Jakarta, Aktual.co — Pertumbuhan ekonomi di Zona Euro dalam tiga bulan terakhir 2014 sebesar 0,3 persen, lebih kuat dari yang diperkirakan. Selain itu, data dari lembaga statistik Eurostat, menunjukkan ekonomi Zona Euro secara keseluruhan tumbuh sebesar 0,9 persen selama kurun waktu 2014.

Ekonomi Jerman yang merupakan terbesar di Zona Euro tumbuh sebesar 0,7 persen pada kuartal tersebut, diluar perkiraan analis. Namun, ekonomi Prancis hanya tumbuh sebesar 0,1 persen pada periode yang sama.

Sementara itu, Kantor Statistik Federal menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jerman sbesar 1,6 persen selama 2014. Angka tersebut turun 0,1 persen pada kuartal ketiga tahun 2014. Permintaan domestik yang kuat menjadi salah satu faktor untuk mendapatkan kembali momentum di kuartal keempat.

“Ini seperti petir. Beberapa berbicara tentang kemungkinan resesi setelah musim panas, tetapi nyatanya Jerman rebound. Fakta mengatakan pertumbuhan ekonomi yang paling utama berasal dari pasar domestik, ini memberikan alasan yang kuat bagi ami untuk tetap optimism,”  ujar Ekonom UniCredit, Andreas Rees, demikian dilansir BBCBusiness, Senin (16/2).

Ekonom Berenberg Bank, Christian Schulz  mengatakan, dengan harga minyak yang saat ini murah, nilai tukar Euro yang rendah, dan membeli obligasi pemerintah oleh Bank Sentral Eropa (ECB), seharusnya itu semua bisa membantu perekonomian Jerman.

“Itu lebih baik daripada mengambil risiko jangka pendek seperti yang dialami Yunani dan Rusia. Sementara pada semester pertama tahun 2015, masih bisa sedikit lebih tenang. Kami berharap pertumbuhan Jerman untuk mencapai tingkat tren sedikit di atas 2 persen pada musim panas 2015.” kata dia.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Perancis pada kuartal keempat 2014 sebesar 0,4 persen. “Ini jelas masih terlalu lemah, tapi kondisi ini merupakan kondisi yang lumayan pada aktivitas t2015,” pungkas Menteri Keuangan Prancis, Michel Sapin.

Artikel ini ditulis oleh: