Sejumlah anak bermain menggunakan perahu saat banjir di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). Menurut warga banjir mulai merendam areal sekitar perumahan pada pukul 04.00 WIB. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.

Beijing, aktual.com – Pakar teknik sipil Faqih Ma’arif berpendapat bahwa parahnya dampak banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya sebagai akibat masyarakat setempat mengabaikan informasi mengenai prakiraan bencana.

“Sangat disayangkan, Indonesia sebagai salah satu pengguna internet terbesar tapi justru masyarakatnya mengabaikan informasi penting mengenai bencana,” kata kandidat Doktor Bidang Ilmu Teknik Sipil dari Beijing University of Aeronautics and Astronoutics (BUUA), Rabu (1/1)malam.

Menurut dia, kalau saja internet digunakan secara proporsional dan tepat guna, dampak banjir di Ibu Kota tersebut tidak sampai separah ini, bahkan jatuhnya korban jiwa pun bisa dihindari.

“Kita ini pengguna Instagram terbesar keempat di dunia, pengguna Facebook terbesar ketiga di dunia dan pertama di Asia Tenggara, tapi sayang informasi penting mengenai potensi bencana diabaikan,” ujar Faqih.

Ia mengamati bahwa informasi prakiraan banjir di Jakarta dan sekitarnya sudah disajikan secara lengkap oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) jauh hari sebelumnya.

“Prakiraan itu sejak awal Desember lalu sudah ada. Bahkan untuk prakiraan Januari, Februari, dan Maret tahun ini pun sudah ada,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, aplikasi digital Google Maps pun juga tersedia informasi prakiraan banjir mulai dari Aceh hingga Papua.

“Sisihkan waktu untuk mengikuti informasi perkembangan prakiraan banjir itu sehingga dampaknya bisa diantisipasi. Jangan sedikit-sedikit menyalahkan pemerintah karena sebenarnya BMKG dan Pemprov DKI juga secara berkala merilis prakiraan banjir,” ujar Faqih yang merasa prihatin dengan jatuhnya korban jiwa akibat banjir di Jakarta dan sekitarnya. (Eko Priyanto)

(Zaenal Arifin)