Jakarta, Aktual.co — Parlemen Pakistan pada Jumat (10/4) memutuskan untuk tidak bergabung dengan koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk mengintervensi Yaman.

Keputusan itu memupus harapan Riyadh menggalang dukungan dari luar kawasan Timur Tengah untuk bertempur dengan kelompok gerilyawan Houthi, yang diduga mendapat dukungan dari Iran–rival regional Arab Saudi, lapor Reuters.

Hingga pekan ketiga serangan ke Yaman, Arab Saudi hingga kini hanya mendapat dukungan dari sesama negara Arab Teluk. Riyadh sebelumnya meminta Pakistan untuk mengirim sejumlah kapal, pesawat, dan tentara ke Yaman.

“Parlemen memutuskan bahwa Pakistan harus tetap menjaga netralitas dalam konflik Yaman sehingga negara ini mampu menjalankan peran diplomatik demi mengakhiri krisis,” kata lembaga legislatif di Islamabad.

Arab Saudi sendiri beralasan bahwa intervensi militer ke Yaman diperlukan, karena berbatasan langsung dengan negara tersebut dan berpotensi meluas menjadi konflik kawasan. Selain itu, Riyadh juga berniat membatasi pengaruh Iran–yang membantah tuduhan telah menyuplai dukungan militer ke Houthi.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei menyebut keterlibatan Arab Saudi di Yaman sebagai “genosida.” Pernyataan keras itu dinilai semakin memanaskan situasi.

Artikel ini ditulis oleh: