Jember, Aktual.co – Ide Bupati Hendy untuk melibatkan UMKM di setiap moment publik, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Terobosan yang semula digulirkan untuk mengendalikan inflasi ini, terbukti mampu mendongkrak penjualan pedagang kecil dan UMKM di pusat-pusat keramaian. Seperti halbya Nobar pesta piala dunia di alun-alun Jember yang mempertemukan Timnas Spanyol dan Maroko di babak 16 besar pada Selasa (6/12), ternyata mampu menjadi magnet yang luar biasa bagi masyarakat.
“Alhamdulillah. Kami sangat tertolong dengan adanya event nonton bareng ini,” papar Udin, warga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Belum lagi, pria yang berusia 37 tahun itu menegaskan bahwa omzetnya naik jika dibandingkan dengan sebelum Pesta Bola Piala Dunia 2022 digelar.

“Pendapatan hari biasa sampai sejuta per hari, kini bisa satu juta setengah hingga Rp 2 juta per hari. Apalagi kalau pas malam Minggu atau ada timnas unggulan yang main, lebih rame lagi, bisa sampai tiga kali lipat,” tegas pria yang berjualan Sempol sejak 2017 tersebut. Bahkan, untuk meraup lebih banyak keuntungan, Udin sengaja datang lebih sore, yakni sejak pukul 17.00.

Hal senada juga disampaikan Kholis, pedagang berbagai jajanan Korea. “Banyak pelaku UMKM yang nangis pas pandemi, dengan adanya berbagai kegiatan di Alun-alun Jember, kami sangat tertolong,” jelasnya. Dia pun menyampaikan harapan dari setiap pedagang agar kegiatan serupa tetap ada jika perhelatan Piala Dunia 2022 telah berakhir.

Sebagai saran untuk Pemkab Jember, Kholis juga mengungkapkan uneg-unegnya. “Harapannya, jika ada kegiatan lagi, kami difasilitasi tenda. Dengan begitu, bisa menjaga dagangan dari hujan,” harapnya. Terutama untuk berlindung dari jatuhnya material pohon Kelapa di sekitar Alun-alun Jember. “Lain-lain sudah top pokoknya, terima kasih Pak Hendy,” tandasnya.

(Aminudin Azis)

(Aminuddin Aziz)