8 April 2026
Beranda blog Halaman 572

Diskusi Publik KPP DEM Soroti Tantangan AI dalam Pengawasan Pemilu

Jakarta, aktual.com – Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) kembali menggelar diskusi publik dengan mengangkat tema “Antisipasi Perkembangan AI dan Model Pengawasan Digital di Pemilu” di Media Center Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Adapun para pembicara dalam diskusi tersebut, yakni Direktur Mafindo Septiaji Eko Nugroho, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, Anggota KPU RI August Mellaz, Anggota Komisi II DPR Ahmad Irawan.

Pada paparan pertama dalam diskusi tersebut, Direktur Mafindo Eko Septiaji Eko Nugroho, menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam penyelenggaraan pemilu ke depan.

Ia pun mengungkapkan, bahwa dalam pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya masalah polarisasi dan isu SARA kerap menjadi tantangan serius, akan tetapi pada pemilu 2029 AI akan menjadi tantangan baru.

“Kita sudah aman dari isu sara, yang saya khawatirkan adalah ketika nanti AI, SARA jadi satu,” kata Septiaji dalam paparannya.

“Itu adalah satu skenario yang paling buruk ya, tapi kita harus siap, kita harus punya sistem yang siap menghadapi itu,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, mengatakan Bawaslu tengah membuat strategi pengawasan digital yang memanfaatkan AI.

“Kami juga mulai mengembangkan model pengawasan berbasis kecerdasan buatan,” ujar Lolly dalam pemaparannya.

Dia menuturkan, pengalaman Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 memberikan pembelajaran terkait kerawanan dugaan pelanggaran pada tahapan kampanye, bahkan menggunakan AI untuk memproduksi konten-konten yang disebarkan ke publik.

“Ke depan, ancaman deepfake harus dipandang sebagai tantangan serius. AI memang memberi peluang percepatan mitigasi, tetapi disaat yang sama membawa banyak jebakan,” ucapnya.

Selanjutnya, Anggota KPU RI August Mellaz, mengungkapkan di berbagai negara kini berhadapan dengan disinformasi dan manipulasi digital yang kian canggih, sementara Indonesia mulai merasakan gejalanya.

Dari sudut pandang penyelenggara pemilu, Mellaz menilai sebagian persoalan masih bisa ditangani karena skalanya belum besar atau masih bersifat konvensional.

Namun dia menegaskan kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama setelah mendengar pemaparan Mafindo mengenai aktor-aktor eksternal yang memiliki kemampuan teknologi tinggi untuk mengganggu proses demokrasi.

“KPU dan Bawaslu pasti akan terkena dampak langsung. Bahkan pemerintah pusat pun mengakui persoalan ini nyata dan bisa memengaruhi jalannya demokrasi,” katanya.

Selanjuynya, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, mengungkapkan salah satu substansi yang akan dibahas dalam pembahasan RUU Pemilu oleh DPR adalah penggunaan teknologi informasi.

Penggunaan teknologi informasi ini, kata dia, sudah digunakan dari pemilu ke pemilu dan akan digunakan dalam pemilu ke depan.

“RUU Pemilu itu dalam rangka memguatkan dasar hukum terkait dengan berbagai penggunaan teknologi tersebut. Termasuk juga nanti akan kami masukkan juga, misalnya, kaitannya dengan keputusan MK mengenai larangan penggunaan edit berlebihan atau penggunaan artificial intelligence (AI),” pungkasnya.

Lebih lanjut, Moderator Diskusi yang juga Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi KPP DEM, berharap output diskusi publik hari ini dapat menjadi masukan penting untuk bisa dibawa dan dibahas dalam RUU Pemilu.

“Semoga diskusi hari ini dapat membawa suatu hal yang baik dalam menjawab tantangan AI pada Pemilu ke depan dan menjadi acuan dalam pembahasan regulasi terkait AI dalam RUU Pemilu yang akan dibahas oleh DPR,” kata Dhanis menutup diskusi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Anggaran Desa Berkurang Rp40 Triliun: Fokus Baru ke Koperasi Desa Merah Putih

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (batik), dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (jas) usai menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan PNBP di sektor kehutanan, di Jakarta, Rabu (29/10/2025). Foto: Nur Aida Nasution/Aktual.com

Jakarta, aktual.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan skema pembiayaan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang bersumber dari dana desa sesuai mandat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Inpres tersebut kemudian menetapkan revisi terhadap PMK Nomor 49 Tahun 2025 terkait mekanisme pinjaman dalam pendanaan KDKMP.

“Memang PMK itu tidak berlaku, direvisi,” ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Menurut Purbaya, pemerintah akan mengalokasikan Rp 40 triliun dari total pagu dana desa 2026 senilai Rp 60,6 triliun untuk membantu PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mencicil pinjaman ke bank-bank himbara. “Dana desanya Rp 60 triliun, sekitar Rp 40 triliun untuk mencicil Koperasi Merah Putih enam tahun ke depan,” jelasnya.

Guna membangun 80.000 unit Koperasi Merah Putih, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 240 triliun yang bersumber dari pinjaman himbara. Skema tersebut membuat pemerintah harus menyiapkan cicilan sekitar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun.

Dalam Inpres 17/2025, Menteri Keuangan memegang tiga peran penting. Pertama, memberi fasilitasi dan dukungan teknis anggaran untuk pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP. Kedua, menyalurkan dana alokasi umum, dana bagi hasil, atau dana desa untuk pembayaran kewajiban pembangunan fisik tersebut. Ketiga, menempatkan dana pada himbara dan Bank Syariah Indonesia sebagai sumber likuiditas pembiayaan kepada PT Agrinas dengan limit maksimal Rp 3 miliar per gerai.

Dalam rapat bersama Komisi V DPR, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto mengungkap bahwa Inpres 17/2025 membuat Permendes Nomor 10 Tahun 2025 tidak berlaku. Sebelumnya, aturan itu mengatur penggunaan dana desa untuk pengembalian pinjaman sebesar 30% dari pagu dana desa. Namun skema kini bersifat top down, sehingga desa tidak lagi menjadi penjamin. “Desa menerima bangunan, gerai, termasuk pegawainya dari P3K,” kata Yandri, Rabu (12/11/2025).

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan bahwa pemerintah telah memberikan pembayaran uang muka atau down payment (DP) kepada pelaksana pembangunan lewat Agrinas setelah pencairan dana Rp 600 miliar dari himbara. “DP termin pertama sudah dicairkan,” kata Ferry.

Ia menegaskan plafon pinjaman Koperasi Merah Putih tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk modal kerja. Rata-rata dana yang dialokasikan setiap Koperasi Merah Putih mencapai Rp 2,5 miliar untuk pembangunan aset, kelengkapan gerai, gudang, serta sarana pendukung seperti kendaraan.

Saat ini, pemerintah telah membangun 7.923 unit Koperasi Merah Putih. Selain pembangunan, pemerintah juga memverifikasi 40.000 data tanah calon lokasi Koperasi Merah Putih, dengan 20.000 lokasi dinyatakan siap dibangun. Hingga Desember 2025, terdapat 80.000 data tanah yang diajukan sebagai calon lokasi pembangunan.

Pemerintah menargetkan pembangunan 40.000–50.000 unit Koperasi Merah Putih, dengan estimasi penyelesaian fisik, termasuk gudang, gerai, dan fasilitas pendukung, pada Maret 2026.

PT GMTD Pastikan 16 Ha Miliknya, Kasus Penyerobotan Dilaporkan

Makassar, aktual.com — PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (PT GMTD Tbk) menegaskan bahwa perusahaan memegang kepemilikan sah atas lahan seluas 16 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Makassar. Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya klaim sejumlah pihak atas sebagian area tersebut dalam sebulan terakhir.

Dalam keterangan resminya, PT GMTD menyatakan bahwa seluruh lahan dimaksud dibeli dan dibebaskan secara legal pada periode 1991–1998, ketika perusahaan memegang satu-satunya kewenangan resmi untuk melakukan pembebasan, pembelian, dan pengelolaan tanah di kawasan Tanjung Bunga.

“Tidak ada pihak lain yang secara hukum berhak melakukan transaksi atau pembebasan lahan di kawasan tersebut pada periode tersebut. Klaim apa pun yang muncul di luar PT GMTD adalah tidak sah dan merupakan perbuatan melawan hukum,” tegas manajemen.

PT GMTD juga mengungkap adanya upaya penyerobotan fisik terhadap sebagian lahan yang mereka kuasai. Sekitar 5.000 meter persegi dari total area 16 hektare disebut telah diduduki secara ilegal oleh pihak tertentu dalam satu bulan terakhir.

Perusahaan mengaku telah melaporkan tindakan tersebut ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta.

Manajemen PT GMTD meminta seluruh pihak untuk melihat persoalan ini secara objektif dan merujuk pada dokumen hukum resmi.

Perusahaan juga menyatakan komitmennya mendukung proses penegakan hukum:

“PT GMTD menghormati seluruh proses hukum dan siap bekerja sama dengan aparat demi kepastian hukum, ketertiban, dan kepentingan masyarakat luas.”

PT GMTD Tbk merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Struktur kepemilikannya antara lain mencakup, Pemprov Sulawesi Selatan, Pemkab Gowa, Pemkot Makassar, Yayasan Partisipasi Pembangunan Sulawesi Selatan, PT Makassar Permata Sulawesi (32,5%), serta Masyarakat umum

Struktur Komisaris dan Direksi PT GMTD Tbk

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris (Independen): Prof. Dr. Irawan Yusuf, Ph.D

Komisaris (Independen): Dr. Hinca I.P. Pandjaitan XIII, S.H., M.H., ACCS

Komisaris (Independen): Indra Yuwana, S.Kom, M.S.

Komisaris (Independen): Primus Dorimulu

Komisaris: Theo L. Sambuaga

Komisaris: Drs. Muhammad Firda, M.Si (Utusan Pemprov Sulsel)

Komisaris: H. Andi Ridwan Djabir, S.T., M.M. (Utusan Pemkot Makassar)

Komisaris: Harippudin, S.E. (Utusan Pemkab Gowa)

Direksi

Presiden Direktur: Ali Said, S.E.

Direktur: Iqbal Farabi, S.H., M.H.

Direktur: Drs. Danang Kemayan Jati

Prabowo Sambut Raja Yordania dengan Pelukan Hangat di Lanud Halim Perdanakusuma

Presiden Prabowo Subianto menyambut Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Aktual/Sekretariat Presiden.

Jakarta, aktual.com – Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II ibn Al Hussein dengan pelukan hangat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Dengan dikawal pesawat tempur F-16, pesawat yang membawa Raja Abdullah II dan rombongan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 16.00 WIB.

Raja Abdullah II ibn Al Hussein disambut langsung oleh Prabowo yang sudah menantinya di ujung tangga pesawat. Raja Abdullah II tampak tersenyum saat menuruni tangga pesawat.

Prabowo langsung menyambut dengan memberikan hormat Raja Yordania. Kedua pemimpin tampak berpelukan hangat.

Prabowo dan Raja Abdullah II kemudian masuk ke dalam mobil yang sama.

Dari Lanud Halim Perdanakusuma, Prabowo akan menyambut Raja Abdullah dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta. Kedua pemimpin selanjutnya akan menggelar pertemuan bilateral. Prabowo akan menggelar jamuan makan malam untuk menyambut Raja Abdullah II pada malam hari nanti.

Soroti Kekayaan Fantastis Kombes Budi Hermanto, CBA Minta Tim Reformasi Polri Periksa Asal-Usul Hartanya

Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi

Jakarta, aktual.com – Setelah Polda Metro Jaya menetapkan Roy Suryo sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi, nama Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mendadak menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena perannya dalam menyampaikan perkembangan kasus tersebut, tetapi juga karena kekayaannya yang disebut mencapai Rp52 miliar. Angka ini membuat warganet terkejut hingga ramai mencibir di media sosial.

Kekayaan Budi Hermanto menjadi perbincangan lantaran tergolong sangat besar untuk seorang perwira menengah Polri berpangkat komisaris besar. Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, bahkan menyebut angka tersebut “fantastis” dan “nyaris seperti abrakadabra”.

Menurut Uchok, apabila angka kekayaan itu diperoleh hanya dari menabung gaji, perhitungannya terasa janggal. Ia mencontohkan, bila Budi Hermanto berdinas selama 10 tahun, maka ia harus menabung sekitar Rp438 juta per bulan untuk mencapai total Rp52 miliar. Jika berdinas 15 tahun, maka tabungan per bulannya setara Rp292 juta. Dengan rentang 20 tahun dinas, harus menabung Rp219 juta per bulan. Bahkan bila sudah berdinas 30 tahun, tetap harus menabung Rp146 juta per bulan.

“Kalau sudah berdinas 200 tahun, mungkin bisa nabung Rp21 juta per bulan,” sindir Uchok, Jumat (14/11/2025).

Ia kemudian menyoroti kontras antara posisi Kombes Polri dan perwira TNI berpangkat sama (Kolonel). Menurutnya, perwira Polri terlihat jauh lebih makmur. “Kekayaan selevel Kombes saja sudah jadi miliarder. Apalagi Jenderal, susah menghitung kekayaannya. Kombes Polri bisa hidup mewah, sementara Kolonel TNI untuk membiayai kuliah anak saja harus cari sana-sini,” tegas Uchok.

Karena itu, CBA meminta Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia segera membentuk tim internal untuk memeriksa sumber-sumber harta kekayaan anggota Polri. Uchok menegaskan bahwa kekayaan sejumlah perwira harus ditelusuri, termasuk milik Kombes Budi Hermanto serta Kombes Pol. Adi Benny Cahyono—yang ketika menjabat Kasi STNK Polda Metro Jaya tercatat memiliki uang tunai sebesar Rp5,2 miliar.

“Harus diperiksa asal-usulnya, dari mana duit itu semua,” ujarnya.

Pada bagian akhir, Uchok menyampaikan kritik keras terhadap arah gerak institusi kepolisian. Ia menilai Polri harus kembali pada core business-nya, yakni menangani kriminalitas. “Polri jangan masuk ke ranah politik atau membeking tambang. Itu bukan tugas mereka,” tutup Uchok.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Melchias Markus Mekeng: Gelar Pahlawan untuk Soeharto Sudah Tepat”

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng. Aktual/DOK MPR RI

Yogyakarta, aktual.com – Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.

“Kalau orang Golkar pasti mendukung seribu persen Pak Harto mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,” kata Mekeng di Yogyakarta, Kamis (13/11/2025).

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di kediaman Ngarso Dalem, Keraton Kilen Yogyakarta.

Menurut Mekeng, Soeharto layak mendapat gelar tersebut karena pengabdiannya yang panjang bagi bangsa Indonesia.

“Saya anggap layak. Waktu beliau menerima negara ini dalam keadaan susah, inflasi tinggi, dan infrastruktur belum memadai. Tapi beliau mengabdikan diri. Menjadi presiden itu jabatan pengabdian. Selama 32 tahun dia mengabdi, mungkin waktu untuk keluarganya berkurang, tapi dia berbakti untuk bangsa ini,” ujarnya.

Mekeng menilai, setiap pemimpin tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk melihat sisi pengabdian Soeharto dalam membangun bangsa.

“Kita tidak mungkin mendapatkan pemimpin yang seperti malaikat. Dia (Pak Harto) punya kelebihan, dia punya kekurangan. Kalau kita mau maju, kita jangan hanya melihat kesalahannya terus kita ribut,” kata dia.

Menanggapi munculnya pro dan kontra atas pemberian gelar tersebut, Mekeng menilai hal itu sebagai hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.

“Pro dan kontra itu biasa, asalkan disampaikan dengan cara dan itikad yang baik,” ujarnya.

Berita Lain