Medan, Aktual.com – Proses persiapan penyelenggaraan Festival Danau Toba (FDT) 2015, yang akan digelar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada 19 – 22 November 2015 mendatang, diakui tidak berjalan maksimal dan terkesan dipaksakan.

Hal itu diakui langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumut, Elisa Marbun saat memberi keterangan pers di Medan, Senin (16/11).

“Kalau dibilang dipaksakan, memang ke situlah, tapi ini kan karena evennya sudah terjadwal di Kementerian Pariwisata, makanya kita, pemerintah daerah mau nggak mau harus siap, karena Menpar meminta even ini tidak bisa ditunda. Makanya tahun depan kita harapkan FDT ini tidak lagi asal jadi,” kata Elisa.

Dijelaskan, penyelenggara FDT tahun ini seharusnya dilaksanakan oleh Kabupaten Samosir. Namun karena beberapa situasi, sehingga Samosir mundur sebagai tuan rumah. Apalagi, sambungnya, sejatinya penyelenggaraan digelar pada September lalu, akhirnya baru bisa terselenggara November ini.

“Dengan waktu yang sempit, kami harus tetap melaksanakan, dan Kabupaten Karo diputuskan menjadi tuan rumah,” ungkapnya.

Diketahui, sejak 2013 ketika FDT dikelola Kementerian Pariwisata, tujuh kabupaten/kota di Sumut diminta terlibat sebagai penyelenggara. Namun daerah yang memiliki akomodasi keuangan yang cukup saat ini yakni Simalungun, Tobasa dan Tanah Karo.

“Kabupaten Karo juga tidak punya anggaran untuk penyelenggaraan ini, anggarannya dari Kementerian Pariwisata sebesar Rp1,4 miliar dan dari anggaran Pemprovsu sebesar Rp2 miliar. Jadi total anggaran untuk penyelenggaraan FDT ini sebesar Rp3,4 miliar,” sebut Elisa.

Elisa mengakui, kelemahan proses sosialisasi yang dilakukan terkait FDT juga terkesan minim. Dirinya pun berharap, pada penyelenggaraan FDT tahun depan dapat termaksimalkan. Dimana, pengakuan dirinya, untuk event tahun depan, pihaknya telah mempersiapkan promosi dengan penyewaan bilboard.

“Bahkan sudah ada beberapa bilboard yang sudah kita sewa tahun depan untuk melakukan promosi, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik,” katanya.

()