Jakarta, Aktual.com – Telah terjadi penyerangan kepada kelompok minoritas Rohingya yang menewaskan lebih dari 100 orang di negara bagian barat Rakhine Myanmar, demikian dinyatakan oleh lembaga organisasi pembela Muslim Rohingya.

Ko Ko Lin menyampaikan informasi yang dia terima dari penduduk desa setempat; 150 orang telah tewas oleh pasukan keamanan (pemerintah) sejak Sabtu lalu. Kemudian pemerintah juga melakukan kamuflase pembunuhan dengan membatasi akses media.

“Alasan mengapa kantor berita internasional dan kelompok bantuan tidak diizinkan untuk pergi ke sana adalah karena militer berusaha untuk menutupi apa yang mereka lakukan di sana, pembunuhan dan lain-lain. Mereka berbohong,” kata Linn dari Organisasi Nasional Arakan Rohingya dikutip dari Asian Correspondent, Sabtu (19/11).

Pada hari Selasa lalu, telah diakui oleh pemerintah Myanmar adanya kematian 69 orang yang dituding sebagau pelaku kekerasan dan katanya terdapat juga 17 anggota pasukan keamanan.

Kelompok Human Rights Watch (HRW) telah menggunakan citra satelit untuk mengidentifikasi 430 bangunan yang hancur. Namun Wakil Direktur Jenderal Kantor Presiden, Zaw Htay mengatakan jumlah itu berlebihan berdasarkan foto yang diambil pada 15 November dari helikopter militer Myanmar.

(Laporan: Dadangsah)

(Eka)