Jakarta, Aktual.co — Para pemberontak Syiah terus melancarkan serangan ke Yaman guna mengontrol negara tersebut. Tak hanya itu, pasukan pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi juga ikut terlibat dalam bentrokan tersebut.
Peperangan tesebut pun telah menyebabkan 140 warga setempat meninggal dunia dalam 24 jam terakhir. Palang Merah Internasional yang berusaha masuk ke wilayah konflik tersebut pun menunda untuk memberikan pasokan penting.
Bentrokan yang terjadi pada Senin (6/4) kemarin, di wilayah Aden yang merupakan basis pertahanan Hadi, telah diperluas. Berdasarkan laporan Aljazeera menyebutkan, bahwa 17 warga sipil dari 140 yang tewas di Aden. Hal tersebut terjadi karena pemberontk berusaha merangsak masuk untuk merebut pelabuhan di kota tersebut.
Bentrokan yang terjadi itu ditengah Hadi menghadapi krisis diantaranya berujung pemecatan. Para petugas termasuk General Abdullah khayran, Kepala Staf, Wakil Kepala Staf Umum Zakariah al Shami dan Kepala Pasukan Khusus, General Abdularrazak Almrouni.
Pekerja bantuan telah memperingatkan situasi yang mengerikan di kawasan Arab, negara Semenanjung miskin, di mana koalisi yang dipimpin Saudi melancarkan perang udara pada pemberontak Iran yang didukung.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan, bahwa salah satu pesawat penumpang yang membawa staf mampu mendarat di Sanaa pada Senin. Namun demikian, organisasi itu belum mampu menemukan operator pesawat kargo untuk terbang memasok ke negara itu.
Sitara Jabeen, juru bicara ICRC, mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa situasi kemanusiaan memburuk.
“Situasi di Yaman masih sangat kritis. Konflik … semakin meningkat, terutama di Aden. Kami masih berusaha untuk menemukan pesawat kargo yang dapat membawa persediaan kami ke Sana’a,” kata Jabeen, berbicara dari ibukota Yaman.
“Kami mendapat izin dari koalisi kemarin [untuk memberikan pasokan, tapi sejauh ini kami belum bisa menemukan solusi logistik untuk masalah ini … Ada kurang dan kurang Maskapai yang terbang ke Sana’a dan maskapai negara sendiri memiliki penerbangan ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut. ” (Laporan: Wisnu Yusep).
Artikel ini ditulis oleh:















