Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi/Foto: Istimewa
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi/Foto: Istimewa

Jakarta, Aktual.com – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian mencapai Rp 42,70 triliun dari target Rp 70 triliun sejak awal tahun hingga saat ini. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada Senin (26/7) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengatakan penyerapan KUR Pertanian saat ini tidak lepas dari semangat para petani dalam mencari informasi. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan sinergi dengan sektor perbankan untuk membantu penyaluran KUR tersebut.

“Mensinergikan ini mencari titik temu dengan pemerintah, utamanya sektor perbankan yang kita tau sebenarnya persyaratan juga cukup sulit. Namun demikian karena ini semua adalah program kita kebersamaan, pemerintah dan Presiden, kita semua,” kata Harvick kepada wartawan, Jakarta, Selasa (27/7) siang.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan sinergi dengan para stakeholder, seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maupun petani secara individu untuk mendukung penyerapan KUR sektor Pertanian agar dapat mencapai target.

“Kita terus sharing dengan stakeholder Gapoktan, kelompok-kelompok tani daerah, juga individu petani by name by address. Segala cara, segala program informasi telah kita lakukan, juga bersinergi terus dengan para petani ini. Semua kita lakukan untuk mencapai target yang memang kita harapkan,” ujarnya.

Wamentan pun berharap agar penyaluran KUR Pertanian dapat terserap secara optimal sepanjang tahun 2021. Hal ini mengingat, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian nasional, apalagi di masa pandemi saat ini.

Alhamdulillah karena memang pencapaian ini adalah kerja dari kita semua. Mudah-mudahan ke depan sampai akhir tahun ini, yang diawal saya sampaikan, bisa sesuai target yang kita harapkan sama-sama,” tutur bendahara Nahdlatul Ulama (NU) ini.

(A. Hilmi)