Calon yang diajukan Fraksi Demokrat sebelumnya, Ruhut Sitompul mengundurkan diri. Aktual/Tino Oktaviano

BI Rate di Level 7,25 Persen

Gubenur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan) didampingi Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara (kiri) memberikan keterangan pers saat mengelar jumpa pers terkait hasil rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Selasa (8/10/2013). Hasil rapat Bank Indonesia (BI) hari ini menetapkan, suku bunga acuan pada Oktober tak berubah atau bertahan di level 7,25%. Pada bulan lalu dan BI mengumumkan kebijakan ekstrem dengan menaikkan suku bunga acuan dari sebelumnya 7% pada Agustus 2013 menjadi 7,25% pada September 2013. Aktual/Tino Oktaviano

Berita Lain