Jakarta, Aktual.co — Kepala Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Faisal Basri menyebut langkah pembubaran anak usaha PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) telah memupuskan rejeki mafia migas yang selama ini memanfaatkannya.
“Otomatis separuh rejeki mafia pupus karena main di RON 88. Disana gelap, harga tidak jelas, campur-campur nafta,” kata Faisal di Kementerian ESDM, Jakarta, ditulis Kamis (14/5).
Faisal mengklaim bahwa pembubaran Petral juga telah melumpuhkan para mafia migas yang selama ini ketergantungan dengan kinerja Petral dalam melakukan pengadaan minyak dan gas nasional.
Ia menambahkan, sejauh timnya telah melayangkan tiga kali rekomendasi terkait hal ini kepada jajaran direksi PT Pertamina (Persero). “Rekomendasi 26 Desember 2014. Kami sudah kasih 3 kali rekomendasi. Rekomendasi tersebut sudah kami filing juga,” tambahnya.
Selain itu, Faisal berpendapat bahwa pembubaran Petral juga menjadi momen bagi Pertamina untuk memperkokoh kelembagaan unit usahanya, yakni Integreted Supply Chain (ISC) yang saat ini telah mengemban fungsi pengadaan, menggantikan peran Petral.
“Di sana memperkokoh kelembagaan dengan aturan main baru seperti hapuskan RON 88,” tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















