Pati, Aktuak.com — Sub Divre Bulog di sejumlah sentra beras belum melakukan penyerapan pada Januari hingga Februari ini. Faktor penyebabnya adalah panen padi yang tidak serentak dan tingginya harga gabah.

Kepala Sub Divre, Pati, Jawa Tengah, M Taufik mengatakan harga gabah kering panen (GKP) di wilayah admistrasinya masih berkisar di angka Rp 4.600. Sementara, harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah Rp 3.700.

“Jadi harga masih tinggi. Memang kendala Bulog menyerap beras karena kami harus berpatokan pada HPP itu,” kata Taufik saat dihubungi, Jumat (23/2).

Perbedaan harga tersebut, menurut dia, membuat penyerapan beras berkurang. Namun, Taufik mengaku akan mengantisipasinya dengan kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yaitu fleksibilitas HPP sebesar 20 persen berlaku pada 22 Februari ini.

“Dengan harga fleksibilitas, HPP GKP bisa mencapai Rp 4.400. Meski belum sama dengan harga pasar, petani atau penggilingan pasti cocok dengan harga itu,” terangnya.