Jakarta, aktual.com – Dalam rangka peringatan Hari Guru 25 November 2019, anggota DPR RI Fahmi Alaydroes mengatakan Guru itu profesi yang sangat mulia.

Menurut Fahmi kemuliaan guru karena dengan kesungguhan hati, kemampuan dan kasih sayang mereka, kita semua menjadi manusia yang beradab, cerdas dan berakhlak mulia.

“Dalam ajaran Islam, Guru (Ulama) adalah pewaris Nabi. Rasulallah SAW diutus oleh Allah SWT sebagai Guru bagi umat manusia”, ungkap Fahmi, melalui siaran pers yang diterima aktual.com di Jakarta, Senin (25/11).

Anggota Fraksi PKS DPR RI ini melanjutkan bahwa Allah SWT mengutusnya untuk mendidik manusia, agar menjadi beradab sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat 62 ayat 3 yang berbunyi :

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Artinya : Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

Lebih lanjut Fahmi menambahkan Guru sebagai pendidik anak bangsa, hakikatnya melanjutkan tugas (risalah) baginda Nabi SAW yang diutus untuk membina akhlaq manusia.

“Guru berperan dan menjadi faktor penentu kemajuan dan keberhasilan proses pendidikan. Guru diposisikan oleh UU sebagai tenaga profesional untuk dan dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, sesuai Pasal 6/UU No. 14/2005”, pungkas Fahmi.

Artinya, kata Fahmi, Guru menjadi tumpuan utama untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, menjadi faktor penentu dan pemegang peran utama dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Berbahagialah para Guru, karena mereka menjalankan tugas yang sangat mulia. Hormat dan salam ta’zhim kami kepada seluruh Guru di Indonesia. Selamat Hari Guru Nasional”, tutup Fahmi.

(Zaenal Arifin)