Sebuah mobil tangki Pertamina saat keluar usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk distribusi di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina (Persero) Plumpang, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2015). Aktivitas TBBM sempat terhenti pada Selasa (28/7/2015). Akibat kerusakan database pada sistem informasi. Kerusakan database tersebut otomatis mengganggu distribusi BBM, lantaran truk pengangkut harus mengular di sepanjang TBBM Plumpang. Sehingga semua SPBU Bekasi, Sukabumi dan sebagian tangerang dah dipindahkan ke depot Cikampek, Tanjung Gerem dan Padalarang. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com – Humas PT Pertamina Patra Niaga, Ayulia mengungkapkan kalau dua mobil tangki milik Pertamina dibajak dan dibawa, serta sopir diduga disandera.

“Kami telah menerima laporan adanya penghadangan dan perampasan mobil tangki yang sedang mengangkut biosolar,” katanya, Senin (18/3).

Mengetahui adanya pembajakan tersebut, Ayulia mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan ke pihak berwajib kepolisian. “Kami sudah melapor pada aparat kepolisian,” ujarnya.

Dikatakan Ayulia kalau mobil tangki tersebut dikendarai Muslih bin Engkon serta Cepi Khaerul. “Saat ini Pak Cepi sudah diketahui keberadaannya dan sedang dalam perjalanan menuju ke Polda Metro Jaya,” paparnya.

Dua mobil tangki tersebut, sambung Ayulia berkapasitas 32 kilo liter (KL) yang berisi biosolar kondisi penuh.

“Sopir atau awak mobil tangki itu diancam dan dipaksa turun. Mobil tangki dikuasai oleh kelompok perampas yang mengatakan mereka akan menuju Istana Negara,” tukasnya.

(Abdul Hamid)