6 April 2026
Beranda blog Halaman 463

Kemendagri Tegaskan Kepala Daerah Tak Boleh Kabur Saat Masa Bencana

Dokumentasi - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2024). ANTARA/Melalusa Susthira K

Jakarta, Aktual.com — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, kembali menekankan pentingnya kehadiran kepala daerah di wilayah masing-masing saat terjadi kondisi darurat atau bencana. Pesan tersebut disampaikan Bima usai Press Conference Laporan Kinerja Komisi II DPR RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Bima menyebut Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan arahan tegas agar kepala daerah tetap berada di lapangan saat bencana terjadi. Menurutnya, peran kepala daerah sangat vital karena menjadi pimpinan utama dalam koordinasi penanganan darurat bersama jajaran Forkopimda.

“Ya tentu, karena bupati, wali kota itu kan pemimpin dari Forkopimda. Bersama-sama dengan Kapolres dan Dandim, ini mengoordinasikan langkah-langkah darurat di lapangan. Jadi wewenangnya, otoritasnya, ada pada kepala daerah sebagai koordinator Forkopimda,” jelasnya.

Ia menambahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam berbagai kesempatan juga telah mengingatkan seluruh kepala daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada November–Desember 2025. Bahkan, setelah menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem, Mendagri menerbitkan Surat Edaran (SE) yang meminta kepala daerah mengambil langkah-langkah strategis.

Karena itu, Bima menegaskan bahwa ketidakhadiran kepala daerah di lokasi bencana menjadi perhatian serius pemerintah. “Tentu kalau ada kepala daerah yang tidak ada di lokasi, itu perlu dilakukan investigasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bima mengungkapkan bahwa Bupati Aceh Selatan saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri. Terkait potensi sanksi, ia menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengatur mekanisme penindakan mulai dari teguran, peringatan, pemberhentian sementara, hingga rekomendasi pemberhentian tetap melalui Mahkamah Agung.

“Jadi mari kita tunggu dulu hasil pemeriksaan terhadap Bupati Aceh Selatan,” ujarnya.

Ia memastikan pemeriksaan tidak hanya menyasar kepala daerah, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam keberangkatan. “Aparatur dan semua yang terkait keberangkatan akan dilakukan pemeriksaan. Mungkin memerlukan beberapa hari waktu, beberapa hari ke depan,” terangnya.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Perisai Cybersecurity Raih Penghargaan Startup of the Year di ASEAN Business Awards 2025

PT Perisai Digital Indonesia mengembangkan teknologi AI-driven cybersecurity yang mencakup layanan penetration testing, threat intelligence, dan automated security operations. Foto/Dok
PT Perisai Digital Indonesia mengembangkan teknologi AI-driven cybersecurity yang mencakup layanan penetration testing, threat intelligence, dan automated security operations. Foto/Dok

Kuala Lumpur, aktual.com – Perisai Cybersecurity (Peris.ai), perusahaan rintisan keamanan siber asal Indonesia, berhasil meraih penghargaan Startup of the Year dalam ajang ASEAN Business Awards (ABA) 2025 yang berlangsung di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur. Penghargaan ini diberikan oleh ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan dan individu yang berkontribusi dalam mendorong inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan inklusif di kawasan Asia Tenggara.

Pada tahun ketika Malaysia menjabat sebagai Ketua ASEAN, penyelenggaraan ABA menghadirkan format baru yang menyoroti pilar-pilar ekonomi tradisional sekaligus sektor-sektor baru seperti digitalisasi, keberlanjutan, dan teknologi startup. Perisai Cybersecurity menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang menerima penghargaan dalam kategori startup, sebagai pengakuan atas perannya dalam menghadirkan solusi keamanan siber berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memperkuat ketahanan digital berbagai institusi di kawasan.

PT Perisai Digital Indonesia mengembangkan teknologi keamanan siber berbasis AI yang meliputi layanan penetration testing, threat intelligence, dan automated security operations. Dengan pendekatan “security as a service”, perusahaan ini mendukung beragam organisasi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mencegah ancaman siber secara efektif. Pentingnya inovasi tersebut semakin tampak di tengah meningkatnya gangguan siber di sektor keuangan Indonesia, termasuk kasus dugaan pembobolan Rekening Dana Nasabah (RDN) yang menyebabkan kerugian besar.

Setidaknya empat perusahaan sekuritas dilaporkan terdampak dalam insiden tersebut, yang diduga terjadi akibat serangan siber pada sistem transaksi keuangan. Menyikapi kejadian ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkuat koordinasi dengan seluruh anggota bursa guna memastikan keamanan digital serta mencegah risiko sistemik yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan investor.

“Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya ketahanan siber dalam ekosistem keuangan digital. Visi kami di Perisai adalah menciptakan teknologi pertahanan digital yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan adaptif terhadap pola serangan baru,” ujar Founder & CEO Peris.ai, David Samuel.

Sebagai bagian dari gelombang baru perusahaan teknologi Indonesia yang berkiprah di tingkat regional, Perisai Cybersecurity telah bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan, korporasi, dan instansi pemerintah dalam upaya memperkuat transformasi digital yang aman dan terpercaya di Asia Tenggara.

Dalam momentum penghargaan ini, Perisai menegaskan komitmennya untuk memperluas solusi keamanan siber berbasis AI di seluruh ASEAN serta mempererat kolaborasi dalam ranah cyber defense, data protection, dan AI governance.

“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh pelaku industri digital di Indonesia yang terus berjuang memperkuat sistem keamanan nasional dan menjaga kepercayaan publik terhadap ekonomi digital,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Satgas Terpadu Gagalkan Upaya Penyelundupan Mineral, IWIP Beri Klarifikasi

Bahan mineral yang diduga akan diselundupkan seorang WNA dari China melalui Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Weda Bay, Maluku Utara, Jumat (5/12/2025). (ANTARA/HO-Kejaksaan Agung RI)
Bahan mineral yang diduga akan diselundupkan seorang WNA dari China melalui Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Weda Bay, Maluku Utara, Jumat (5/12/2025). (ANTARA/HO-Kejaksaan Agung RI)

Jakarta, Aktual.com – Satuan Tugas (Satgas) Terpadu yang ditempatkan di Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Weda Bay, Maluku Utara, berhasil menggagalkan percobaan penyelundupan bahan mineral oleh seorang warga negara China berinisial MY.

MY diamankan pada Jumat (5/12/2025) saat menaiki penerbangan PK-SJE rute Weda Bay (WDB)–Manado (MDC).

“Saat ini pelaku masih dalam proses pemeriksaan oleh aparat terkait, dan bahan mineral yang coba diselundupkan akan diteliti lebih lanjut oleh instansi berwenang,” ujar Komandan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Jumat (5/12).

Febriel menjelaskan bahwa Bandara Khusus PT IWIP telah beroperasi sejak 2019 setelah memperoleh izin Kementerian Perhubungan. Namun, evaluasi terakhir menunjukkan bandara tersebut belum memenuhi standar minimal perangkat negara yang wajib hadir dalam fasilitas penerbangan.

Karena itu, pemerintah menempatkan Satgas Terpadu di Bandara IWIP sejak 29 November 2025. Satgas terdiri dari TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, Badan Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan, BMKG, AirNav Indonesia, serta Avsec.

Menurut Febriel, keberadaan perangkat negara diperlukan untuk memperkuat keamanan, pengawasan, dan penegakan hukum, terutama mengingat tingginya mobilitas tenaga kerja asing dan arus logistik industri. Ia menilai keberhasilan menggagalkan penyelundupan oleh MY membuktikan urgensi langkah tersebut.

“Kejadian ini menunjukkan efektivitas koordinasi lintas instansi dalam menjaga kedaulatan negara atas sumber daya alam dan mencegah praktik ilegal,” tutur Febriel.

Sementara itu, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memberikan klarifikasi terkait informasi penyelundupan mineral yang beredar. Perusahaan membantah bahwa material yang dibawa merupakan nikel ilegal.

“IWIP menyampaikan bahwa informasi yang beredar di publik tidak akurat,” kata manajemen IWIP dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (8/12).

Dalam pernyataannya, IWIP menyatakan bahwa barang yang diamankan adalah sampel alumina dari industri aluminium salah satu tenant dan telah memiliki izin administratif.

“Material tersebut bukan nikel, bukan barang ilegal, dan bukan bagian dari aktivitas yang tidak sah,” ujar IWIP dalam keterangan resmi pada Sabtu (6/12/2025).

IWIP menjelaskan bahwa sampel tersebut rencananya dikirim ke Jakarta untuk pengujian laboratorium, namun pengiriman tertunda karena dokumen pendukung belum lengkap saat pemeriksaan. Sesuai prosedur Bandara Khusus IWIP, material yang memerlukan penanganan khusus harus ditahan sementara jika kelengkapan dokumen belum tervalidasi.

Dalam hal ini, penahanan material dilakukan oleh petugas Aviation Security (AvSec) setelah terdeteksi melalui pemeriksaan X-Ray sebelum proses boarding, dan bukan oleh institusi eksternal.

Saat ini sampel tersebut berada dalam pengawasan AvSec dan akan diproses lebih lanjut setelah kelengkapan dokumen selesai diverifikasi, menurut manajemen IWIP.

Dalam keterangan itu, IWIP menyatakan komitmennya untuk menjalankan operasional sesuai dengan peraturan penerbangan, standar keamanan kawasan, serta pedoman otoritas terkait.

Diwartakan sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Terpadu yang bertugas di Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Weda Bay, Maluku Utara, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bahan mineral, Jumat (5/12).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna mengatakan dari upaya tersebut, seorang Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan China berinisial MY diamankan setelah kedapatan membawa lima kemasan serbuk nikel campuran dan empat kemasan serbuk nikel murni melalui penerbangan Super Air Jet (PK-SJE) rute Weda Bay (WDB)-Manado (MDC).

“Saat ini pelaku sudah diproses lebih lanjut oleh aparat terkait dan barang bukti bahan mineral yang diselundupkan akan dilakukan penelitian lebih lanjut oleh instansi terkait,” ujar Anang dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Adapun aktivitas pelaku telah terdeteksi oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Halilintar yang bertugas mengawasi penyelundupan pertambangan.

Anang menjelaskan Bandara Khusus PT IWIP telah beroperasi sejak tahun 2019 setelah memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Gagalkan Aksi Ilegal! Satgas Tangkap WNA China Pembawa Nikel di Bandara Khusus IWIP

Jakarta, Aktual.com – Satuan Tugas (Satgas) Terpadu yang bertugas di Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial MY karena mencoba menyelundupkan bahan mineral ilegal. Penangkapan terjadi pada Jumat (5/12).

MY diketahui membawa lima bungkus nikel campuran serta empat bungkus nikel murni. “Saat ini pelaku masih dalam proses pemeriksaan oleh aparat terkait, dan bahan mineral yang diselundupkan akan diteliti lebih lanjut oleh instansi berwenang,” ujar Komandan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, dalam keterangan persnya ditulis Senin (8/12).

Bandara khusus PT IWIP telah beroperasi sejak 2019 setelah memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan. Namun, hasil evaluasi pemerintah menunjukkan bahwa bandara tersebut belum memenuhi standar minimal perangkat negara yang wajib hadir dalam fasilitas penerbangan yang melayani lalu lintas orang dan barang.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah menempatkan Satgas Terpadu di bandara PT IWIP sejak 29 November 2025. Satgas ini merupakan tim gabungan yang terdiri atas TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, Badan Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan, BMKG, AirNav Indonesia, serta Avsec.

Febriel menegaskan bahwa keberadaan Satgas Terpadu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keamanan, pengawasan, dan penegakan hukum di bandara khusus. Hal ini dianggap penting karena bandara tersebut memiliki tingkat mobilitas tinggi, termasuk pergerakan tenaga kerja asing dan distribusi logistik industri.

“Kegagalan penyelundupan ini menegaskan pentingnya keberadaan perangkat negara dalam tata kelola bandara khusus dan membuktikan efektivitas koordinasi lintas instansi dalam menjaga kedaulatan negara serta mencegah praktik ilegal,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Ungkap Telah Buat Kajian Cegah Korupsi di Bidang Lingkungan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto memberikan keterangan usai menghadiri rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia 2025, di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/12/2025). (ANTARA/Rio Feisal)
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto memberikan keterangan usai menghadiri rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia 2025, di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/12/2025). (ANTARA/Rio Feisal)

Yogyakarta, aktual.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengungkapkan lembaga antirasuah tersebut sudah membuat kajian pencegahan korupsi di bidang lingkungan.

“Ada, ada di pencegahan, ada di Kedeputian Pencegahan dan Monitoring,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto usai menghadiri rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia 2025 di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/12).

Setyo menyampaikan pernyataan tersebut untuk menjawab pertanyaan jurnalis mengenai upaya pencegahan KPK terhadap korupsi di bidang lingkungan. Terlebih, beberapa waktu lalu terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sementara itu, ketika ditanya upaya hukum terhadap para penerima manfaat penebangan liar hutan, Setyo menjelaskan prioritas pertama bagi KPK pada saat ini adalah mengenai korban bencana.

Walaupun demikian, dia mengatakan langkah ke depan yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.

“Untuk ke depannya, ya kami melihat di sana kan ada para penegak hukum juga. Kemudian selama ini juga kan komunikasi, kerja sama, dan koordinasi kami dengan kementerian terkait dengan yang membidangi urusan-urusan sumber daya kan sudah berjalan,” katanya.

Sebelumnya, terjadi bencana alam banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (7/12), total korban meninggal dunia akibat bencana di wilayah tersebut mencapai 921 jiwa, dan 392 jiwa masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, pada 3 Desember 2025, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan dampak bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera tersebut untuk ditangani secara nasional, dan menjadi prioritas nasional.

Pada 7 Desember 2025, Presiden Prabowo menyampaikan tujuh arahan penting dalam rapat terbatas penanganan bencana di Aceh.

Salah satunya adalah pentingnya kecepatan, ketepatan, dan konsistensi dari pemerintah untuk memastikan keselamatan dan pemulihan warga terdampak.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Zulhas Sebut Pemerintah Hapus Utang KUR Petani Terdampak Bencana Sumatera

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan saat jumpa pers, Jumat (31/1/2025). ANTARA/Maria Cicilia Galuh

Jakarta, Aktual.com — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan pemerintah akan mengeksekusi instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani yang terdampak bencana di Sumatera. Arahan itu disampaikan langsung Presiden ketika meninjau area pertanian yang rusak akibat banjir dan tanah longsor.

“Semua (KUR petani dihapus) yang terkena dampak bencana ya, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Bencana alam itu tentu semua yang utang-piutang, pinjaman hapus ya,” ujar Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas, di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Ketua Umum PAN itu menegaskan bahwa Presiden Prabowo sangat memberi perhatian terhadap sektor pertanian. Karena itu, pemerintah juga akan mempercepat perbaikan infrastruktur pertanian, termasuk irigasi dan bendungan yang rusak di tiga provinsi tersebut.

Meski kebijakan penghapusan KUR sudah dipastikan, Zulhas mengaku belum dapat merinci jumlah petani penerima manfaat maupun total nilai kredit yang akan dihapus.

Selain pemulihan sektor pertanian, pemerintah juga terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan warga terdampak bencana. Salah satunya dengan memperbesar pasokan pangan.

“Kami juga memastikan pengiriman cadangan pangan dari Bulog dua kali lipat,” tegasnya.

Pemerintah berharap langkah terpadu mulai dari penanganan bencana, distribusi pangan, hingga perbaikan jangka panjang dapat mempercepat pemulihan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

(RACHMA PUTRI)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain