Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe

Jakarta, Aktual.com- Strategi jitu Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk menggelar pemilu lebih awal, setahun lebih cepat dari jadwal semula, dibilang sukses besar. Dimana Koalisi partai berkuasa, Partai Liberal Demokratik Jepang (LDP) dan Partai Komeito, berhasil mempertahankan dua pertiga atau “supermayoritas” kursi di parlemen.

Berdasarkan Exit poll dari televisi TBS, Minggu (22/10), memperlihatkan jika LDP dan Komeito diprediksi bakal menjadi jawara di parlemen dengan memenangkan 311 dari 465 kursi yang ada.

Kemenangan telak ini membuat Abe yang telah memimpin LDP tiga pemilu beruntun memenangi dua pertiga kursi parlemen, pencapaian ini tentunya diraih dengan tidak mudah.

Tidak banyak yang memprediksi Abe bakal meraih kemenangan dengan mudah sesaat parlemen secara mengejutkan dibubarkan bulan lalu oleh Abe.

Bahkan perdana menteri berusia 63 tahun itu menyebut jika, targetnya yang bakal dicapai hanyalah mempertahankan mayoritas kursi parlemen.

Kemunculan Partai Harapan pimpinan Gubernur Tokyo Yuriko Koike yang populer saat ini sebagai salah satu partai terkuat yang bisa menggembosiĀ  LDP yang diprediksi akan kehilangan banyak kursi.

Koike sendiri sebagai mantan mitra serta sekutu politik Abe di LDP.

Tetapi popularitas Partai Harapan yang baru berusia sebulan akhirnya redup seiring dengan berjalannya masa kampanye.

Alih-alih menjadi penantang kuat Abe, ternyata yang malah terjadi Partai Harapan keok dan hanya bertengger di posisi tiga, dengan proyeksi sebelumnya oleh TV NHK akan meraih 38 hingga 59 kursi.

Partai Konstitusional Demokratik Japan, partai baru yang juga dibentuk bulan lalu secara mengejutkan kini berhasil menjadi oposisi terbesar dengan raihan 44 hingga 67 kursi.

Popularitas AbeĀ  sebelumnya sempat anjlok akibat isu nepotisme dan arongansi kekuasaan pertengahan tahun ini juga sempat memunculkan pertanyaan soal masa depan Pemerintahan Abe sendiri.

Bisa dikatakan dengan kemenangan ini, Abe berhasil melewati krisis politik itu. Kemenangan spektakuler ini diyakini akan memuluskan dua ambisi besar Abe, yakni mengamandemen konstitusi pasifis Jepang.

Abe sendiri sebagai sosok konservatif nasionalis memang sudah lama ingin mewujudkan ambisi pribadinya merombak konstitusi Jepang untuk mengizinkan “Negeri Samurai” memakai dan mengirim pasukan militernya.

Kedua adalah ambisi Abe membidik rekor untuk menjadi perdana menteri terlama dalam sejarah Jepang.

Jika Abe bisa terus mempertahankan kekuasaannya hingga Desember 2019 maka rekor itu pun bakal terpecahkan.

Abe telah menjabat sebagai Presiden LDP sejak tahun 2012 dan dapat kembali mencalonkan diri di pemilu internal partai di bulan September 2018.

Sosok yang telah menjabat sebagai PM selama 6 tahun ini menolak berkomentar apakah dia akan mencalonkan diri kembali atau tidak

Jika kemudian Abe memutuskan maju dan menang, Abe bisa terus berkuasa hingga September 2021.

(Bawaan Situs)