Jakarta, Aktual,com – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) tahun buku 2019, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengungkapkan Selama tahun 2019 PT Perusahaan Gas Negara (PGN) telah menyalurkan program CSR mencapai Rp89,44 miliar. Adapun misi sosial yang diemban setiap perusahaan negara, juga telah banyak dilakukan PGN. Perusahaan mempunyai ragam aksi sosial dalam program bina lingkungan, seperti penyediaan sarana ibadah, pendidikan, bantuan bencana alam, ataupun kesehatan. Melalui program sosial, segala keberhasilan PGN bisa memberikan efek positif bagi masyarakat luas.

“PGN ke depan akan memperluas utilisasi gas bumi melalui pembangunan infrastruktur pemanfaatan gas bumi seperti proyek LNG Teluk Lamong Jawa Timur, Jargas Rumah Tangga, penyediaan infrastruktur minyak bumi dan pipa transmisi Rokan, gasifikasi Kilang Minyak Pertamina, serta gasifikasi PLTD di 52 lokasi pembangkit listrik PLN. Hal ini dilaksanakan agar dapat meningkatkan pengembangan gas bumi di wilayah baru dalam rangka pemerataan akses, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama di Jakarta, Jumat (15/5).

PGN menargetkan Terminal LNG Teluk Lamong dapat mengatasi defisit supply gas di Jawa Timur sebesar 30 BBTUD dan membuka peluang penyaluran LNG Retail sebesar 10 BBTUD, serta mendorong pengembangan bisnis LNG trading di pasar internasional. “Progressnya sudah mulai fase uji coba. Kemudian untuk jargas rumah tangga dengan dana APBN, sudah proses kontruksi di 30 kota/ kabupaten di luar Pulau Jawa, dari target awal akan dibangun di 49 kota/ kabupaten,” jelasnya.

PGN menyampaikan bahwa kinerja operasional dan keuangan di tahun 2020 turut terdampak COVID-19. Pada pembangunan infastruktur, terdapat kendala pada keterbatasan pengadaan material dan ruang gerak petuas. Namun pembangunan proyek-proyek strategis tetap berjalan dengan optimal.

“Dalam lima tahun ke depan, kami merencanakan target strategis untuk pemenuhan enegi bagi 4 juta jargas rumah tangga, serta peningkatan pengelolaan niaga gas bumi emncapai 1.800 BBTUD di domestik dan 600 BBTUD dari global LNG trading,” pungkasnya.

(Eka)