Undercover Israeli security personnel (R) and Israeli soldiers detain a wounded Palestinian protester during clashes near the Jewish settlement of Bet El, near the West Bank city of Ramallah, October 7, 2015. Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu has cancelled a trip to Germany planned for Thursday, German government sources told Reuters, as tensions rise between Palestinians and Israelis after about 10 days of violence. REUTERS/Mohamad Torokman TPX IMAGES OF THE DAY *** Local Caption *** Aparat keamanan Israel yang menyamar (kanan) dan tentara Israel menahan seorang pengunjuk rasa Palestina yang terluka dalam bentrokan di pemukiman Yahudi Bet El, dekat kota Ramallah, Tepi Barat, Rabu (7/10). Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah membatalkan kunjungannya ke Jerman yang dijadwalkan hari ini, menurut sumber dari pemerintah Jerman kepada Reuters, saat ketegangan meningkat antara warga Palestina dengan Israel setelah kekerasan terjadi selama 10 hari. ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/djo/15

Palestina, Aktual.com – Pasukan Israel menahan 14 warga Palestina dalam operasi penyerbuan di Tepi Barat. Setidaknya 14 warga sipil termasuk anak-anak dan wanita telah ditangkap.

Dilansir dari AFP, Senin (20/3) psaukan Israel telah dilakukan penyerbuan di kota-kota Bethlehem, Yerusalem Timur dan Jenin.

Seperti awal bulan misalnya, Pusat Studi Tahanan Palestina mengatakan sekitar 420 warga sipil Palestina yang ditahan hanya dalam waktu sebulan saja.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, Israel telah melakukan 95 kali serangan dalam seminggu pada tahun 2016, sedangkan 73 kali serangan Israel dalam seminggu dari awal tahun 2017 hingga saat ini.

Pasukan Israel telah menahan setidaknya 14 warga Palestina dalam serangkaian operasi penyerbuan di wilayah Tepi Barat.

Tercatat lebih 7 ribu warga sipil Palestina yan ditahan oleh pasukan Israel. Sejumlah tahanan telah mendekam dalam penjara Israelm selama 11 tahun.

Ribuan tahanan Palestina dibawah praktik penanahanan administrative yaitu kebijakan yang dikeluarkan pemerintahan Palestin, sehingga tahanan berada dalam fasilitas penjara Israle tanpa dakwaan maupun persidangan. [Agustina Permatasari]

(Wisnu)