Nelayan menjemur ikan asin di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Serang, Banten, Jumat (24/2). Harga ikan asin melonjak naik seperti ikan pepetek dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu perkilogram dan ikan teri dari Rp35 ribu menjadi Rp52 ribu perkilogram akibat gangguan cuaca dan gelombang tinggi hingga nelayan sulit melaut serta stok ikan sangat terbatas. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ama/17

Kuala Pembuang, Aktual.com – Sejumlah perajin ikan asin di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mengeluhkan tingginya harga garam karena menyebabkan biaya produksi pengolahan ikan asin semakin besar.

Salah seorang perajin ikan asin Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Ruspin (47) mengatakan, tingginya harga sudah terjadi sejak sebulan terakhir.

“Kalau sebelumnya garam yang didatangkan dari Pulau Jawa hanya Rp50 ribu per karung, namun saat ini harga garam sudah mencapai Rp250 ribu per karung,” katanya di Kuala Pembuang, Sabtu (26/8).

Ruspin yang sudah enam tahun menggeluti usaha pembuatan ikan asin ini menjelaskan, dalam kondisi normal atau ketika pasokan ikan lancar, para perajin mampu memproduksi ikan asin antara 300-500 kilogram dalam sekali proses pembuatan yang memakan waktu hingga tiga hari.

“Dalam sekali pembuatan itu diperlukan sedikitnya 50 kilogram garam, artinya kalau ingin membuat ikan asin lebih banyak, maka biaya produksinya terutama untuk membeli garam akan semakin besar,” katanya.

Menurutnya, meski harga garam melambung tinggi, namun para perajin ikan asin yang berada di pesisir “Bumi Gawi Hatantiring” tidak berani menaikkan harga jual ikan asin karena takut tidak laku dijual. Seperti ikan asin telang Rp60-70 ribu per kilogram dan ikan asing jenis tenggiri Rp75-80 ribu per kilogram.

“Karena banyak masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari usaha pembuatan ikan asin, jadi mau tidak mau usaha itu tetap dijalankan meski untungnya sedikit,” katanya.

Sementara, perajin ikan asin lainnya, Surya (39) mengakui, tingginya harga garam telah memberatkan para perajin ikan asin, namun usaha ikan asin tetap memiliki prospek yang menjanjikan.

Selama ini ikan asin buatan perajin di Kuala Pembuang sudah dikenal luas oleh masyarakat dan perajin tidak kesulitan memasarkan ikan asin hingga ke luar daerah, bahkan hingga ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Namun, kita tetap berharap harga garam kembali stabil, sehingga usaha pembuatan ikan asin dapat berjalan dengan baik,” katanya.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: