Jakarta, Aktual.com – Ketua Indonesia Sport Nutrition Association Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes mengungkapkan keju yang baik adalah keju dengan kandungan nutrisi sama dengan olahan susu.

“Keju merupakan olahan susu, mestinya zat gizi dalam keju harus sama dengan susu. Memilih keju harus tahu zat dalam keju harus sama pada zat dalam susu,” ujar Pengurus DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) itu dalam sebuah webinar kesehatan, Jumat (3/12).

Sama dengan susu, keju harus mengandung tinggi kalsium, protein, dan vitamin D. Manfaat protein untuk pertumbuhan anak, kalsium untuk kepadatan tulang, sedangkan vitamin D untuk meningkatkan penyerapan kalsium.

Selain itu, vitamin D bermanfaat untuk kesehatan pencernaan terutama mikrobiota yang menyerap zat gizi dan merespons  peningkatan kinerja sel-sel darah putih dalam daya tahan tubuh serta memberikan respons pada otak untuk mengeluarkan hormon bahagia.

“Jadi anak kalau vitamin D-nya cukup, mood-nya bagus. Kalau mood-nya bagus, dia bisa makan apa saja,” lanjut Rita.

Vitamin D dalam susu seharusnya tidak hilang saat diolah menjadi keju. Baik kalsium, protein, dan vitamin D semestinya terkunci dalam keju, apalagi keju cheddar.

Keju cheddar adalah keju dari susu sapi yang dipasteurisasi dan umumnya bertekstur keras, warnanya putih pucat, serta rasanya tajam dan gurih.

“Berbagai manfaat yang diberikan oleh keju cheddar tentu tak lepas dari kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, seperti kalsium, protein, dan vitamin D. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi ibu untuk memastikan keju cheddar dengan komposisi yang tepat dan berkualitas,” kata Rita.

Penelitian dari National Library of Medicine membuktikan, produk olahan susu, salah satunya keju cheddar bisa meningkatkan kepadatan tulang anak. Di samping itu, keju cheddar berperan sebagai sumber energi yang tinggi kalori agar buah hati bisa terus bergerak.

“Keju cheddar dari susu asli, jadi zat yang ada di dalam mestinya ada tiga komponen utama tadi,” tutur Rita.

(Shavna Dewati Setiawan | ANTARA)

(Aktual Academy)