Jakarta, Aktual.com – Turki melancarkan serangan udara pertamanya ke basis Kurdi di Suriah.

“Sebuah jet tempur Turki telah menghantam posisi militer Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di Desa Saida, Ain Issa, yang menimbulkan ledakan keras,” ujar Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), seperti yang dikutip AFP, Minggu (21/3).

Serangan udara ini pertama kali diluncurkan sejak Operasi Mata Air Perdamaian dimulai pada 2019 lalu oleh Turki dan sekutu Suriah-nya melawan SDF.

Operasi itu terputus setelah dua kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Turki bersama Amerika Serikat dan Rusia.

Kesepakatan tersebut memungkinkan Turki menguasai zona aman di dalam Suriah sepanjang 120 kilometer.

Desa Ain Issa bagaimana pun berada di bawah tangan pasukan Kursi.

Serangan udara itu terjadi bersamaan dengan bentrokan dan kekerasan serta tembakan roket yang intensif di garis depan distrik Ain Issa antara pasukan SDF dan faksi yang didukung Turki.

SOHR juga telah mengonfirmasi adanya korban akibat insiden tersebut.

“Bentrokan antara kedua belah pihak telah berlangsung selama 24 jam terakhir. Pasukan Turki kesulitan untuk maju sejak SDF menghancurkan sebuah tank Turki,” ucap Direktur SDF, Rami Abdul Rahman.

Unit Perlindungan Rakyat yang merupakan komponen penting dari SDF dianggap Turki sebagai ‘cabang teroris’ dari Partai Pekerja Kurdistan yang terlarang.(RRI)

(Warto'i)