Peru, Aktual.com – Paus Fransiskus menyapa pengikutnya di jalan-jalan Buenos Aires, Sabtu (20/1) waktu setempat, tapi tidak di negara asalnya, Argentina.

Sebagai gantinya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (21/1), Paus Fransiskus mengunjungi sebuah lingkungan miskin di Peru utara yang memiliki nama yang sama dengan ibu kota Argentina.

Setelah merayakan Misa untuk 200.000 orang di negara itu, Fransiskus menaiki mobil kapausan dan mengulurkan tangan ke warga penghuni lingkungan yang telah terbentuk 75 tahun lalu, namun hancur tahun lalu akibat banjir sebagai dampak fenomena cuaca El Nino yang intens.

Dengan mengenakan warna putih dan kuning Vatikan, sebagian dari 30.000 penduduk daerah pesisir yang masih rusak itu meneriakkan salam kepada Fransiskus dari atap rumah yang baru setengah dibangun kembali dan berlari di belakangnya di jalan-jalan yang masih tanpa aspal.

Paus Amerika Latin yang pertama itu belum kembali ke Argentina sebagai paus, meskipun mengunjungi sebagian besar daerah tersebut sejak pemilihannya hampir lima tahun lalu. Vatikan belum mengatakan alasannya.

Keputusan untuk menghindari Argentina tidak biasa. John Paul II sering mengunjungi Polandia, dan Benediktus XVI memulai kepausannya di negara asalnya, Jerman.

Warga Peru di Buenos Aires berharap kunjungan dari paus tersebut akan memacu pihak berwenang setempat untuk mempercepat kerja rekonstruksi di daerah tersebut.

Dimulai di Chile pada 15 Januari, Paus asal Argentina itu berkunjung ke kota Santiago, Temuco dan Iquique, sebelum menuju ke Peru, di mana dia akan berhenti di Lima, Puerto Maldonado dan Trujillo.

Sejak pemilihannya untuk memimpin 1,2 miliar umat Katolik Roma di dunia pada tahun 2013, Fransiskus, paus Amerika Latin pertama, telah mengunjungi Brazil, Bolivia, Ekuador, Paraguay, Kuba dan Meksiko, namun belum melakukan perjalanan pastoral ke Argentina.

Sebelumnya, Paus Fransiskus sangat membela imigran dalam misa Malam Natal, membandingkannya dengan Maria dan Yusuf yang tidak menemukan tempat tinggal di Bethlehem dan mengatakan keimanan mengharuskan orang-orang asing disambut baik.

Paus Fransiskus merayakan Natal kelima sebagai pemimpin 1,2 miliar umat Katolik Roma di dunia, memimpin sebuah misa kudus untuk sekitar 10.000 orang di Basalika Santo Petrus, sementara banyak dari pengikutnya mengikuti kebaktian di luar lapangan.

Keamanan tampak ditingkatkan, para peserta misa diperiksa saat mereka mendekati Lapangan Santo Petrus, bahkan sebelum melewati detektor logam untuk memasuki Basilika. Lapangan tersebut telah diamankan beberapa jam sebelumnya, sehingga prosedur keamanan bisa dilakukan.

Pembacaan Injil di Misa di gereja terbesar umat Kristiani tersebut menceritakan kisah injil tentang bagaimana Maria dan Yusuf harus melakukan perjalanan dari Nazaret ke Bethlehem untuk terdaftar dalam sebuah sensus yang diperintahkan Kaisar Romawi Kaisar Augustus.

 

Ant.

()