Mekkah, aktual.com –¬†Para petugas haji berebut menyentuh jenazah KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen saat tiba di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah, Arab Saudi, Selasa (6/8).

“Berebut kami, ratusan petugas haji yang saat ini berada di Makkah untuk bisa menyentuh jenazah Beliau saat tiba di Daerah Kerja Mekkah,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI) HM Affan Rangkuti di Mekkah.

Affan mengaku mengenal KH Maimoen saat menjadi petugas haji tahun 2013. Saat itu Mbah Moen sedang menyampaikan tausiah dan membacakan doa pada malam taaruf di hadapan 800 lebih petugas haji Indonesia dalam pertemuan untuk mempersiapkan pelaksanaan ibadah di Arafah-Muzdalifah-Mina.

“Saya mendengar suara Beliau yang begitu menggetarkan sanubari saya. Tersentak hati ini untuk mendengarkannya dengan khidmat, pria sepuh namun memiliki suara yang tegas, ber-tone¬†namun lembut itu bernama KH Maimoen Zubair. Sejak saat itu, saya mengidolakan Beliau, bahwa inilah ulama yang bisa menggetarkan hati saya dengan doanya,” katanya.

Affan sebelumnya berharap Mbah Moen bisa kembali menyampaikan tausiah dan membacakan doa pada malam taaruf petugas haji tahun ini.

Namun ternyata Mbah Moen berpulang pada Selasa pagi. Affan berkesempatan menshalatkan dan berdoa untuknya.

“Namun ketika saya bertugas tahun ini, bukan doa Beliau yang saya dengar, namun doa untuk Beliaulah yang saya dengar dengan khidmat. Begitu mulianya ulama ini, Beliau wafat di bulan haji dan memang datang untuk menunaikan haji. Semoga Allah SWT menempatkan engkau kyai ditempat terbaik-Nya,” kata dia.

KH Maimoen Zubair meninggal dunia di Rumah Sakit Al Noor, Mekkah, Selasa pagi. Sebelum dishalatkan di Masjidil Haram selepas Shalat Zuhur, jenazah Mbah Moen disemayamkan di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah.

Jenazah ulama kharismatik itu akan dimakamkan di permakaman Al Ma’la atau Al Mualla di Mekkah.

Ant.

(Zaenal Arifin)