5 April 2026
Beranda blog Halaman 495

Status Internasional Dicabut Diam-diam, Bandara IMIP Disorot Soal Keamanan dan Izin

Selain Bandara Morowali, di Kab. Morowali terdapat juga satu Bandar Udara khusus yang berada di dalam Kawasan Industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi. Bandara ini resmi dioperasikan pada Oktober 2019 yang lalu untuk melayani kebutuhan perusahaan. . Bandara ini memiliki dimensi landasan pacu panjang 1.890 meter dengan lebar 45 meter serta dilengkapi dengan fasilitas masing-masing 2 unit Damkar, pushback car lektro, GPU, water service cart, dua unit ambulance dan mobil komando. Foto: Ist

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Perhubungan resmi mencabut status internasional Bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2025 yang ditandatangani Menhub Dudy Purwagandhi pada 13 Oktober 2025, namun baru diketahui publik pada akhir November.

Pencabutan ini sekaligus membatalkan KM 38 Tahun 2025 yang sebelumnya memberikan izin operasional internasional bagi Bandara IMIP pada 8 Agustus 2025. Dengan demikian, hanya Bandara Khusus Sultan Syarief Haroen Setia Negara di Pelalawan, Riau, yang masih mempertahankan status internasional secara terbatas dan bersifat sementara.

Langkah Kemenhub tersebut mencuat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyuarakan kekhawatirannya terhadap potensi ancaman kedaulatan. Dalam keterangannya usai menyaksikan Latihan Pertahanan Terintegrasi 2025 pada 20 November, Sjafrie menyebut keberadaan bandara itu sebagai “anomali berbahaya.”

“Ini anomali. Bandara tapi tidak memiliki perangkat negara di dalamnya. Ada celah yang membuat rawan kedaulatan ekonomi,” tegas Sjafrie.

Pernyataan itu turut diperkuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengakui tidak adanya petugas Bea Cukai dan Imigrasi di bandara tersebut. “Kelihatannya seperti itu,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, 26 November 2025. Purbaya juga menyinggung dugaan perlakuan istimewa dari pemerintahan sebelumnya terhadap PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Bandara IMIP dikelola PT IMIP, perusahaan patungan antara BintangDelapan Group dan Tsingshan Steel Group. Pengendali utama perusahaan adalah Shanghai Decent Investment Group dengan kepemilikan 49,69%. Kawasan industri ini merupakan pusat pengolahan nikel terintegrasi terbesar di Indonesia, lengkap dengan smelter, PLTU, pelabuhan khusus, hingga bandara sendiri.

Kontroversi tersebut mendapat perhatian DPR. Anggota Komisi V DPR Mori Hanafi mengungkapkan bahwa Bandara IMIP tidak pernah dibahas dalam rapat kerja dengan Kemenhub. Komisi V berencana memanggil Menteri Perhubungan pada Rapat Kerja 2 Desember 2025 untuk meminta penjelasan resmi.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR Abdullah mendesak Polri melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan seluruh aktivitas di bandara berjalan sesuai regulasi.

Menjawab isu bahwa bandara tersebut ilegal, Wakil Menteri Perhubungan Suntana membantah keras. “Kami telah menempatkan beberapa personel di sana, mulai dari bea cukai, polisi, hingga Ditjen Otoritas Bandara,” ujarnya pada 26 November 2025. Ia menegaskan bahwa Bandara IMIP terdaftar dan memiliki izin resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur Humas Ditjen Perhubungan Udara Endah Purnamasari belum memberikan pernyataan terkait alasan rinci pencabutan status internasional kedua bandara tersebut.

Kasus ini kembali memantik diskusi publik mengenai urgensi pengawasan ketat terhadap bandara khusus di kawasan industri strategis, terutama yang melibatkan investasi asing besar di sektor sumber daya alam.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Bank Mega Syariah Optimistis Tren Tabungan Haji Terus Tumbuh di Tengah Penurunan Biaya Haji 2026

Jakarta, aktual.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan penurunan biaya haji untuk tahun keberangkatan 2026. Kebijakan ini membuat porsi biaya yang ditanggung jemaah menjadi lebih rendah sehingga meringankan beban finansial calon jemaah. Momentum tersebut menciptakan peluang bagi industri perbankan syariah, termasuk Bank Mega Syariah yang optimis terhadap peningkatan prospek pertumbuhan jemaah haji dan umrah.

Hingga Oktober 2025, Tabungan Haji Bank Mega Syariah mencatat kinerja yang solid. Volume Tabungan Haji mencapai sekitar Rp324,2 miliar, tumbuh sekitar 9% (year to date). Sedangkan, jumlah nasabah meningkat sekitar 6% dibanding posisi akhir Desember 2024. Pertumbuhan terjadi secara merata di berbagai wilayah, terutama Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Perseroan juga mencatat bahwa Tabungan Haji menyumbang lebih dari 20% terhadap total tabungan Bank Mega Syariah.

Sales & Distribution Division Head Bank Mega Syariah Dila Karnela Peter mengatakan pangsa pasar Bank Mega Syariah dalam layanan Tabungan Haji dan umrah terus menunjukkan tren positif, didukung oleh semakin tingginya literasi keuangan syariah dan kemudahan akses terhadap layanan digital. Melalui aplikasi M-Syariah, nasabah dapat melakukan penyetoran, pemantauan saldo, hingga mendapatkan informasi secara real time sehingga dapat memperkuat pengalaman menabung yang praktis dan modern.

“Tabungan Haji terus kami kembangkan baik dari sisi fitur maupun aksesibilitas. Kami optimistis trennya akan terus tumbuh positif seiring dengan biaya haji yang semakin terjangkau dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merencanakan ibadah sejak dini,” ujar Dila.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman kepada calon jemaah, Bank Mega Syariah menyediakan perlindungan asuransi jiwa MALIKA (Mega Amanah Perlindungan Keluarga) bagi nasabah Tabungan Haji. Sementara bagi jemaah yang memerlukan kenyamanan transaksi di Tanah Suci, kartu pembiayaan Syariah Card menawarkan berbagai kemudahan pembayaran dan penawaran menarik yang dapat menunjang kebutuhan selama perjalanan ibadah.

Ke depannya, Bank Mega Syariah melihat potensi besar dalam pengembangan ekosistem haji dan umrah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Bank Mega Syariah aktif menjalin kerja sama dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji (PPIU/PIHK), fintech syariah, lembaga pendidikan, hingga penyedia layanan halal. Langkah ini turut diperkuat dengan dukungan terhadap penguatan ekosistem halal nasional, termasuk layanan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui kanal digital.

“Kami ingin menghadirkan solusi keuangan syariah yang komprehensif untuk mendampingi masyarakat dalam perjalanan ibadahnya dari awal hingga akhir. Melalui penguatan ekosistem haji dan umrah serta inovasi produk digital, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merencanakan ibadah dengan lebih mudah, aman, dan nyaman,” pungkas Dila.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kejagung Jelaskan Nasib Cekal Empat Pihak Lain Usai Pencekalan Bos Djarum Dicabut

Victor Rachmat Hartono. Aktual/DOK PB DJARUM

Jakarta, aktual.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan penjelasan mengenai status pencekalan empat pihak lain dalam perkara dugaan manipulasi pajak, setelah pencekalan terhadap Bos Djarum, Victor Rachmat Hartono, resmi dicabut.

Selain Victor, empat pihak yang sebelumnya dicegah bepergian ke luar negeri ialah, Ken Dwijugiasteadi, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Karl Layman, pemeriksa pajak muda Ditjen Pajak, Ning Dijah Prananingrum, Kepala KPP Madya Dua Semarang; dan Heru Budijanto Prabowo, konsultan pajak.

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Anang menjelaskan bahwa hingga kini hanya pencekalan terhadap Victor yang dicabut oleh penyidik.

“Informasi yang saya dapat dari penyidik, hanya terhadap yang bersangkutan dulu ya. Itu saja,” ujar Anang di Kejagung, Senin (1/12/2025).

Anang menegaskan bahwa penerbitan maupun pencabutan pencekalan merupakan kewenangan penuh penyidik. Salah satu indikator pencabutan adalah dinilai kooperatifnya pihak yang dicekal.

Menurut penyidik, Victor telah menunjukkan sikap kooperatif dalam penanganan kasus dugaan manipulasi pajak periode 2016–2022. Bentuk kooperatif tersebut antara lain telah memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.

“Itu kewenangan dari tim penyidik. Subjektif batas dari penyidik seperti apa nantinya,” imbuh Anang.

Lebih lanjut, Anang menegaskan bahwa seluruh pihak yang dikenai pencekalan masih berstatus sebagai saksi.

“Masih sebagai saksi semua, belum ada penetapan tersangka. Semua masih sebagai saksi,” ujarnya.

Kasus ini terkait dugaan manipulasi pembayaran pajak oleh wajib pajak dan perusahaan di lingkungan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan pada periode 2016–2020. Modusnya, oknum pejabat pajak diduga bersekongkol dengan wajib pajak untuk memperkecil jumlah pembayaran pajak. Sebagai imbalannya, oknum tersebut menerima keuntungan pribadi.

Pada Minggu (23/11/2025), penyidik melakukan penggeledahan di delapan lokasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita, 1 unit Toyota Alphard, 2 unit motor gede (moge), serta sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara.

Penyidikan masih berlanjut, dan Kejagung menegaskan akan terus mendalami dugaan aliran dana dan peran masing-masing pihak dalam kasus ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

15 Ton Logistik DPR untuk Banjir Sumatera Berangkat, Sahroni Mendampingi

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Cucun Ahmad Syamsurijal, Saan Mustopa, Anggota DPR RI non aktif Ahmad Sahroni serta sejumlah pimpinan dan anggota DPR RI dari berbagai fraksi melepas pemberangkatan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatera di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (30/11/2025). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com — Banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera membuat anggota DPR RI non aktif Ahmad Sahroni ikut memberikan dukungan kepedulian. Dalam penyerahan bantuan logistik sebesar 15 ton oleh DPR RI di Bandara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu, 30 November 2025, Sahroni tampak hadir.

Sahroni datang mengenakan kaos putih, topi biru, dan celana hitam. Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu datang bersama pimpinan dan anggota DPR RI lainnya. Mereka antara lain Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa. Ikut hadir pula Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Bob Hasan serta belasan anggota DPR lainnya. Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Dasco.

“Pada hari ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyerahkan bantuan untuk Sumatera berupa kargo pesawat yang akan disampaikan kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah,” kata Dasco.

Sahroni mengunggah aktivitasnya tersebut di akun Instagram miliknya. Tujuannya agar kepedulian yang sama juga dirasakan lebih banyak orang. Hampir semua warganet pun memberikan dukungan. “Mantap ndan morning cerah. Saya doakan daerah Sumatera dan sekitarnya kembali pulih dan selamat serta diberi ketabahan dan ikhlas,” kata @dzl.fikar.

“Mowning Ndan. Semangat terus Ndan,” kata @ernestchrist. “Tugas wakil rakyat memastikan bantuan sampai ke rakyat yang membutuhkan,” kata @fertian.eka.

Bahkan, tak sedikit pula yang mengaitkan dengan kejadian penjarahan rumah Sahroni pada demonstrasi dan kerusuhan Agustus lalu. “Dia rumahnya dijarah aja masih bisa bantuin untuk warga provinsi lain. Lah yang jarah rumah Bang Roni bisa apa?” kata @husnulshowroom.

Bantuan dari DPR tersebut akan didistribusikan untuk tiga titik terdampak, yaitu Tapanuli Tengah (Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), dan Aceh. Dasco mengatakan, pengiriman bantuan ini dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada 30 November dan 1 Desember 2025.

Bantuan yang dikirimkan berisi berbagai kebutuhan dasar untuk warga terdampak, seperti sarung, pembalut, pop mie, selimut, dan biskuit. Dasco berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang tengah dilanda musibah. Ia berharap bahwa bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat yang terkena musibah.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh teman-teman dari Dewan Perwakilan Rakyat bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Pewaris Djarum Tertusuk Skandal Pajak

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor di Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi

Jakarta, aktual.com – Kementerian Pekerjaan Umum RI (PU) segera mengambil langkah penanganan terhadap insiden longsor yang menyebabkan bagian struktur pada ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi amblas, tepatnya di Injak Jembatan KM 41+600 B.

Peristiwa ini dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Deli Serdang, sehingga debit air Sei Batu Gingging meningkat dan menggerus dasar timbunan jalan.

Sebagai respons awal, Kementerian PU menginstruksikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk melakukan tindakan cepat, mulai dari penutupan sementara jalur terdampak, pengamanan area, pengecekan struktur jembatan, pengaturan aliran air, hingga pengerahan alat berat. Pemeriksaan geoteknik turut dilakukan untuk memastikan rancangan perbaikan permanen memenuhi ketentuan keselamatan.

“Penanganan dilakukan tanpa menunda waktu mengingat ruas tol ini merupakan jalur vital dan memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama menjelang arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).

Kementerian PU terus menjalin koordinasi melalui BPJT, PT Jasamarga Kualanamu Tol, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama proses penanganan. Dari hasil evaluasi lapangan, rekayasa lalu lintas diterapkan mulai Jumat 28 November 2025, sejak pukul 11.50 WIB hingga kondisi dinyatakan aman.

Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan menutup jalur arah Medan di KM 43 B dan mengalihkan kendaraan ke Gerbang Tol Paluh Kemiri dan Kualanamu. Sementara itu, jalur arah Tebing Tinggi ditutup di KM 6 A dengan pengalihan arus ke Gerbang Tol Lubuk Pakam.

Kementerian PU juga meminta masyarakat mematuhi arahan petugas serta memperhatikan rute alternatif yang telah disiapkan. Personel gabungan dikerahkan di lokasi, terdiri dari Tim 203, MCSS 210, MCS 212, tim penyelamat, serta unit PJR 40.

Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi sepanjang 61,70 km merupakan infrastruktur krusial yang meningkatkan konektivitas di Provinsi Sumatera Utara. Ruas tol ini menjadi jalur utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan Nataru, terutama warga Medan dan sekitarnya menuju Kisaran, Tanjung Balai, atau sebaliknya.

Selain itu, keberadaan tol ini mempercepat akses menuju Pematang Siantar, Parapat, dan Toba. Karena itu, perbaikan diprioritaskan agar konektivitas Tol Medan–Tebing Tinggi dapat kembali pulih secepat mungkin.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain