Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (27/3) pagi melemah seiring koreksi mata uang regional Asia.

Pada pukul 9.50 WIB, kurs rupiah melemah 36 poin atau 0,26 persen menjadi Rp14.209 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.173 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah seiring dengan perkembangan Brexit yang masih dicermati oleh pasar. Ia memprediksi Rabu ini rupiah akan terkoreksi.

“Rupiah hari ini akan melemah dan diperdagangkan di kisaran Rp14.138 hingga Rp14.215 per dolar,” ujar Ibrahim.

Siaga Brexit berlanjut setelah Dewan Perwakilan Inggris memberikan suara pada hari Senin (25/3) lalu di Inggris untuk mengambil kendali atas proses Brexit dari Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Anggota parlemen sekarang dijadwalkan untuk memilih berbagai opsi penarikan pada hari ini.

Pekan lalu, tenggat waktu Brexit yang semula ditetapkan untuk 29 Maret 2019, ditunda setidaknya dua minggu lagi untuk memberi May waktu dalam menghasilkan solusi Brexit yang lebih baik.

Namun, May mengatakan bahwa dia masih kekurangan dukungan untuk mendapatkan kesepakatan Brexit, yang ditolak dua kali awal tahun ini, untuk pemungutan suara ketiga.

Pada Rabu pagi ini, dolar AS menguat terhadap Yuan 0,03 persen, dolar Singapura 0,09 persen, Baht 0,28 persen. Dolar AS melemah terhadap Won 0,11 persen dan Yen 0,06 persen.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.202 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.171 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh: