Jakarta, Aktual.co — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, mengatakan pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan Korea Selatan terkait penguatan masyarakat perdesaan Indonesia diberbagai bidang.
Program serupa di Korsel, yakni Saemuel Undong atau desa baru, disebutnya berhasil diterapkan di negara tersebut sesuai dengan kemampuan dan sumber daya masyarakat.
“Gerakan Saemuel Undong merupakan gerakan nasional agar masyarakatnya bisa keluar dari kemiskinan, gerakan bagi pengembangan masyarakat,” kata Marwan saat menerima Dubes Republik Korea Selatan, Taiyoung Cho di kantor Kementerian Desa, Selasa (2/12).
Disampaikan, kerjasama dengan Korsel dilakukan dengan sharing pengalaman tentang pembangunan daerah tertinggal. Khususnya menyangkut tahapan dalam memodernisasi daerah-daerah tertinggal tanpa tercerabut dari akarnya. Baik Dari sisi penerapan pembangunan, pengembangan potensi ekonomi hingga perbaikan infrastruktur perdesaan.
“Keberhasilan program-program masyarakat perdesaan di Saemul Undong itulah yang coba akan dipresentasikan dalam kerjasama, misalnya keberpihakan program-program Pemerintah Korea dalam hal pemenuhan kebutuhan listrik terbarukan tenaga surya di daerah tertinggal,” ucapnya.
Ditambahkan, penguatan kapasitas kelembagaan di daerah tertinggal, penguatan UMKM, pembukaan jaringan pemasaran UMKM serta usulan kerjasama pembangunan perdesaan dengan sistem Saemul Undong dilakukan melalui program sister city.
Dubes Korsel Taiyoung Cho menyampaikan apreasiasinya terkait penjajakaan kerjasama Indonesia dengan Korea Selatan yang pernah juga terjalin baik pada pemerintah sebelumnya.
“Rencana kerja sama akan segera disampaikan ke pemerintahan untuk segera ditindaklanjuti,” kata dia.
Menurutnya, masyarakat desa di Indonesia memang perlu diperhatikan dengan ambisi untuk pemberdayaan masyarakat. Pemerintahannya siap menyambut baik kerjasama dimaksud.
“Kerja sama yang baik akan segera direalisasikan. Seperti pemberdayaan masyarakat desa pada sektor usaha kecil menengah (UKM). Dan akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan untuk ikut membantu program Kementerian Desa yang akan banyak bersentuhan dengan perdesaaan,” demikian Taiyoung Cho.
Artikel ini ditulis oleh:
















