Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun 15 titik instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu dan komunal untuk meminimalisasi dampak rembesan air bak penampungan warga (septic tank) yang mencemari sumur warga.
“Untuk tahap awal ini yang akan dibangun adalah IPAL terpadu di daerah Pluit dan secara bertahap akan menjangkau 15 titik di DKI Jakarta. Pembangunannya sudah masuk dalam master plan penanganan air limbah,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Sanitasi Lingkungan, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah, Andono Warih, di Jakarta, Kamis (16/10).
Andono mengatakan kawasan Kuningan telah menjadi daerah percontohan pengelolaan air limbah di Jakarta yang bersumber dari limbah rumah tangga, apartemen serta industri dan diolah dengan sistem gravitasi yang terkoneksi langsung dengan pipa utama menuju bak penampungan.
Namun menurut dia belum semua masyarakat di wilayah itu mau mengoneksikan saluran pembuangan limbahnya dengan pipa induk karena alasan merusak fasilitas yang telah dibangun sebelumnya.
Sistem gravitasi seperti ini, kata dia, juga akan diterapkan untuk 15 titik IPAL terpadu yang akan dibangun di wilayah kota, meski demikian untuk daerah yang tidak bisa dijangkau dengan sistem gravitasi akan dibangun IPAL komunal.
“Pembangunannya memperhatikan kontur tanah dari setiap wilayah sehingga memudahkan air limbah dari penduduk maupun tempat usaha mengalir ke pipa menuju ke penampungan. Kira-kira dari 15 titik IPAL terpadu ini akan menampung 80 persen limbah yang dihasilkan, sementara sisanya 20 persen serap oleh IPAL komunal,” katanya.
Dia menambahkan ketika IPAL terpadu tersebut usai dibangun maka setiap harinya air limbah yang akan dibuang ke media lingkungan akan diuji apakah sesuai dengan baku mutu lingkungan atau tidak.
“Jadi ada teknologi yang akan mengolah limbah sehingga aman untuk lingkungan. Nah sekarang ini tinggal bagaimana masyarakat dengan penuh kesadaran memanfaatkan IPAL terpadu dan komunal ini sebab bila tidak air akan tercemar,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak 46 persen sumur dari 100 sumur sampel pemantauan kualitas air tanah dangkal di DKI Jakarta yang dibangun dekat “septic tank” atau bak penampung limbah dan kotoran manusia telah tercemar bakteri escherichia coli (e-coli).

()

(Andy Abdul Hamid)