Jakarta, Aktual.co — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyerukan dilakukannya “jeda kemanusiaan” segera di Yaman, setidaknya beberapa jam setiap hari, untuk memungkinkan masuknya bantuan yang sangat dibutuhkan ke negara berkecamuk itu.
Palang Merah Internasional dan badan PBB untuk anak-anak pada Jumat (10/4), akhirnya berhasil mendaratkan dua pesawat berisi bantuan medis di negara tersebut –bantuan pertama yang mencapai Sanaa sejak serangan udara dipimpin Arab Saudi terhadap pemberontak Syiah dimulai pada Maret.
Namun Johannes Van Der Klaauw, koordinator kemanusiaan PBB di Yaman bersikeras bahwa bantuan yang masuk itu masih jauh dari cukup.
Kepada wartawan di Jenewa, ia menyerukan “jeda kemanusiaan segera dalam konflik ini.” “Kita membutuhkan lebih banyak penerbangan masuk, lebih banyak kapal masuk,” katanya dikutip dari AFP, dan menekankan bahwa ruang udara Sanaa harus dikosongkan selama “setidaknya beberapa jam” setiap hari untuk membiarkan bantuan masuk.
PBB mencoba bernegosiasi dengan semua pihak dalam konflik untuk memastikan akses masuk yang aman, katanya.
Pemberontak Huthi yang didukung Iran telah merebut sebagian besar wilayah di Yaman sejak mereka masuk Sanaa pada September, sehingga memaksa pemerintah pergi.
Yaman semakin terpuruk dalam kemelut setelah serangan udara dipimpin Arab Saudi dimulai pada 26 Maret untuk memukul mundur pemberontak, setelah mereka memaksa Presiden Abedrabbo Mansour Hadi meninggalkan negara itu.
Artikel ini ditulis oleh:














