Jakarta, Aktual.com – Paus Fransiskus membentuk suatu komisi yang akan mempelajari peran perempuan sebagai diakon pada awal kekristenan, kata Vatikan, Selasa (2/8), suatu langkah yang mungkin akan membawa perubahan tentang perempuan pada gereja Katolik Roma.

Diakon, seperti seorang pastor, harus ditahbiskan, dan laiknya dalam kepastoran, haruslah kaum pria. Mereka tidak akan memimpin misa, tetapi bisa berceramah, mengajar atas nama gereja, membabtis dan menangani upacara pemakaman.

Para ahli berdebat mengenai peran perempuan yang tepat sebagai diakon pada masa awal gereja, beberapa ada yang mengatakan bahwa perempuan ditahbiskan untuk menjalankan sejumlah upacara seperti pembaptisan, sementara yang lain yakin bahwa kaum perempuan sejajar dengan diakon laki-laki.

Gereja kemudian menjauhkan peran perempuan sebagai diakon pada abad-abad selanjutnya.

Pernyataan Vatikan mengatakan bahwa Paus memutuskan untuk membentuk komisi beranggotakan enam pria dan enam perempuan yang diketuai oleh seorang uskup, setelah berdoa secara khusuk dan perenungan yang matang.

Paus Fransiskus dan pendahulunya telah mengesampingkan pemberian izin bagi perempuan untuk menjadi pastor, namun para penyeru pastor perempuan menyatakan bahwa ada langkah maju yang akhirnya bisa memudahkan paus pada masa mendatang untuk mempelajari kemungkinan perempuan sebagai pastor.

Hampir seluruh pria dalam anggota panel itu adalah ahli teologi dan guru besar di universitas, sedangkan dari enam perempuan itu dua adalah biarawati dan empat perempuan awam.

Paus pertama kali mengumumkan pada Mei mengenai niat membentuk komisi ini dalam pertemuan dengan para pemuka ordo dan biarawati Katolik.(Ant)