Jakarta, Aktual.co — Pada penutupan perdagangan saham di Amerika Serikat pada Kamis (29/1) pukul 16.00 waktu New York (Jumat dinihari WIB), saham-saham di Wall Street berakhir menguat setelah dua hari turun, karena terdorong laporan laba sejumlah perusahaan pada umumnya positif dan harga minyak naik.
Indeks Dow Jones Industrial Average melompat sekitar 225,48 poin (1,31 persen) menjadi 17.416,85. Indeks jatuh hampir 500 poin dalam dua sesi sebelumnya. Indeks berbasis luas S&P 500 naik 19,09 poin (0,95 persen) menjadi 2.021,25, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 45,41 poin (0,98 persen) pada 4.683,41.
Saham McDonald, melonjak 5,1 persen setelah raksasa makanan cepat saji itu mengumumkan Don Thompson akan mundur sebagai kepala eksekutif dan akan digantikan oleh veteran perusahaan dan ‘Brand Officer’ Steve Easterbrook.
Sementara itu, Boeing, melonjak 5,8 persen, naik untuk hari kedua setelah labanya pada Rabu mengalahkan harapan. Apple juga memiliki hari kedua kenaikannya setelah labanya yang baik, naik 3,1 persen.
“Penyumbang terbesar volatilitas intraday di Wall Street adalah minyak. Kami melihat perubahan besar di pasar saham setiap kali harga minyak bergerak tajam di kedua arah, “kata Randy Frederick, managing director di Schwab Center for Financial Research, demikian dilansir Marketwatch, Jumat (30/1).
Perdagangan di Wall Street sepanjang tahun ini telah hampir dua kali menyentuh volatile seperti 2014, yang dibuktikan dengan rata-rata perubahan harga harian di S & P 500 di kedua arah – hampir 20 poin.
“Volatilitas tidak selalu berarti kerugian, dan bisa menjadi kesempatan bagi para pelaku pasar modal, karena bergerak lebih yang cukup besar di kedua arah tetap dimungkinkan pada minggu ini,” terangnya.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2015 pada pukul 06:33 WIB menguat 0,13 persen ke US$44,59 per barel.
Sementara itu, minyak Brent pada penutupan perdagangan Kamis (29/1) menguat 1,36 persen ke US$49,13/barel.
Artikel ini ditulis oleh:















