Pekerja menggarap pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tingkat Tinggi Pasar Rumput di Jakarta, Rabu (15/11). Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati DKI Jakarta mengawal 119 proyek infrastruktur dengan nilai Rp 4,6 triliun untuk memastikan proyek-proyek pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang ada sehingga tidak terjadi kerugian negara. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – DKI Jakarta saat ini membutuhkan lebih banyak rumah susun sederhana sewa (rusunawa) guna mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal masyarakat urban di DKI Jakarta.

Demikian disampaikan Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna kepada wartawan ditulis Jumat (26/7).

“Selain menggembangkan rumah DP nol, pemerintah seharusnya memperbanyak pembangunan rumah susun sewa. Warga yang butuh rumah banyak, tidak harus milik yang penting mereka punya tempat tinggal dan produktif, sewa enggak apa-apa,” ujarnya.

Dikatakan Yayat bahwa pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) DP Rp 0 yang saat ini marak dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya menyasar kalangan tertentu saja, khususnya masyarakat yang memiliki penghasilan cukup besar.

“Jika harga rumah makin tidak terjangkau, satu-satunya cara adalah rusunawa,” katanya.

(Abdul Hamid)