17 April 2026
Beranda blog Halaman 84

Wacana WFH Satu Hari untuk Tekan Konsumsi BBM Harus Dievaluasi

Anggota Komisi XII DPR RI  Ateng Sutisna. Aktual/DOK DPR RI

Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi XII DPR RI  Ateng Sutisna, meminta pemerintah meninjau ulang wacana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai target efisiensi hingga 20 persen yang disampaikan pemerintah perlu dikaji lebih mendalam agar tidak meleset dari kondisi riil di lapangan.

Menurut Ateng, upaya menekan beban subsidi energi memang menjadi kebutuhan mendesak di tengah tekanan harga minyak global dan ketidakpastian geopolitik. Namun, kebijakan yang diambil harus berbasis perhitungan yang matang dan tepat sasaran, bukan sekadar asumsi.

“WFH satu hari belum tentu efektif menurunkan konsumsi BBM. Ada potensi pergeseran aktivitas, dari mobilitas kerja menjadi mobilitas non esensial,” ujarnya, di Jakarta Jumat (27/3/2026).

Ia menilai, pendekatan yang terlalu sederhana dalam membaca pola konsumsi energi justru berisiko meleset dari tujuan awal. Tanpa pembatasan aktivitas seperti pada masa pandemi, masyarakat tetap akan melakukan perjalanan. Bahkan, jika diterapkan mendekati akhir pekan, kebijakan ini berpotensi mendorong peningkatan mobilitas ke luar kota. Selain aspek konsumsi BBM, Ateng juga menyoroti potensi dampak ekonomi yang kerap luput dari perhitungan.

Berkurangnya aktivitas perkantoran dapat menekan pendapatan pelaku usaha kecil di sekitar pusat kerja, seperti pedagang kaki lima hingga pengemudi transportasi daring.

“Jangan sampai kebijakan penghematan energi justru memukul ekonomi rakyat kecil yang bergantung pada aktivitas harian di kawasan perkantoran,” ujar Politisi Fraksi PKS itu.

Di sisi lain, ia menambahkan, biaya operasional tidak benar-benar hilang, melainkan bergeser ke rumah tangga, seperti meningkatnya konsumsi listrik. Hal ini membuat efektivitas kebijakan WFH dalam konteks penghematan energi menjadi dipertanyakan.

Karena itu, Ateng menegaskan bahwa arah kebijakan penghematan energi seharusnya difokuskan pada pembenahan sistem distribusi subsidi agar lebih tepat sasaran. “Masalah utamanya bukan pada jumlah konsumsi semata, tetapi pada siapa yang menikmati subsidi. Ini yang harus dibenahi,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

Ia mendorong pemerintah untuk memperketat penyaluran BBM bersubsidi, termasuk membatasi penggunaannya bagi kendaraan dengan kapasitas mesin besar. Langkah ini dinilai lebih berdampak langsung dalam menekan konsumsi tanpa membebani masyarakat kecil.

Selain itu, percepatan reformasi skema subsidi juga dinilai krusial agar bantuan energi benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak. “Penghematan harus dilakukan dengan cara yang tepat. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru membebani masyarakat, tetapi tidak menyentuh akar persoalan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

THR ASN Belum Rampung, Purbaya: Masalah Ada di Pengajuan K/L

Jakarta, Aktual.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pencairan tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) belum mencapai 100 persen karena terkendala proses pengajuan di kementerian dan lembaga (K/L). Ia menegaskan hambatan tersebut bukan berasal dari ketersediaan anggaran di Kementerian Keuangan.

Menurut Purbaya, mekanisme pencairan THR sangat bergantung pada usulan dari masing-masing instansi sebelum dana dapat disalurkan. Kementerian Keuangan, lanjutnya, hanya berperan sebagai pihak yang membayarkan setelah seluruh persyaratan administrasi dinyatakan lengkap.

“Di kementerian/lembaga yang mengajukan. Kalau kami, begitu masuk langsung dibayar,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, keterlambatan pencairan THR tidak bisa disamaratakan karena setiap instansi memiliki kondisi administratif yang berbeda. Oleh sebab itu, penyebab rinci keterlambatan perlu ditelusuri langsung ke masing-masing pengusul.

Purbaya juga mengaku tidak mengetahui secara detail hambatan administratif yang terjadi di tiap K/L.
“Bisa ditanyakan ke yang mengajukan. Mungkin persyaratannya belum lengkap, saya tidak tahu detailnya,” katanya.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan memastikan anggaran THR telah tersedia dan siap disalurkan. Dengan demikian, tidak terdapat kendala dari sisi fiskal selama pengajuan dari instansi terkait telah memenuhi persyaratan.

Kepala otoritas fiskal itu menegaskan kesiapan dana guna menghindari spekulasi bahwa keterlambatan disebabkan oleh keterbatasan anggaran.
“Yang jelas, dananya sudah kami siapkan,” tegasnya.

Sebagai informasi, pemerintah mulai mencairkan THR bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan secara bertahap sejak awal Ramadan tahun ini. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Idulfitri.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Iran Izinkan Tanker Malaysia Lewat Selat Hormuz, Anwar Ucapkan Terima Kasih

PM Malaysia, Anwar Ibrahim. Aktual/AFP

Jakarta, aktual.com — Pemerintah Iran memberikan izin bagi kapal-kapal tanker asal Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas keputusan tersebut.

Keputusan ini disebut sebagai hasil dari komunikasi intensif antara Malaysia dengan sejumlah pemimpin kawasan, termasuk Iran, Turki, dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

Dalam pernyataannya di televisi nasional Malaysia, Anwar mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan dengan Pezeshkian, serta para pemimpin dari Mesir, Turki, dan negara kawasan Teluk.

“Kita sekarang sedang dalam proses melepaskan kapal-kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang mereka,” kata Anwar, dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/3/2026). Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Pezeshkian.

“Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada presiden Iran karena telah memberikan izin perjalanan lebih awal,” tutur Anwar.

Anwar juga menambahkan bahwa posisi Malaysia relatif lebih aman berkat produksi energi dalam negeri oleh Petronas.

“Kita berada dalam posisi yang jauh lebih baik.”

Perusahaan energi tersebut diketahui memproduksi sekitar dua juta barel minyak per hari berdasarkan data terbaru.

Meski demikian, Anwar mengingatkan bahwa dampak konflik tetap akan terasa, terutama pada sektor kebutuhan pokok dan energi.

“Hal yang sama berlaku untuk pupuk, dan tentu saja minyak dan gas,” kata Anwar.

Ia juga menegaskan potensi kenaikan harga akibat terganggunya rantai pasok.

“harga-harga pasti akan naik”

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Malaysia menyiapkan sejumlah kebijakan, termasuk pengurangan kuota BBM bersubsidi dan pembatasan pembelian solar di wilayah Sabah dan Sarawak guna mencegah penimbunan serta penyelundupan.

Malaysia sendiri merupakan produsen minyak dan gas yang cukup besar, namun tetap bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah, khususnya melalui jalur strategis Selat Hormuz.

Selat tersebut sempat hampir tertutup sepenuhnya oleh Iran sejak serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, yang berdampak luas terhadap pasar energi global serta menyebabkan banyak kapal tanker—termasuk dari Indonesia—terjebak di kawasan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Riau Dapat Satu Helikopter Bom Air dari BNPB

Pekanbaru, aktual.com – Pemerintah Provinsi Riau mendapat tambahan dukungan satu unit helikopter bom air dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang langsung digunakan untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Riau M Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, helikopter bom air atau water bombing tersebut bertipe Airbus AS332C1 Super Puma Reg PK-DAN.

“Satu helikopter water bombing bantuan dari BNPB telah tiba di Riau. Helikopter tersebut langsung digunakan untuk melakukan pemadaman Karhutla di Kota Dumai,” katanya di Pekanbaru, Jumat (27/3/2026) dilansir dari Antara.

Jim Gafur menyampaikan di Kota Dumai masih ada lima titik karhutla. Helikopter dikerahkan ke Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai dengan kondisi masih ada titik api dan asap tebal sehingga dilakukan pemadaman udara serta pendinginan.

Selain itu ada juga kebakaran di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur sebanyak tiga titik. Kondisi saat ini masih ada titik api dan asap tebal sehingga dilakukan juga pemadaman darat dan udara.

Kebakaran juga terpantau di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, namun kondisi saat ini hanya berasap tipis dan sudah dilakukan pendinginan.

Dia menyampaikan di wilayah Riau lainnya yakni Kabupaten Pelalawan ada dua titik kebakaran. Pertama di Desa Merbau, Kecamatan Bunut yang kondisinya masih ada titik api. Selain itu, di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, yang masih dilakukan pemadaman.

Kemudian di Kabupaten Siak, Kampung Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau juga masih ada titik api dan asap tebal. Selain itu, di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu juga masih ada satu titik api

“Di Kabupaten Indragiri Hilir, di Desa Simpang Kateman, Kecamatan Pelangiran kondisi masih ada satu titik api dan asap, sehingga dilakukan pemadaman dan pendinginan,” ungkapnya.

Saat ini, sarana operasi udara terdapat dua unit helikopter patroli. Terdiri masing-masing satu helikopter Kementerian Kehutanan dan BNPB, serta tambahan satu unit helikopter bom air dari BNPB yang baru tiba tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Robert Marbun Dilantik Jadi Sekjen, Purbaya Tekankan Konsolidasi Kemenkeu

Jakarta, Aktual.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Jumat (27/3/2026). Penunjukan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal Kemenkeu di tengah tekanan global dan tuntutan menjaga kinerja ekonomi nasional.

Dalam arahannya, Purbaya menegaskan bahwa pergantian jabatan tersebut bukan sekadar rotasi, melainkan bagian dari kesinambungan kualitas organisasi.
“Estafet bukan sekadar pindah orang, tetapi memastikan kesinambungan kualitas,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Heru Pambudi yang dinilai berhasil membangun fondasi kerja tim yang solid serta budaya tindak lanjut yang konsisten. Menurutnya, kepemimpinan Heru tidak hanya tampak dalam forum formal, tetapi juga dalam menjaga kepercayaan dan efektivitas implementasi kebijakan.

Pengalaman tersebut, lanjut Purbaya, memberi dampak signifikan terhadap stabilitas internal kementerian pada masa awal kepemimpinannya.
“Kalau tidak ada Bapak Heru, mungkin saya akan kesulitan di hari-hari pertama,” ungkapnya.

Di sisi lain, Robert Marbun dipandang memiliki kapasitas untuk melanjutkan peran strategis tersebut dengan bekal pengalaman lintas fungsi, mulai dari pengawasan, kepemimpinan wilayah, hingga kebijakan penerimaan negara. Latar belakang akademik dan rekam jejak kariernya dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat koordinasi antarunit di lingkungan Kemenkeu.

Purbaya menyoroti tantangan eksternal, seperti dinamika geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, yang masih membayangi kinerja fiskal ke depan. Pemerintah, kata dia, tetap berpegang pada prinsip disiplin fiskal dan menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penyangga sekaligus penggerak ekonomi.

Dalam konteks tersebut, posisi Sekretaris Jenderal dinilai krusial sebagai penghubung sekaligus penggerak organisasi agar berjalan selaras.
“Bekalnya sudah ada, tinggal eksekusi dan orkestrasi,” pesannya kepada Robert.

Selain penguatan internal, Purbaya juga menekankan pentingnya peningkatan komunikasi publik agar kebijakan fiskal lebih mudah dipahami masyarakat. Koordinasi lintas unit diharapkan semakin solid sehingga setiap kebijakan dapat ditindaklanjuti secara efektif.

Robert Marbun bukan sosok baru di Kementerian Keuangan. Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara. Ia juga sempat bertugas di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, yang memperkaya pengalamannya dalam koordinasi lintas lembaga.

Lulusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran tersebut meraih gelar Master of Policy Analysis dari Saitama University serta doktor ekonomi dari Kobe University, Jepang. Dengan latar belakang tersebut, ia diharapkan mampu mengorkestrasi kinerja internal Kemenkeu secara lebih terintegrasi dan berdampak bagi perekonomian nasional.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Iran Mobilisasi 1 Juta Warga Hadapi Ancaman Serangan Darat AS, Ketegangan Global Meningkat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan sikap pongahnya terhadap negara yang bersebrangan dengan kepentinganya dan AS. Trump, yang foto-fotonya muncul dalam serangkain file milik Jeffrey Epstein, mengatakan akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah AS tidak bisa menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk menyerang Iran. Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, aktual.com – Lebih dari 1 juta warga Iran telah dimobilisasi untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi darat dengan pasukan Amerika Serikat (AS), demikian kantor berita Mehr melaporkan, Kamis (26/3), mengutip sejumlah sumber.

Pada Rabu, harian AS The Wall Street Journal, yang mengutip sejumlah anggota Kongres AS, melaporkan bahwa operasi darat oleh pasukan AS di Iran diduga telah direncanakan dan bisa segera dimulai.

Menanggapi rencana AS untuk melakukan serangan darat, media militer Iran mengatakan lewat platform X, Kamis (26/3), bahwa Iran siap menyambut kedatangan tentara Amerika.

“Kepada semua prajurit Amerika! Kami harap kalian telah diberi tahu bahwa #IRAN adalah tempat di mana para pejuang Palestina, Lebanon, Irak dan Yaman melatih kemampuan tempur darat secara sangat profesional!” tulis media itu. “Selamat datang di Iran, kawan!”

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengeklaim “serangan pendahuluan” itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama operasi militer AS-Israel. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional, menurut laporan RIA Novosti seperti dikutip oleh Sputnik.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera serta penghentian permusuhan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain