14 April 2026
Beranda blog Halaman 454

Nelayan Terdampak Bencana Dipermudah Melaut, KKP Gaspol Beri Izin

Ilustrasi - Nelayan membongkar muatan tangkapan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Sorong, Papua Barat.
Ilustrasi - Nelayan membongkar muatan tangkapan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Sorong, Papua Barat.

Jakarta, Aktual.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprioritaskan penerbitan izin usaha penangkapan ikan bagi pelaku perikanan di wilayah terdampak bencana, seperti di Sumatera, sebagai langkah percepatan pemulihan ekonomi dan keberlanjutan usaha nelayan.

Di tengah tekanan ekonomi pascabencana, kelancaran aktivitas melaut menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pesisir. Akses perizinan yang cepat dan pasti dinilai krusial untuk menjaga pendapatan nelayan, stabilitas pasokan ikan, serta denyut ekonomi daerah terdampak.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menyatakan KKP memprioritaskan pemrosesan permohonan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) dari wilayah terdampak bencana.

“Kita prioritaskan pemrosesan permohonan SIPI dan SIKPI dari wilayah terdampak bencana,” kata Latif dalam keterangan di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Menurut Latif, KKP terus meningkatkan kualitas layanan kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan, termasuk melalui percepatan perpanjangan izin berusaha. Untuk mendukung kebijakan tersebut, KKP menyiapkan sumber daya manusia serta dukungan teknologi informasi agar layanan perizinan dapat berjalan optimal selama 24 jam, termasuk pada hari libur.

Ia menjelaskan, nelayan dan pelaku usaha perikanan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi prioritas utama dalam percepatan layanan perizinan, baik untuk penerbitan izin baru maupun perpanjangan.

Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan aktivitas perikanan tangkap dapat segera kembali berjalan normal, sehingga membantu pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pascabencana.

“Termasuk percepatan proses administrasi dan pendampingan layanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Latif berharap para nelayan dapat segera kembali melaut dan menjalankan usahanya tanpa terkendala perizinan. KKP memastikan pelayanan SIPI dan SIKPI tetap dilakukan secara cepat, mudah, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sebagai bagian dari komitmen negara hadir di tengah masyarakat terdampak bencana.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Mazda Blak-blakan Soal Pasar 2025 dan Arah Produk Baru 2026

Jakarta, Aktual.com — Di tengah dinamika pasar otomotif nasional yang kian kompetitif sepanjang 2025, Mazda menegaskan langkah strategisnya menghadapi perubahan preferensi konsumen Indonesia. Mengombinasikan nilai rasional dan emosional, Mazda menyiapkan strategi produk dan penguatan ekosistem untuk menjaga relevansi hingga 2026.

Memasuki penghujung 2025, pasar otomotif Indonesia menghadapi dinamika yang menuntut adaptasi sekaligus visi strategis yang matang. Pergeseran permintaan konsumen membentuk pola baru yang semakin kompleks.

Berdasarkan laporan GAIKINDO kuartal III 2025 dan analisis PwC Indonesia, beberapa segmen kendaraan mengalami pelemahan, sementara segmen lain menunjukkan ketahanan. Kondisi ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen yang kini lebih multidimensional.

Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, menilai keputusan pembelian kendaraan di Indonesia tak lagi semata rasional. “Mobil masih menjadi sarana mobilitas utama, tetapi juga dipandang sebagai bagian dari kualitas hidup. Sejalan dengan filosofi Mazda, the joy of driving may create the joy of living,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/12/2025).

Di tengah kompetisi yang kian sehat, Mazda mampu menjaga stabilitas. Pada Oktober 2025, penurunan pangsa pasar Mazda tercatat hanya 0,12 persen, lebih rendah dibanding beberapa merek Jepang lain yang terkoreksi hingga 2–3 persen. Di segmen premium, kontraksi Mazda berada di kisaran 29 persen, ditopang performa Mazda CX-5, CX-3, dan Mazda 3 Hatchback.

Ricky menegaskan, konsumen kini semakin memperhitungkan Total Ownership Cost, mencakup biaya perawatan, administrasi, hingga nilai jual kembali. Namun, faktor tersebut dilengkapi aspek emosional seperti desain, kenyamanan, dan pengalaman berkendara.

“Indonesia adalah pasar yang sangat kompetitif dari sisi nilai. Konsumen menggabungkan logika biaya dengan kebutuhan personal,” kata Ricky.

Mazda menanamkan nilai tersebut melalui filosofi KODO Design dan Jinba Ittai, yang memposisikan kendaraan sebagai partner berkendara, bukan sekadar alat transportasi.

Menatap 2026, Mazda memproyeksikan pemulihan bertahap dengan potensi akselerasi pada semester kedua. Strategi segmentasi akan dipertajam, disertai peluncuran sejumlah model baru yang mayoritas SUV. Mazda juga memperkuat investasi jangka panjang melalui pembangunan training center untuk mendukung penjualan dan layanan purnajual.

Mazda menempatkan diri sebagai merek yang menggabungkan rasionalitas dan emosionalitas, membangun pengalaman berkendara yang relevan dengan karakter konsumen Indonesia.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Menteri Meutya Tantang Pengembangan AI Bantu Solusi Publik

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Jakarta, Selasa (10/6/2025). Aktual/HO

Jakarta, Aktual.com — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi kolaborasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Telkomsel dalam meresmikan AI Innovation Hub, yang digadang-gadang menjadi pusat pengembangan kecerdasan artifisial (AI) berorientasi pada solusi nyata bagi kebutuhan publik.

Di tengah percepatan adopsi teknologi digital, tantangan utama pengembangan AI di Indonesia bukan sekadar kecanggihan, melainkan relevansi dan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah menekankan pentingnya AI yang menyentuh persoalan riil publik, bukan sekadar proyek eksperimental.

Meutya Hafid menilai kehadiran AI Innovation Hub sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyatukan kekuatan sains, teknologi, dan industri dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami mendorong fokus AI Innovation Hub untuk menyukseskan program-program prioritas Presiden dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Meutya dalam acara Peresmian AI Innovation Hub yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Melalui pusat inovasi ini, pemerintah berharap lahir berbagai solusi berbasis AI yang aplikatif, mudah diadopsi, dan menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga berkontribusi terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan sosial.

Meutya menegaskan, pengembangan AI nasional perlu diarahkan pada sektor-sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Di antaranya ketahanan pangan, layanan kesehatan, pendidikan, transportasi, serta peningkatan kualitas layanan pemerintahan.

Menurutnya, potensi AI untuk membantu efisiensi dan akurasi pengambilan kebijakan publik sangat besar, mulai dari pengelolaan data hingga peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Namun, Meutya mengingatkan bahwa percepatan pengembangan AI tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor, khususnya antara akademisi dan industri, menjadi kunci dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kita berharap sekali ada inovasi-inovasi yang lahir dari teknologi kecerdasan artifisial ini dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan teknologi AI yang bertanggung jawab, sejalan dengan prinsip etika, keamanan data, serta kepentingan publik di era transformasi digital.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Suzuki Indonesia dan Kemenperin Percepat Bantuan bagi Korban Bencana Alam Sumatera

Jakarta, Aktual.com — PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama Kementerian Perindustrian menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bentuk respons tanggap darurat dan kepedulian sosial industri otomotif nasional.

Di tengah situasi darurat pascabencana, peran dunia industri menjadi krusial dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dinilai mampu mempercepat penyaluran bantuan sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan, Suzuki Indonesia menyalurkan bantuan berupa dana finansial melalui Kementerian Perindustrian RI. Bantuan ini diharapkan dapat digunakan secara fleksibel dan tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan esensial masyarakat terdampak bencana.

President Director PT Suzuki Indomobil Sales dan PT Suzuki Indomobil Motor, Minoru Amano, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera.

“Suzuki Indonesia sangat prihatin dengan kondisi dan dampak yang dialami para korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera. Fokus kami dalam memberikan donasi merupakan wujud tanggap darurat serta upaya pemulihan awal bagi kebutuhan esensial para korban,” ujar Minoru Amano, Selasa (16/12/2025).

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat bertahan di fase awal pemulihan hingga kondisi berangsur normal. Suzuki mengerahkan dana finansial senilai ratusan juta rupiah dalam waktu sepekan setelah bencana terjadi, sebagai langkah cepat untuk mendukung penanganan darurat.

Menurut Suzuki, penyaluran bantuan melalui Kementerian Perindustrian dinilai efektif untuk menjangkau luasnya wilayah terdampak serta memastikan distribusi sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Kolaborasi ini mencerminkan sinergi positif antara dunia industri dan pemerintah dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Tujuannya tidak hanya meringankan beban ribuan keluarga korban bencana, tetapi juga membantu percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami yakin melalui Kementerian Perindustrian, bantuan dari kami dapat teralokasikan dan terdistribusikan secara merata serta diterima dengan baik oleh keluarga yang membutuhkan. Sebagai perusahaan yang telah lama mendampingi masyarakat Indonesia, Suzuki berkomitmen untuk terus peduli dan berkontribusi membangun negeri,” tutup Minoru Amano.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Ingat! Busi adalah Saksi Mata Ruang Bakar, Bikin Mesin Kerja Maksimal

Jakarta, Aktual.com —Menanggapi isu yang berkembang mengenai banyaknya pemberitaan dan keluhan mesin motor brebet, PT Niterra Mobility Indonesia, sebagai produsen busi terkemuka, akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait peran busi dalam sistem pembakaran mesin.

Diko Oktaviano, Aftermarket Technical Support, PT Niterra Mobility Indonesia, dalam beberapa pernyataan terpisah, terdapat pihak yang menyebutkan bahwa salah satu komponen yang dapat mempengaruhi performa mesin dan menyebabkan gejala brebet adalah busi. PT Niterra Mobility Indonesia menegaskan bahwa busi memang memiliki peran krusial dalam proses pembakaran, namun bukan satu-satunya faktor yang menentukan.

Konsep Dasar Motor Pembakaran Dalam

Mesin pembakaran dalam bekerja dengan prinsip pencampuran udara dan bahan bakar yang kemudian dikompresi dan dinyalakan oleh percikan api dari busi. Proses ini harus berlangsung secara presisi agar tenaga yang dihasilkan optimal. Jika salah satu elemen—baik bahan bakar, udara, kompresi, atau percikan api—tidak sesuai standar, maka gejala seperti brebet dapat terjadi.

Peran Busi dalam Sistem Pembakaran

Busi berfungsi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi aus, kotor, atau tidak sesuai spesifikasi, percikan api bisa melemah sehingga pembakaran tidak sempurna. Namun, faktor lain seperti kualitas bahan bakar, kondisi filter udara, injektor, dan sistem pengapian juga sangat mempengaruhi performa mesin.

Busi juga berperan sebagai saksi mata dalam menjelaskan kepada kita mengenai kondisi ruang bakar, karena pada dasarnya busi adalah komponen paling akhir dari sistem pembakaran, sehingga sangat bergantung terhadap apa yang terjadi pada proses sebelumnya. Jika proses sebelumnya baik maka busi lebih awet dan tahan lama, kemudian sebaliknya terjadi apabila proses sebelumnya buruk, maka yang terjadi busi akan mengalami kerusakan.
kerusakan busi secara umum dibagi menjadi 2 gejala,

  1. Overheat (busi mengalami kepanasan)
  2. Carbon Foul (busi rusak karena kerak karbon)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Pemerintah Kunci Impor Beras, Produksi Nasional Diklaim Surplus

Jakarta, Aktual.com — Pemerintah menegaskan pemenuhan kebutuhan beras untuk sektor industri tidak akan dibuka melalui jalur impor. Kementerian Koordinator Bidang Pangan memastikan pasokan beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi, seiring capaian produksi dalam negeri yang dinilai telah berada pada level swasembada.

Keputusan menutup keran impor beras industri bukan hanya soal kedaulatan pangan, tetapi juga menyangkut stabilitas harga dan perlindungan konsumen. Dengan produksi nasional yang surplus, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan industri terpenuhi tanpa mengorbankan petani maupun memicu gejolak harga beras di tingkat konsumen rumah tangga.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, mengatakan pemerintah telah menerima masukan dari pelaku industri terkait kebutuhan beras. Namun, usulan tersebut tidak direspons dengan kebijakan impor.

“Terdapat permintaan beras untuk industri sekitar 380.952 ton. Pemerintah memutuskan kebutuhan tersebut dipenuhi dari produksi nasional tanpa opsi impor,” ujar Tatang, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, keputusan itu didasarkan pada kondisi produksi beras dalam negeri yang saat ini dinilai cukup kuat. Pemerintah menilai pasokan nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga sanggup menopang permintaan dari sektor industri.

“Produksi beras kita mampu menopang kebutuhan nasional, termasuk untuk sektor industri,” katanya.

Berdasarkan data Kemenko Pangan, produksi beras Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton atau tumbuh 13,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif juga terlihat pada komoditas jagung yang produksinya mencapai 16,55 juta ton, meningkat 9,34 persen secara tahunan.

Tatang menuturkan, lonjakan produksi tersebut dipengaruhi oleh penyederhanaan regulasi di sektor pertanian, khususnya dalam tata kelola pupuk bersubsidi. Jumlah regulasi yang sebelumnya mencapai sekitar 148 aturan kini dipangkas menjadi 33 aturan.

“Penyederhanaan aturan ini membuat petani lebih cepat dan tepat memperoleh pupuk sesuai kebutuhan musim tanam,” ujarnya.

Selain memastikan pasokan beras industri, pemerintah juga menegaskan stok beras nasional telah disiapkan secara memadai untuk menjaga stabilitas pasar. “Ketersediaan beras dalam negeri aman. Pemerintah memastikan tidak ada impor beras konsumsi dan tidak boleh terjadi kekosongan di pasar,” tegas Tatang.

Ke depan, pemerintah menargetkan produksi beras nasional pada 2026 tetap berada di kisaran 34,77 juta ton sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan. Target tersebut didukung melalui perluasan dan optimalisasi lahan pertanian, penguatan irigasi, penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta penguatan penyuluhan dan regenerasi petani secara berkelanjutan.

(RACHMA PUTRI)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain