Sejumlah 15 pengusaha Indonesia, 11 di antaranya berasal dari Bandung, menghadiri pameran perdagangan internasional di Baghdad, Irak. Pameran yang berlangsung pada 1 sampai 10 November 2015 itu dihadiri oleh banyak perwakilan dagang dari berbagai negara, yang mencari peruntungan di negeri yang sebagian wilayahnya sedang dilanda konflik militer.

Demikian dilaporkan wartawan Aktual.com, Satrio Arismunandar, dari Baghdad, Senin (2/10). Keikutsertaan Indonesia yang membuka paviliun tersendiri di arena pameran ini terjadi berkat inisiatif Dubes RI di Irak, Safzen Noerdin.

Menurut Kabid Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bismark, “Kehadiran kami di pameran ini lebih bersifat untuk memperkenalkan produk-produk Jawa Barat. Sehingga jika situasi di Irak nanti membaik, mereka sudah tahu dan mengenal produk-produk kami.”

Pengusaha asal Bandung memamerkan busana Muslim dan busana biasa, kopi, teh, obat-obatan herbal, produk-produk kecantikan alamiah, gula kelapa, aneka ragam bumbu masak, dan lain-lain. Dalam pemeran, sejumlah warga Irak menunjukkan minatnya pada produk-produk busana, yang dijual cukup murah. Sebuah celana jeans dihargai Rp 165.000 atau sekitar 10 USD, harga yang lumayan murah untuk ukuran Irak.

Pasar di Irak sebenarnya sangat luas karena Irak bisa dibilang hanya menghasilkan minyak bumi, namun produk-produk lain diimpor dari luar. Negara lain yang tampil agresif memasarkan produk-produknya di pameran perdagangan ini adalah Iran, yang menyewa satu balairung tersendiri untuk perwakilan dagangnya.

()