Korban lumpur Lapindo yang tergabung dalam Konsorsium Pembaruan Agraria melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara di Jakarta, Selasa (28/5). Dalam aksinya mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintahkan BPLS segera menyelesaikan pembayaran jual beli kepada warga korban lumpur Lapindo yang belum dibayarkan sama sekali. Aktual/Tino Oktaviano
Korban lumpur Lapindo yang tergabung dalam Konsorsium Pembaruan Agraria melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara di Jakarta, Selasa (28/5). Dalam aksinya mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintahkan BPLS segera menyelesaikan pembayaran jual beli kepada warga korban lumpur Lapindo yang belum dibayarkan sama sekali. Aktual/Tino Oktaviano
Korban lumpur Lapindo yang tergabung dalam Konsorsium Pembaruan Agraria melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara di Jakarta, Selasa (28/5). Dalam aksinya mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintahkan BPLS segera menyelesaikan pembayaran jual beli kepada warga korban lumpur Lapindo yang belum dibayarkan sama sekali. Aktual/Tino Oktaviano
Korban lumpur Lapindo yang tergabung dalam Konsorsium Pembaruan Agraria melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara di Jakarta, Selasa (28/5). Dalam aksinya mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintahkan BPLS segera menyelesaikan pembayaran jual beli kepada warga korban lumpur Lapindo yang belum dibayarkan sama sekali. Aktual/Tino Oktaviano
Korban lumpur Lapindo yang tergabung dalam Konsorsium Pembaruan Agraria melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara di Jakarta, Selasa (28/5). Dalam aksinya mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintahkan BPLS segera menyelesaikan pembayaran jual beli kepada warga korban lumpur Lapindo yang belum dibayarkan sama sekali. Aktual/Tino Oktaviano
Di Sukabumi, bukan hanya Pantai Ujung Genteng yang terkenal akan keindahannya, tapi ada juga Pantai Pangumbahan yang terletak tidak jauh dari Pantai Ujung Genteng. Di Pantai Pangumbahan ini kita dapat menyaksikan penyu-penyu yang akan bertelur, tentu saja dengan terlebih dahulu mengambil nomor antrian dan didampingi oleh pemandu setempat. Untuk menyaksikan penyu-penyu ini bertelur, pengunjung harus sabar menunggu, apalagi jika bersamaan dengan hari libur, karena bisa dipastikan tempat ini akan sangat ramai. Seekor penyu bisa menghabiskan waktu dua jam untuk menyelesaikan “ritual”nya, pertama-tama penyu akan mencari lokasi untuk meletakkan telurnya, tapi terkadang penyu akan mencari lokasi lain apabila dia merasa terlalu banyak cahaya di tempat tersebut , hal ini dikarenakan penyu sangat sensitif terhadap cahaya. Setelah di rasa aman, penyu akan mulai menggali dan bertelur, di saat inilah pengunjung diperbolehkan melihat penyu dari dekat. Sekali bertelur, penyu bisa menghasilkan sekitar 100 butir telur dan penyu pada umumnya akan bertelur di tempat di mana dia lahir.
Pulau Rubiah , Tempat Wisata Paling favorit di Pulau WehPantai Iboih merupakan access point menuju Pulau Rubiah. Pulau Rubiah sendiri juga terkenal di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara yang gemar diving dan snorkling. Karena keadaan taman bawah laut Pulau Rubiah yang sangat indah dan masih banyak terumbu karang yang masih utuh, disamping itu variasi ikan yang berwarna warni dan indah masih banyak ditemukan, diantaranya Angel Fish, Lion Fish dan masih banyak lagi. Walaupun terumbu karang di Pulau Rubiah sedikit mengalami kerusakan akibat bencana Tsunami tahun 2004, keindahan alam bawah lautnya tidak mengurangi ketertarikan wisatawan untuk melihat keindahannya.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi pembicara dalam kuliah umum di Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/5). Hatta Rajasa menjelaskan mengenai reformasi politik ekonomi melalui peranan perguruan tinggi dalam kualitas SDM dan pengembangan IPTEK sebagai salah satu strategi utama MP3EI. Aktual/Tino Oktaviano
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi pembicara dalam kuliah umum di Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/5). Hatta Rajasa menjelaskan mengenai reformasi politik ekonomi melalui peranan perguruan tinggi dalam kualitas SDM dan pengembangan IPTEK sebagai salah satu strategi utama MP3EI. Aktual/Tino Oktaviano
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi pembicara dalam kuliah umum di Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/5). Hatta Rajasa menjelaskan mengenai reformasi politik ekonomi melalui peranan perguruan tinggi dalam kualitas SDM dan pengembangan IPTEK sebagai salah satu strategi utama MP3EI. Aktual/Tino Oktaviano
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi pembicara dalam kuliah umum di Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/5). Hatta Rajasa menjelaskan mengenai reformasi politik ekonomi melalui peranan perguruan tinggi dalam kualitas SDM dan pengembangan IPTEK sebagai salah satu strategi utama MP3EI. Aktual/Tino Oktaviano
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi pembicara dalam kuliah umum di Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/5). Hatta Rajasa menjelaskan mengenai reformasi politik ekonomi melalui peranan perguruan tinggi dalam kualitas SDM dan pengembangan IPTEK sebagai salah satu strategi utama MP3EI. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menerima kunjungan Mantan Wapres dan juga Ketua Dewan Masjid Iran Muhammad Javad Ali Akbari di Kantor Sekretariat Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, Selasa (28/5). Kunjungan tersebut dalam rangka membahas usulan peringatan Hari Masjid Sedunia dan juga membahas terkait toleransi antar umat beragama. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menerima kunjungan Mantan Wapres dan juga Ketua Dewan Masjid Iran Muhammad Javad Ali Akbari di Kantor Sekretariat Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, Selasa (28/5). Kunjungan tersebut dalam rangka membahas usulan peringatan Hari Masjid Sedunia dan juga membahas terkait toleransi antar umat beragama. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menerima kunjungan Mantan Wapres dan juga Ketua Dewan Masjid Iran Muhammad Javad Ali Akbari di Kantor Sekretariat Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, Selasa (28/5). Kunjungan tersebut dalam rangka membahas usulan peringatan Hari Masjid Sedunia dan juga membahas terkait toleransi antar umat beragama. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menerima kunjungan Mantan Wapres dan juga Ketua Dewan Masjid Iran Muhammad Javad Ali Akbari di Kantor Sekretariat Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, Selasa (28/5). Kunjungan tersebut dalam rangka membahas usulan peringatan Hari Masjid Sedunia dan juga membahas terkait toleransi antar umat beragama. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menerima kunjungan Mantan Wapres dan juga Ketua Dewan Masjid Iran Muhammad Javad Ali Akbari di Kantor Sekretariat Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, Selasa (28/5). Kunjungan tersebut dalam rangka membahas usulan peringatan Hari Masjid Sedunia dan juga membahas terkait toleransi antar umat beragama. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Umum DPP PAN yang juga Menteri Perekonomian Hatta Rajasa memberikan pemaparan saat menjadi narasumber bersama Peneliti Utama Bidang Perkembangan Politik Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabottingi, Pengamat Ekonomi Aviliani, Ketua DPD RI La Ode Ida dan mantan Sekjen PDP yang bergabung ke PAN Didi Supriyanto saat menjadi narasumber saat diskusi terbuka bertajuk 'Dari Reformasi Politik ke Reformasi Ekonomi' yang diselenggarakan Rumah Gagasan HR-14 di kantor DPP PAN jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (27/5) malam. Hatta Rajasa menyampaikan sambutannya, bahwa dalam perjalanan 15 tahun reformasi belakangan ini, sesungguhnya telah banyak perubahan yang dicapai. Mulai dari perubahan sistem politik hingga perubahan pembangunan. Namun, patut diakui pula masih banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki. Salah satunya, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. Demokrasi kita bukan hanya sekedar cara untuk mencapai kekuasaan, tapi juga tata cara untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan. Dan harus lancarkan reformasi jilid kedua, yaitu politik untuk kesejahteraaan, budaya untuk kesejahteraan, semuanya kita arahkan untuk wujudkan kesejahtraan seluruh elemen bangsa. Aktual/Stringer
Ketua Umum DPP PAN yang juga Menteri Perekonomian Hatta Rajasa (tengah), berjalan bersama Pengamat Ekonomi Aviliani (kanan) saat akan menjadi narasumber saat diskusi terbuka bertajuk 'Dari Reformasi Politik ke Reformasi Ekonomi' yang diselenggarakan Rumah Gagasan HR-14 di kantor DPP PAN jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (27/5) malam. Hatta Rajasa menyampaikan sambutannya, bahwa dalam perjalanan 15 tahun reformasi belakangan ini, sesungguhnya telah banyak perubahan yang dicapai. Mulai dari perubahan sistem politik hingga perubahan pembangunan. Namun, patut diakui pula masih banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki. Salah satunya, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. Demokrasi kita bukan hanya sekedar cara untuk mencapai kekuasaan, tapi juga tata cara untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan. Dan harus lancarkan reformasi jilid kedua, yaitu politik untuk kesejahteraaan, budaya untuk kesejahteraan, semuanya kita arahkan untuk wujudkan kesejahtraan seluruh elemen bangsa. Aktual/Stringer
Ketua Umum DPP PAN yang juga Menteri Perekonomian Hatta Rajasa (tengah), Peneliti Utama Bidang Perkembangan Politik Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabottingi (kiri) dan Pengamat Ekonomi Aviliani (kanan), saat menjadi narasumber saat diskusi terbuka bertajuk 'Dari Reformasi Politik ke Reformasi Ekonomi' yang diselenggarakan Rumah Gagasan HR-14 di kantor DPP PAN jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (27/5) malam. Hatta Rajasa menyampaikan sambutannya, bahwa dalam perjalanan 15 tahun reformasi belakangan ini, sesungguhnya telah banyak perubahan yang dicapai. Mulai dari perubahan sistem politik hingga perubahan pembangunan. Namun, patut diakui pula masih banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki. Salah satunya, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. Demokrasi kita bukan hanya sekedar cara untuk mencapai kekuasaan, tapi juga tata cara untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan. Dan harus lancarkan reformasi jilid kedua, yaitu politik untuk kesejahteraaan, budaya untuk kesejahteraan, semuanya kita arahkan untuk wujudkan kesejahtraan seluruh elemen bangsa. Aktual/Stringer
Ketua Umum DPP PAN yang juga Menteri Perekonomian Hatta Rajasa memberikan pemaparan saat menjadi narasumber bersama Peneliti Utama Bidang Perkembangan Politik Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabottingi, Pengamat Ekonomi Aviliani, Ketua DPD RI La Ode Ida dan mantan Sekjen PDP yang bergabung ke PAN Didi Supriyanto saat menjadi narasumber saat diskusi terbuka bertajuk ‘Dari Reformasi Politik ke Reformasi Ekonomi’ yang diselenggarakan Rumah Gagasan HR-14 di kantor DPP PAN jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (27/5) malam. Hatta Rajasa menyampaikan sambutannya, bahwa dalam perjalanan 15 tahun reformasi belakangan ini, sesungguhnya telah banyak perubahan yang dicapai. Mulai dari perubahan sistem politik hingga perubahan pembangunan. Namun, patut diakui pula masih banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki. Salah satunya, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. Demokrasi kita bukan hanya sekedar cara untuk mencapai kekuasaan, tapi juga tata cara untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan. Dan harus lancarkan reformasi jilid kedua, yaitu politik untuk kesejahteraaan, budaya untuk kesejahteraan, semuanya kita arahkan untuk wujudkan kesejahtraan seluruh elemen bangsa. Aktual/Stringer