Jakarta, Aktual.com — Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menjanjikan untuk mengaliri listrik di 47 daerah terluar atau daerah perbatasan, yang selama ini belum teraliri listrik. Janji tersebut sebagai hadiah untuk rakyat di hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Faby Tumiwa mengatakan, Pemerintah juga wajib memastikan listrik di 47 wilayah tersebut berkualitas dan terjamin dari sisi keamanan.

“Harus dipastikan untuk berapa lama nyala listrik tersebut. Jangan sampai nyala listrik tersebut hanya untuk peresmian saja. Selanjutnya ada gangguan dan komplain dari masyarakat. Ini harus dipastikan, jangan nanti begitu selesai satu minggu setelah peresmian yang namanya pembangkitnya tidak bisa berjalan. Kan masyarakat berharap, masyarakat kalau sudah ada listrik itu harapannya bisa tiap hari menyala,” kata Faby di Jakarta, Minggu (9/8)

Selain itu, kata dia, PLN selaku penanggung jawab juga harus ikut menjamin kualitas listrik tersebut. Pasalnya, nantinya masyarakat yang dialiri listrik ini juga akan menjadi pelanggan PLN.

“Nah sebagai pelanggan PLN, masyarakat di sana tentunya punya hak hak yang harus dipenuhi oleh PLN sebagai penyedia listrik. Dengan itu sebenarnya masyarakat dapat menagih jika pelayanan PLN tidak baik di dalam menyediakan listrik,” kata dia.

(Wisnu)