Jakarta, Aktual.co — Seorang polisi Afghanistan, dijatuhi vonis 20 tahun penjara, oleh pengadilan negara tersebut. Vonis ini diterima polisi tersebut setelah dirinya menembak hingga tewas pewarta foto Associated Press (AP) asal Jerman, Anja Niedringhaus.

Selain membunuh pewarta foto pemenang Pulitzer itu, polisi tersebut juga melukai rekan Niedringhaus, Kathy Gannon, asal Kanada, saat melakukan liputan pemilihan umum pada April 2014 di negara bergolak Afghanistan.

“Seharusnya, polisi tersebut dihukum mati. Namun, dia mengajukan banding dan pada Sabtu, hukumannya menjadi 20 tahun penjara. Kami cukup senang ada keadilan dalam perkara tersebut,” kata CEO AP Gary Pruitt di Hongkong, seperti dikutip AFP, Senin (30/3).

Polisi tersebut menembaki kedua pewarta di dalam mobil itu pada 4 April 2014, kata saksi kejadian. Dia lalu menyerah dan ditahan.

Menurut Pruitt, Gannon masih terus memulihkan diri.

Niedringhaus sendiri merupakan pewarta media internasional ketiga yang tewas selama masa kampanye di Afghanistan. “Kathy dan Anja merupakan pasangan yang luar biasa dalam melakukan liputan di Afghanistan sepanjang tahun itu,” kata Pruitt.

Terkait hal ini, Pruitt mengingatkan pentingnya keselamatan pewarta di wilayah-wilayah konflik. Dia juga menginginkan serangan terhadap pewarta harus dianggap sebagai kejahatan perang.

“Tidak pernah ada tuntutan, sidang dan bahkan penyelidikan terhadap 90 persen kasus pembunuhan pewarta. Ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak bekerja,” kata dia.

“AP yakin bahwa harus ada mekanisme hukum internasional yang baru untuk melindungi para pewarta, yang membuat pembunuhan atas pewarta mamupun menjadikannya sandera termasuk kejahatan perang, karena memang itu adalah kejahatan perang,” kata Pruitt.

Artikel ini ditulis oleh: