Jakarta, Aktual.com — Pegiat seni di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya melestarikan musik dambus khas daerah itu agar bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya.

“Sudah lebih dari enam tahun saya keliling dari rumah ke rumah di Muntok dan sekitarnya untuk mengenalkan musik dambus khas Bangka agar masyarakat semakin dekat dan mencintai budaya lokal yang dimiliki,” kata Effendi, pegiat musik dambus Bangka, di Muntok, Senin (21/03).

Ia mengatakan, upaya pelestarian seni musik dambus Bangka merupakan panggilan hatinya sebagai putra daerah seiring semakin enggannya generasi muda memainkan musik tradisional.

Menurut dia, generasi muda setempat tidak tertarik memainkan alat petik yang menyerupai ukulele tersebut karena selama ini nada dan syair yang dimainkan tradisional, bahkan dicap kampungan dan ketinggalan zaman.

“Agar lebih menarik, saya terpaksa menyetel ulang senar dambus, menyesuaikan nada-nada diatonik agar alat musik dambus bisa mengiringi lagu-lagu populer, bahkan ketukan petik juga dimainkan seperti layaknya memainkan gitar,” kata dia.

Upaya tersebut dilakukan agar alat musik dambus yang dimainkan seperti layaknya nada gitar sehingga mudah untuk dipelajari dan lebih akrab di telinga warga yang mendengarkan alunan nadanya.

“Kami tidak akan lelah memainkan dambus keliling agar generasi muda semakin mencintai seni peninggalan turun temurun yang ada di daerahnya,” kata dia.

Menurut dia, musik dambus pada zaman dahulu sempat mengalami masa kejayaan, saat alat tersebut dimainkan masyarakat setempat untuk mengisi waktu luang sekaligus pelepas lelah setelah seharian beraktivitas di kebun dengan memainkan nada dan syair sederhana.

“Pada masa itu, setiap kampung atau dusun ada pemain dambus, musik dambus menjadi bagian keseharian masyarakat,” katanya.

Masyarakat sangat menikmati alunan merdu mendayu dari alat berbahan kayu solid tersebut, namun masuknya musik modern berdampak pada berkurangnya minat memainkan alat tersebut.

“Kami berharap ke depan seni musik dambus semakin diminati dan bisa menjadi bagian aktivitas masyarakat sehingga bisa terus bertahan sebagai jati diri masyarakat setempat,” kata dia.

Ia berjanji akan terus berjuang melestarikan sekaligus mempopulerkan seni dambus Bangka agar diminati masyarakat dan bisa menjadi daya tarik wisatawan datang ke ujung barat Pulau Bangka.

“Gamelan Jawa bisa mendunia, kami yakin pada saatnya nanti dambus Bangka pun akan mampu menyamai prestasi tersebut,” kata dia.

()