6 April 2026
Beranda blog Halaman 461

PBB Desak Thailand dan Kamboja Redakan Ketegangan Usai Bentrokan Terbaru

Warga sipil Kamboja mengungsi dari rumah mereka di dekat perbatasan dengan Thailand di Provinsi Preah Vihear, Kamboja, pada 8 Desember 2025. Angkatan Darat Thailand pada hari Senin menyatakan telah mengerahkan jet tempur sebagai respons atas serangan Kamboja yang menewaskan dua tentara dan melukai empat tentara lainnya. ANTARA/Agence Kampuchea Presse/Handout via Xinhua/pri.
Warga sipil Kamboja mengungsi dari rumah mereka di dekat perbatasan dengan Thailand di Provinsi Preah Vihear, Kamboja, pada 8 Desember 2025. Angkatan Darat Thailand pada hari Senin menyatakan telah mengerahkan jet tempur sebagai respons atas serangan Kamboja yang menewaskan dua tentara dan melukai empat tentara lainnya. ANTARA/Agence Kampuchea Presse/Handout via Xinhua/pri.

Hamilton, aktual.com – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin menyampaikan kekhawatiran mengenai bentrokan senjata yang kembali terjadi antara Thailand dengan Kamboja dan mendesak kedua pemerintah untuk menahan diri agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut.

“Sekjen menyampaikan keprihatinan usai mendengar laporan mengenai bentrokan terbaru antara Kamboja dengan Thailand, terutama tentang serangan udara dan mobilisasi alat berat di wilayah perbatasan. Dia mendesak kedua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi,” ujar Juru bicara Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pertikaian di wilayah perbatasan kedua negara telah menyebabkan korban jiwa warga sipil, kerusakan infrastruktur sipil, dan pengungsian di wilayah itu.

Guterres menegaskan agar kedua pemerintahan melindungi warga sipil dan memberikan bantuan kemanusiaan jika situasi memburuk.

Mengulangi seruannya untuk de-eskalasi, Guterres mendesak Kamboja dan Thailand untuk kembali ke kerangka Deklarasi Bersama yang ditandatangani di Kuala Lumpur pada 26 Oktober.

Dia meminta kedua negara kembali berkomitmen kepada gencatan senjata dan menerapkan langkah-langkah de-eskalasi serta membangun kepercayaan,” menekankan dialog sebagai mekanisme mencapai resolusi damai.

“PBB siap mendukung semua upaya yang bertujuan untuk memajukan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan ini,” tambahnya.

Ketegangan antara kedua negara tetangga itu meningkat bulan lalu menyusul penangguhan pakta perdamaian antara kedua belah pihak oleh Thailand setelah empat tentara Thailand terluka dalam ledakan ranjau darat di provinsi perbatasan Si Sa Ket.

Kedua negara telah menandatangani perjanjian damai di hadapan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur pada bulan Oktober.

Pada awal Juli, mereka menyepakati gencatan senjata tanpa syarat dalam pertemuan trilateral yang diselenggarakan oleh Anwar setelah permusuhan yang berlangsung berminggu-minggu.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

TNI Kerahkan Alutsista Angkut Bantuan Logistik ke Wilayah Terdampak

Personel TNI AL memasukkan logistik ke pesawat angkut untuk didistribusikan ke wilayah Sumatera, Selasa (9/12/2025). ANTARA/HO-Humas TNI AL
Personel TNI AL memasukkan logistik ke pesawat angkut untuk didistribusikan ke wilayah Sumatera, Selasa (9/12/2025). ANTARA/HO-Humas TNI AL

Jakarta, aktual.com – Jajaran TNI Angkatan Laut mengerahkan alat utama sistem senjata (alutsista) berupa helikopter dan pesawat angkut untuk mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera dan Aceh.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggu saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (9/11), mengatakan pengerahan helikopter dan pesawat angkut itu sudah dilakukan dan akan semakin ditingkatkan intensitasnya.

Dia menjelaskan bahwa helikopter dikerahkan untuk mengantar bantuan logistik ke wilayah Sumatera Barat.

“Heli AS 565 MBe Panther/HS-1310 melaksanakan dua sortie pendistribusian logistik dengan total 800 kilogram bantuan, terbang dari Lanud Sutan Sjahrir, Padang, menuju sasaran Malalak, Agam, Sumatera Barat,” kata Tunggul.

Sementara untuk pesawat angkut Pesud NC 212-200 Aviocar/U-6211 mendistribusikan logistik dan dukungan angkutan personel ke wilayah Aceh.

Selain itu, dua helikopter Panther lainnya, yakni HS-1305 dan HS-1302 disiagakan di KRI Semarang (SMR)-594 yang sandar di Dermaga Sibolga dan KRI dr. Soeharso (SHS)-990 yang sandar di Dermaga Krueng Geukueh, Aceh.

“Dua unit heli itu melaksanakan pendistribusian logistik di kedua wilayah tersebut serta dapat juga digunakan dalam pelaksanaan evakuasi medis udara,” tambah Tunggul.

Tunggul menambahkan armada udara dari TNI AL akan terus disiagakan untuk mengantar logistik maupun proses evakuasi korban banjir. Kapal perang TNI AL juga akan terus dikerahkan untuk mendistribusikan logistik melalui jalur laut.

“Kami menyadari bahwa saudara-saudara kita yang terdampak bencana telah kehilangan banyak hal, namun mereka tidak boleh kehilangan harapan. Untuk itu, kehadiran TNI AL untuk membawa harapan bagi saudara-saudara kita di wilayah terdampak bencana,” ujar Tunggul.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Uji Coba SSA di Lebak Bulus Mulai Berlaku, Dishub Imbau Warga Waspada

Petugas Unit Peralatan dan Perbekalan (Alkal) Dinas Bina Marga DKI Jakarta memasang beton pembatas jalan di kawasan Jalan Proklamasi Jakarta, Selasa (10/4). Sehubungan dengan diberlakukannya uji coba underpass Matraman-Salemba, ruas Jalan Proklamasi yang semula satu arah akan dilakukan rekayasa lalu lintas menjadi dua arah, dengan pemasangan pembatas beton jalan. Rekayasan lalu lintas tersebut juga diberlakukan dengan adanya penyesuaian traffic light di Simpang Megaria, Cikini, terkait dengan rencana pengaturan lalu lintas, pembuatan spanduk serta brosur terkait rekayasa lalu lintas kawasan Matraman. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai menerapkan uji coba pengaturan sistem satu arah (SSA) di kawasan Jalan Lebak Bulus II dan III, Jakarta Selatan. Kebijakan ini dilakukan guna memperlancar arus lalu lintas yang selama ini kerap padat.

Uji coba dimulai pada Selasa dan berlaku setiap hari Senin-Jumat, pukul 06.00–10.00 WIB, kecuali hari libur. Pengaturan ini akan berlangsung hingga 16 Desember 2025.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa beberapa ruas jalan akan mengalami perubahan arah selama masa uji coba. Lalu lintas di Jalan Lebak Bulus II diberlakukan satu arah dari segmen Jalan Lebak Bulus IV menuju simpang Haji Nasin.

Sementara Jalan Lebak Bulus III, yang sebelumnya dua arah, kini menjadi satu arah dari timur ke barat, mulai simpang Jalan Fatmawati hingga simpang Jalan Lebak Bulus IV. Kemudian, Jalan Lebak Bulus II dari simpang Jalan Lebak Bulus V sampai Jalan Lebak Bulus I juga dialihkan menjadi satu arah dari timur ke barat.

Untuk ruas lain, Jalan Lebak Bulus IV dan Jalan Lebak Bulus III tetap diberlakukan dua arah. Pengguna jalan dari Jalan Lebak Bulus II menuju Jalan Lebak Bulus III dapat memanfaatkan jalur Jalan RS Fatmawati, lalu melakukan putar balik di depan One Belpark–Jalan Lebak Bulus III.

Syafrin mengimbau masyarakat agar menyesuaikan diri dengan pengaturan baru, mematuhi rambu-rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Utamakan keselamatan dan patuhi seluruh petunjuk yang ada,” ujarnya.

Zulhas Bela Diri Soal Angkat Beras di Lokasi Bencana dan Tanggapi Isu Izin Tebang Hutan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin rapat koordinasi terbatas bidang pangan di Jakarta, Kamis (12/6/2025). Aktual/ANTARA

Jakarta, Aktual.com – Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan penjelasan terkait aksinya memikul karung beras di lokasi bencana Sumatera serta kabar izin penebangan hutan yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Penjelasan tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri Bisnis Indonesia Group Conference di Jakarta, Senin (8/12). Di hadapan para undangan, ia menegaskan tidak mempermasalahkan kritik yang muncul setelah videonya menggotong beras viral.

“Apa saja mau ngata-ngatain saya, tidak ada masalah. Saya maafkan. Yang penting bantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” ujar Zulhas.

Ia mengaku sempat menjadi bahan candaan masyarakat ketika berolahraga di kawasan Sudirman. “Ada ibu-ibu yang bilang, ‘Pak Zul, berasnya mana? Nggak gotong beras?’ Saya jawab, ‘Saya lagi olahraga karena kecapean gotong beras’. Semua ketawa,” katanya.

Zulhas menegaskan aksinya bukan pencitraan, melainkan kebiasaan yang ditanamkan almarhum ibunya sejak kecil. Prinsip berbagi, katanya, tetap ia pegang hingga kini.

“Saya diperintah ibu saya, tiap hari harus memberi bantuan. Dalam Islam itu ayatnya jelas,” ujarnya.

Ia menuturkan kebiasaan membagikan beras sudah dilakukan sejak usia enam tahun. Setiap kunjungan daerah, Zulhas hampir selalu membawa beras kemasan 5 kilogram untuk dibagikan kepada warga.

“Biasa saya gotong beras. Kalau saya ke daerah, tanya teman-teman saya, pasti saya bagi-bagi,” kata Ketua Umum PAN itu.

Selain beras, Zulhas juga memastikan selalu membawa uang tunai yang biasanya habis dibagikan setelah kegiatan. “Kantong saya selalu ada uang, dan pulang sudah kosong. Itu tiap hari. Kalau orang lain menganggap aneh, ya tidak apa-apa, saya maafkan,” ujarnya.

Tanggapi Isu Izin Tebang Hutan Tesso Nilo

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas menanggapi kembali isu izin penebangan hutan yang viral setelah cuplikan video dirinya bersama aktor Hollywood Harrison Ford pada 2013 beredar.

Ia menegaskan pemerintah tidak pernah menerbitkan izin pembukaan lahan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.

“Bencana terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Tesso Nilo berada di Riau. Tapi tetap saja salahkan saya. Ya tidak apa-apa, saya maafkan,” ujarnya.

Zulhas menegaskan Tesso Nilo merupakan kawasan taman nasional yang tidak boleh diberi izin apa pun. Menurutnya, tidak ada menteri kehutanan yang berani mengeluarkan izin di wilayah tersebut karena dapat berujung pidana.

“Tidak ada menteri kehutanan yang mungkin memberi izin Tesso Nilo. Kalau memberi izin, langsung masuk penjara,” katanya.

Ia juga mengklarifikasi isu pelepasan kawasan hutan seluas 1,6 juta hektare. Pelepasan tersebut, kata Zulhas, dilakukan untuk memberikan kepastian hukum tata ruang bagi lahan yang telah digunakan masyarakat, bukan untuk membuka izin baru bagi perusahaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Air yang Menelan Negeri: Kisah Bencana yang Menguji Solidaritas Sumatera

Warga mengamati sampah kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/agr/am.
Warga mengamati sampah kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/agr/am.

Jakarta, Aktual.com – Air, yang selama ini identik dengan kehidupan, berubah menjadi kekuatan yang memutus kehidupan. Dalam hitungan jam, limpahan itu menyapu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir tersebut membawa gelondongan kayu, seng berkarat, rumah-rumah, dan mimpi yang tak sempat terselamatkan.

Di bawah derasnya arus, jembatan runtuh, listrik padam, dan komunikasi terputus. Warga berlarian mencari perlindungan, merenggut apa yang masih bisa diselamatkan. November, yang biasanya menyimpan rasa hangat menjelang pergantian tahun, berubah menjadi bulan yang penuh duka.

Dalam kekacauan itu, terngiang lagu Sherina Munaf, “Indonesia Menangis.”
Bukan sekadar lirik, melainkan gambaran nyata dimana alam yang dilukai, dan luka itu akhirnya kembali menghantam manusia.

Namun air mata saja tak cukup. Di tengah kehancuran, yang dibutuhkan adalah tangan-tangan yang bekerja, hati-hati yang tulus, dan keberanian untuk menolong sesama.

Ribuan Jiwa Mengungsi, Ribuan Luka Menunggu Perhatian

Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 847 ribu pengungsi, dengan Aceh menanggung beban terbesar. Jembatan yang dulu menghubungkan kehidupan, kini tinggal nama. Ketiadaan listrik memperburuk kondisi. 31 rumah sakit dan 156 puskesmas terganggu operasionalnya.

Di tengah kekurangan itu, penyakit bermunculan: demam, batuk, diare, hingga ISPA yang paling banyak menyerang anak-anak. Setiap napas yang tersengal menjadi pengingat betapa rapuhnya kehidupan di tengah bencana.

Negeri Bergerak: Dokter, Relawan, dan Bantuan Mengalir

Respons pemerintah tak menunggu lama. Obat-obatan dikirim, alat kesehatan dipenuhi, dan kerja sama dengan Pertamina memastikan listrik tetap menyala bagi fasilitas vital seperti bank darah.

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan dokter magang turun langsung ke lapangan. Kemenkes merespons, mengirim para magang dan spesialis, dibantu Kemenhan untuk membimbing para tenaga muda itu.

Komunikasi yang sempat terganggu dipastikan kembali normal berkat Starlink. Penyedia layanan itu bahkan membebaskan biaya, menepis kabar adanya pungutan liar.

Di sisi lain, solidaritas tumbuh dari berbagai arah. NTT menyumbang Rp1,5 miliar, sebuah tanda bahwa rasa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.

Palang Merah Indonesia mengirim 1.070 kantong darah, satu demi satu, untuk mereka yang membutuhkan—ibu yang kehilangan banyak darah, korban luka berat, dan pasien yang harus menjalani operasi.

Aset Negara Dikerahkan, Jalan dan Jembatan Disiapkan Kembali

Kementerian, lembaga, TNI, dan Polri bekerja tanpa jeda. Evakuasi, pemulihan, dan penilaian kerusakan dilakukan bersamaan. Menko PMK Pratikno menyebut percepatan rekonstruksi akan menjadi fokus: jalan, jembatan, jaringan listrik—semua harus bangkit kembali agar kehidupan kembali normal.

Mencari Akar Luka: Audit lingkungan diminta

Namun bencana tidak pernah berdiri tanpa sebab. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta penghentian sementara aktivitas perusahaan di DAS Batang Toru, termasuk sawit, tambang, dan pembangkit listrik.

Inspeksi udara dan darat menunjukkan bahwa kerusakan alam mungkin diperburuk aktivitas manusia. Audit lingkungan pun dilakukan, bukan sekadar mencari siapa yang salah, tetapi mencari cara agar bencana tidak kembali.

Di Tengah Luka, Solidaritas Menjadi Penopang

Air telah menelan banyak hal seperti rumah, jalan, dan rasa aman. Namun yang tersisa adalah sesuatu yang tak dapat hilang yakni solidaritas.

Di setiap sudut bencana, ada tangan yang menolong, doa yang dipanjatkan, dan harapan yang tetap bertahan. Karena di negeri yang diuji seperti ini, kekuatan terbesar bukan sekadar infrastruktur, melainkan manusia-manusia yang tak berhenti memberi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Bupati Aceh Diperiksa di Inpektorat Aceh

Banda Aceh, aktual.com – Bupati Aceh Selatan Mirwan MS dijadwalkan diperiksa di Kantor Inspektorat Aceh, Senin (8/12) namun hingga pukul 18.56 WIB orang nomor satu di Aceh Selatan itu belum terlihat di kantor tersebut.

“Info terakhir yang kami terima, Bupati Aceh Selatan diperiksa di Kantor Inspektorat Aceh oleh Itjen Kemendagri,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA di Banda Aceh, Senin (9/12).

Ia menjelaskan, dirinya hingga saat ini belum menerima informasi terbaru terkait pemeriksaan Bupati Aceh Selatan yang melaksanakan ibadah umrah di saat penanganan bencana banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mirwan M.S menyatakan tidak sanggup untuk menangani bencana yang terjadi di wilayahnya, karena terdampak banjir bandang dan longsor yang menimpa tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Namun, pada 2 Desember 2025, Mirwan M. S. bersama istri memutuskan berangkat umrah dan menuai kritikan sebab wilayahnya masih terdampak bencana tersebut.

Pada 5 Desember 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyatakan tidak pernah mengeluarkan izin kepada Mirwan M. S. untuk melaksanakan umrah pada masa tanggap darurat di wilayah itu.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra juga memberhentikan Mirwan M. S. dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra di Aceh Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain